Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Perbedaan Yang Menyatukan

25 Mar 2024 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

•–•

 

Namaku Lila. Aku tinggal di Totosari, kota Surakarta. Waktu umurku sekitar 9 tahun, ada anak baru yang pindah ke kampungku. Namanya Mia.

Dia asalnya dari Majalengka. Dia seumuran denganku jadi tinggi kami juga sama. Rambutnya lurus sebahu dan kulitnya agak gelap. Mia punya adik yang kira-kira umurnya beda 3 tahun sama dia. 

 

 

Dulu aku temenan sama Mbak Dina dan Mbak Fila. Rumah mereka berdua deket sama rumah baru Mia. Jadi mereka udah lumayan akrab. Sedangkan aku? ngobrol sekali pun ga pernah.

 

Selang beberapa hari setelah Mia pindah kesini, aku mulai dikenalin ke Mia oleh Mbak Dina dan Mbak Fila. Mia orangnya agak pendiam jadi susah kalau mau akrab.

 

Dulu aku agak benci sama dia. Soalnya tiap diajak ngomong dia jawabnya singkat banget. Kan jadi males mau ngobrol sama dia. Apalagi muka dia juga keliatan judes. Kaya orang yang ga pernah senyum.

 

Dia pernah ga sengaja nyenggol aku. Disitu aku mikir kalau dia sengaja nyenggol aku. Terus aku jadi makin benci sama Mia.

 

Tiap aku ketemu sama dia, aku selalu pasang tampang yang sirik. Kalau dia menyapa, aku ga nyapa dia balik.

 

 

Sampai di suatu hari waktu aku mau TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) di Masjid. Mia juga ikut datang ke TPA. Disitu Mia kurang lancar baca huruf Hijaiyah. Dia juga kurang lancar mau ngobrol sama orang lain. Apalagi minta tolong ke kakak pembinanya.

Karena aku kasian sama Mia, aku nawarin buat ngajarin dia. Selama aku ngajarin dia, aku coba ajak dia ngobrol. 

Ternyata Mia jadi pendiam karena cara berbicara masyarakat di sini berbeda dengan tempat asalnya. Jadi dia kesusahan beradaptasi.

 

Aku jadi merasa bersalah karena sering berpikiran buruk tentang dia. Aku Pun memberanikan diri untuk meminta maaf “Mia, aku minta maaf ya” 

Mia bertanya “Kenapa?”

“Aku sering mikir hal buruk tentang kamu, padahal kamu ga salah apa-apa.” Aku coba menjelaskan kesalahanku.

“Yaudah gapapa kok, asal jangan ulangi lagi yaa”

 

 

Lama kelamaan aku sama Mia mulai jadi deket. Mulai dari berangkat TPA bareng. Sampai main bareng tiap hari. Bareng Mbak Dina dan Mbak Fila juga mestinya.

Tapi sayangnya, Mia ngga menetap di kampungku. Setelah sekiranya 2 tahun, dia pindah ketempat lain. Tapi, dia pindahnya ga terlalu jauh dari rumahku. Jadi aku tetep bisa main sama Mia.

 

 

Sayangnya aku dan Mia udah ngga berhubungan lagi sejak dia pindah. Aku juga ga pernah main sama Mbak Dina dan Mbak Fila lagi. Tapi, kenangan saat aku main bareng mereka ga akan pernah hilang.

 

 

 

Jadiiii jangan menilai orang dari luarnya aja yaa. Meskipun dia keliatan judes ataupun galak, belum tentu sifatnya juga sama. Begitu juga sebaliknya. Orang yang kelihatan baik diluar, belum tentu baik juga didalam.

 

Jangan suka berprasangka buruk juga yaa.

 

•–•

 

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan