Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Kami Semua Berbeda

26 Mar 2024 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

     Aku adalah seorang murid kelas 10 SMA yang berusia 17 tahun. Pada saat itu ketika masa pengenalan lingkungan sekolah atau yang kerap disebut MPLS, aku cukup merasa kecewa karena masuk di kelas yang berisikan anak-anak yang dilihat sekilas tidak begitu baik. Saat awal pembelajaran pun seperti itu mereka tidak begitu peduli dengan satu sama lain. Aku bahkan duduk di belakang dekat jendela bersama orang yang tidak begitu aku kenal.

     Hari-hari ku sejak saat itu selalu merasa sial karena masuk ke kelas itu. Saat mendapat tugas kelompok teman-teman sekelompok ku hanya diam karena tidak ada yang berani memulai percakapan. Aku makin geram dengan kelas itu dan selalu menggeremeng ke teman ku yang juga tidak begitu suka masuk ke kelas itu.

     Semakin lama semakin saja ada murid yang membuat masalah dan membuat kelas ku sering di marahi oleh guru-guru lain. Aku sempat terpilih “di kelas ini kayaknya ga bakal bisa kompak deh, anak-anak nya aja ga ada yang bener”. Aku bahkan sangat frustasi dan berharap bisa keluar dari kelas itu. Karena dulu aku di SMP berada di kelas yang tidak membuat onar dan berisikan anak-anak yang pintar.

     Tentu saja itu semua hanya pikiran dan keluhan ku di awal semester. Memang benar semua kunci dari semua ini adalah adaptasi. Aku mulai beradaptasi dan dapat dekat dengan beberapa teman di kelas. Tentu saja mereka masih menjadi pembuat onar di sekolah.

     Namun aku juga sadar, kelas ini tidak akan spesial jika tidak seperti itu. Kami semua berbeda di kelas ini tapi hal itu juga yang membuat kami kompak. Anak anak yang membuat onar, anak anak yang rajin, dan anak anak yang aktif berkumpul di kelasku membuat kelas ku beragam walaupun sering terkena masalah. Tapi sebaiknya hal itu tidak di tiru karena tidak baik membuat onar di sekolah.

     

     Kelas X10, terkenal di ruang guru karena sering membuat masalah. Di sisi lain kelas itu juga yang selalu membuat tertawa orang-orang di dalamnya. Tidak peduli kami berbeda ataupun sama, kelas itu yang menjadikan kami semua satu. Aku sekarang senang karena bisa masuk ke kelas ini yang penuh dengan tawa canda nya. Aku berharap kelas kami bisa bertahan lama karena akan ada pergantian kelas pada kelas 11. Kami semua memang berbeda tapi kami bersama-sama

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan