Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Piknik Asyik ke Kota Batik

charismanto
11 Nov 2015 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Mentari pagi seakan memberi salam hangat kepadaku. Sekitar pukul setengah tujuh aku telah siap di depan pintu gerbang asramaku. Dengan pakaian rapi serta mengenakan jas almamater kampus aku sedang menunggu seorang kawan.

Kami berjanji akan berangkat bersama menuju kampus. Agenda hari ini adalah kunjungan ke Kantor Redaksi Solopos dan Monumen Pers Nasional. Teman-teman lainnya pun sudah berada di kampus. Kunjungan tersebut merupakan agenda kuliah lapangan mata kuliah Manajemen Redaksi. Di sana nanti akan diberi penjelasan dari Solopos mengenai keredaksian surat kabar, khususnya dari Solopos sendiri.

Tak berapa lama kawanku datang. Kami pun segera meluncur menuju kampus dengan mengendarai sepeda motor. Kira-kira lima belas menitan, kami pun sampai di halaman kampus. Teman-teman yang lain pun sudah berada di depang gedung Multipurpose. Beberapa menit kemudian pak dosen pun datang. Setelah semua personil lengkap, dan mini bus yang kami pesan sudah datang, kami pun bergegas masuk ke dalam bus.

Perjalanan dari Jogja-Solo ditempuh selama kurang lebih dua jam. Kira-kira pukul sembilan kami telah sampai di Kantor Redaksi Solopos. Di sana kami disambut dengan baik oleh bagian Promosi, Mbak Alda namanya. Beliau sangat ramah dan baik. Kami diberi penjelasan mengenai proses produksi surat kabar, khususnya Solopos. Dari penjelasan beliau, beberapa hal yang kami dapatkan mengenai Solopos.

Solopos merupakan koran kebanggaan bagi warga Solo dan merupakan koran terbesar di sana. Berdiri pada 19 September 1997 di bawah naungan PT. Jurnalindo Aksara Grafika. Pada waktu itu Kota Solo disebut sebagai “Kuburannya koran” karena pada waktu itu banyak surat kabar yang “gagal” menjadi media. Pasalnya setiap ada surat kabar yang berdiri oleh pemerintah langsung dibredel. Sehingga banyak surat kabar usang.

Kerusuhan yang terjadi pada Mei 1998 pada waktu itu menjadi keuntungan tersendiri bagi Solopos. Banyak surat kabar yang mulai beraktifitas kembali, begitu pula dengan Solopos. Solopos kembali bangkit dengan berbagai perubahan. Hingga Solopos dapat berkembang seperti sampai saat ini. Solopos kemudian tak hanya memiliki surat kabar, berbagai media dan anak perusaan pun telah didirikan, seperti Solopos Online, stasiun radio Solopos FM, percetakan dan penerbitan, Event Organizer (EO) Solo Pro dan Madiun Pos dengan wilayah kerjanya di daerah-daerah barat sebelum Surabaya.

Bidang lain yang baru-baru ini masih dalam tahap perkembangan dan penyempurnaan adalah jual beli online Solopos Store, Solo Pos TV, dan Soloensis yang merupakan media online untuk mewadahi tulis menulis masyarakat (Citizen Jurnalizm).

Setelah mendapat banyak penjelasan dari Mbak Alda, kami pun diajak melihat-lihat sekitar kantor. Kami diantar menuju ruang siaran radio Solopos FM, ruang redaktur, percetakan, hingga minimarket. Tak terasa jam telah menunjukkan pukul dua belas. Setelah dirasa cukup, kami pun berpamitan. Namun sebelumnya kami berfoto bersama di halaman kantor disertai pemberian kenang-kenangan dari rombongan yang diwakili oleh bapak dosen kepada mbak Alda.

Setelah itu kami pun langsung meluncur menuju Monumen Pers Nasional setelah makan siang dan sholat dhuhur. Di sana kami belajar banyak mengenai sejarah pers di tanah air. Dengan dipandu oleh petugas museum kami diajak mengelilingi dan diberi penjelasan mengenai museum pers ini. Kami menyempatkan diri untuk berfoto dan bertanya kepada petugas mengenai museum dan sejarah perkembangan pers.

Banyak hal dan ilmu kami dapatkan dari perjalanan tersebut. Selain sebagai rekreasi, juga sebagai wahana belajar dan menambah wawasan mengenai jurnalistik. Sehingga kami lebih mengetahui dan benar-benar mantab untuk menekuni bidang kepenulisan dan media sesuai jurusan yang sedang kami tempuh saat ini. Tetap jaya Solopos dan Kota Batik !!

#Soloensis

Tags: #Piknik

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
5 tahun lalu • 2" baca

Beberapa Point yang harus dilakukan di saat sedot wc

Anda harus memerhatikan beberapahal ketika akan menggunakan jasa sedot WC. Hal ini akan membuat Anda tidak mudah tergiur dengan penipuan. Setelah itu, ketika taha ppengerjaan, Anda juga harus memerhatikan tiap tahap pengerjaannya di bawah ini agar mendapat hasil yang maksimal. 1.      Janjian waktu proses pengerjaan Kalau Anda ingin pengerjaan proses sedot wc bisa berjalan lancar dirumah. […]

0 0
Hesty Salsabila
7 tahun lalu • 1" baca

Cerita Ku Hari Ini

Malam hari ini kita akan mendengar kisah kehidupan penjaga club di jakarta, dimana dirinya telah menjalani perkerjaan ini selama lebih dari 15 tahun. Dalam kurun waktu tersebut dirinya sudah mengetahui banyak sejarah diskotik terkenal di jakarta, namun semua saat ini sudah hanya tinggal kenangan seperti arti dibalik sebuah mimpi panjang. Saat ini dirinya telah pensiun […]

0 0
Dive Direktori
7 tahun lalu • 4" baca

Cara Meningkatkan Pencarian Website di Google

Hampir semua web master mengharapkan situsnya (website / blog) berada di halaman pertama ketika kata kunci (keyword) tertentu diketikkan di mesin pencari. Menurut sebuath riset, hanya 10% peluang pengguna mengklik halaman kedua. Sehingga berbagai macam cara, trik dan strategi dilakukan agar situsnya selalu tampil di halaman pertama. Divedigital.ID menawarkan jasa backlink authority untuk meningkatkan performa […]

0 0
ririndiahutami
11 tahun lalu • 3" baca

TANTANGAN UNTUK MENGHASILKAN KARYA?

Pengalamanku dengan Solopos berawal dari saya dipinang oleh seorang laki-laki yang usianya dua tahun lebih tua dari saya. Setiap hari suami selalu pergi ke kios koran untuk membeli beberapa koran termasuk koran Solopos. Dari situlah sedikit demi sedikit saya mulai membuka-buka koran tersebut. Awalnya hanya membuka kemudian membaca satu berita, dua berita, tiga berita, empat […]

0 0
fauzisukri
11 tahun lalu • 9" baca

Bersama Solopos

Mungkin akan terdengar aneh, kelak, atau barangkali cukup menakjubkan: menulis pengalaman berkoran cetak di suatu era yang cukup cepat bergerak ke media digital, dari paper society ke paperless society. Memang sudah cukup banyak yang meramalkan, mesti sungguh belum begitu yakin apalagi diyakini penuh, bahwa era media cetak sudah menjelang nasib senjakala. Abad 18, dan khususnya […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan