Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

TETESAN TOLERANSI

30 Mar 2024 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Hai perkenalkan nama saya nana, saya ingin bercerita sedikit tentang kehidupan saya di antara 2 keluarga yang berbeda agama yaitu agama Islam dan Kristen. Dulu ibu saya beragama Islam tetapi setelah itu beliau memilih untuk menganut keyakinan agama Kristen karena akan menikah. Saat itu ibu saya beragama Islam kemudian menikah dengan bapak saya yang beragama kristen. Pada zaman ibu dan bapak saya melakukan pernikahan beda agama itu diperbolehkan. Setelah orang tua saya menikah, ibu saya memantapkan hati untuk berpindah ke agama ke Kristen. 

Orang tua saya sama-sama 7 bersaudara. Ibu saya anak ke-2 dari 7 bersaudara, sedangkan bapak saya anak ke-4 dari 7 bersaudara. Orang tua saya dikaruniai 3 anak, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan, yaitu saya. 

Waktu saya kecil saya belum menyadari bahwa keluarga antara orang tua saya itu berbeda agama. Sebenernya saya juga sering sekali main dikeluarga ibu saya, dan saya juga sering melihat tante saya sedang sholat. Tapi disitu saya masih anak kecil, jadi bertanya-tanya “ini tante baru ngapain si” tidak taulah saya, saya merasa diri saya yang dulu sangat tidak tau apa-apa. Tetapi setelah saya beranjak remaja, saya yang sudah bersekolah dijenjang SD, mendapatkan pelajaran agama dan mempunyai teman yang berbeda agama. Seperti islam, katholik dan Hindu. 

Dari situ saya mulai menyadari bahwa keluarga saya yang dari pihak orang tua saya itu berbeda. Keluarga ibu yang meyakini agama Islam dan keluarga bapak yang meyakini agama kristen. Saya juga tahu dari acara-acara besar seperti bulan puasa, lebaran, dan natal yang dilakukan keluarga ibu dan bapak. 

Walau keluargaku dan keluarga dari pihak bapak berbeda keyakinan dengan keluarga ibu saya, itu bukan menjadikan penghalang dan masalah bagi kita untuk saling mendekatkan diri. Kita saling menghargai dan menghormati satu sama lain walau berbeda keyakinan.

     Pada waktu hari besar agama Islam (Hari Raya Idul Fitri) saya dan keluarga saya ikut keluarga ibu saya untuk merayakannya. Pada Hari Raya Idul Fitri pada tahun lalu adanya virus corona di Indonesia. Pada bulan juni tahun 2019, tepatnya tanggal berapa saya lupa.

Hari pertama pada Hari Raya Idul Fitri, suasana pagi hari yang sangat menyejukkan. Matahari yang menyebarkan sinarnya seakan ingin berbagi sebuah kebahagiaan yang membuat pagi kami menjadi sangat indah, kami sekeluarga besar sudah mulai berkumpul di teras rumah kakek saya dengan penampilan rapi. Yang perempuan memakai mukena dan yang laki-laki memakai baju koko dan sarung. Mereka mau menunaikan sholat Ied yang diadakan di tempat yang sangat luas. Saat mereka menunaikan sholat Ied, saya di rumah menata makanan atau snack. 

Setelah mereka selesai menunaikan ibadah sholat Ied dan berganti pakaian. Saya dan keluarga saya melakukan sungkem atau bisa dikatakan saling meminta maaf jika ada kesalahan atau apapun yang dilakukan terutama kepada yang lebih tua dan sepantaran. Setelah itu kita pergi ke rumah saudara yang masih 1 garis keluarga. Kita disana melakukan sungkem dan makan bersama. Tak lupa juga kita ziarah kepada leluhur.

Singkat cerita sudah hari raya Idul Adha, keluarga saya juga diberi daging qurban. Kita juga melakukan bakar-bakar bersama, ada daging sapi, daging kambing, sosis, dan lain-lain. 

Waktu kami sekeluarga merayakan hari natal pada tanggal 25 Desember kita juga saling berbagi. Orang tua saya mengundang kerabat dekat walau berbeda keyakinan. Pagi itu pada tanggal 25 Desember kami sekeluarga pergi ke gereja pada pukul 07.00 untuk menunaikan kewajiban sebagai umat Kristen yaitu ibadah pada saat hari Natal. Pulang dari gereja banyak kerabat yang datang untuk berkumpul bersama merayakan hari natal. Saat malam hari tiba keluarga saya berkumpul untuk melakukan bakar-bakar sebagai bentuk saling menghormati walau berbeda keyakinan.

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan