Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

LAMPION KAMPUNG RAMADHAN: SIMBOL KEBERAGAMAN DI KOTA SOLO

Ferdillasari Prima
31 Mar 2024 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

LAMPION KAMPUNG RAMADHAN: SIMBOL KEBERAGAMAN

DI KOTA SOLO

Kota Solo, yang terkenal sebagai Spirit of Java, selalu menampilkan keunikan dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Salah satu tradisi yang paling dinantikan adalah pemasangan lampion di sepanjang jalan Jenderal Sudirman atau Kawasan Gladak-Pasar Gede. Tradisi ini bukan hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki makna yang mendalam, bahwa hal tersebut sebagai simbol keberagaman di tengah masyarakat Solo. Unik memang, jika mengingat bahwa pemasangan lampion di kawasan Pasar Gede tersebut diinisiasi oleh masyarakat Tionghoa dari Kelenteng Tion Kok Sie dalam rangka merayakan Imlek sekira tahun 2007. Sejak saat itu, tradisi lampion Kampung Ramadhan terus berkembang dan menjadi salah satu ikon Ramadhan di Solo. Setiap tahun, desain lampion selalu berbeda-beda, dengan tema yang selalu mengangkat nilai-nilai budaya dan tradisi lokal.

 

Simbol Keberagaman

Keberagaman merupakan salah satu nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Solo. Lampion berbentuk ketupat, masjid, bintang, kaligrafi, dan berbagai bentuk dan maupun warna memiliki maknanya sendiri. Ketupat misalnya, merupakan simbol makanan khas Ramadhan yang dinikmati oleh semua kalangan, tanpa memandang suku, agama, dan ras. Aneka rupa lampion tersebut menjadi pemersatu masyarakat Kota Solo dari berbagai latar belakang, suku, agama, dan ras. Tradisi lampion Kampung Ramadhan di Solo tidak hanya melibatkan masyarakat umum, tetapi juga berbagai sekolah di kota tersebut. Keterlibatan sekolah dalam tradisi ini memiliki peran penting dalam membentuk keberagaman dan toleransi di kalangan generasi muda. Keterlibatan pihak sekolah ini merupakan wujud kerja sama antara Dinas Pariwisata yang menggandeng Dinas Pendidikan dalam event Ramadhan tahun ini. Gabungan beberapa sekolah diminta membuat lampion untuk menyemerakkan event yang secara resmi bernama Solo Light Festival tersebut.

Toleransi dan keberagaman terpancar pada sekolah-sekolah yang menjadi peserta pembuatan lampion, yang tidak hanya sekolah dengan latar belakang yayasan Islam saja, tetapi juga sekolah negeri maupun sekolah dengan yayasan Kristen ataupun Katolik. Oleh karena itu, selain memeriahkan suasana Ramadhan dan menarik wisatawan, tradisi ini juga dapat meningkatkan toleransi dan rasa persatuan di antara masyarakat. Diharapkan tradisi lampion Kampung Ramadhan dapat terus dilestarikan dan menjadi salah satu ikon Ramadhan di Solo. Tradisi ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perbedaan bukanlah halangan untuk bersatu dan bersama-sama menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh suka cita.

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan