Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Kasultanan Pajang Tak Pernah Lekang

Alifah Ayuthia G
31 Okt 2018 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Di Kota Surakarta tepatnya di Kelurahan Pajang menyimpan cerita sejarah di dalamnya. Terdapat petilasan Keraton Pajang yang masih berdiri hingga saat ini. Kasultanan Pajang atau Kerajaan Pajang merupakan Kerajaan Islam yang berdiri sebagai penerus Kerajaan Demak.

Kini kerajaan Pajang hanya tersisa batas – batas fondasinya saja yang terletak di perbatasan Sukoharjo dan Surakarta. Kerajaan Pajang dipimpin oleh raja pertama yang bernama Mas Karebet yang berasal dari Pengging, desa di lereng gunung merapi sebelah tenggara. Mas Karebet adalah anak dari penguasa Pengging terakhir Handayaningrat. Mas Karebet memiliki nama lain, yakni Jaka Tingkir. Nama Tingkir sendiri ialah tempat dimana Mas Karebet dibesarkan. Sebagai Raja Pajang, Jaka Tingkir bergelar Sultan Hadiwijaya. Gelar itu disahkan oleh Sunan Giri.

Dahulu Kasultanan Pajang memiliki wilayah yang sangat luas, namun kini hanya tersisa petilasannya saja. Hal ini disebabkan karena Kasultanan Pajang sudah lama berdiri dan kini wilayahnya sudah menjadi perkampungan. Namun ada juga yang berpendapat bahwa hilangnya Kerajaan Pajang disebabkan karena terbakar.

Dan walaupun tempatnya berada di pedalaman namun masih ada orang – orang yang berminat mendatangi petilasan Keraton Pajang, ada yang berniat untuk mengadakan ritual maupun hanya berkunjung saja. “Ya kalau malam Jumat ada tamu – tamu, kebanyakan ada orang yang ritualan, berdoa ya minta sama Gusti Allah, sini cuma jadi perantara saja.” Tutur Slamet Rahayu, Juru kunci Kasultanan Pajang.

Tamu – tamu yang datang berkunjung ke Petilasan Keraton Pajang juga berasal dari berbagai daerah, hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Ibu Slamet Rahayu. “Kalau malam Jumat pasti ada tamu – tamu, ya dari lain – lain daerah, ada Semarang, Jogja, Jakarta” ungkap beliau.

Tidak hanya itu Kasultanan Pajang juga memiliki agenda rutin yang dilaksanakan setiap tanggal 1 Suro. “Ya kalau 1 Suro itu ada acara ganti payung, dikirabkan. Kemarin itu malam 1 suro mulai jam 4 sore sini sudah rame – rame, orang 500-an kurang lebih.” Ungkap Slamet Rahayu.

Apabila pada tanggal tersebut masih ada orang yang ingin memberi dana / menyumbangkan dana, maka diadakan grebeg desa, wayangan. Selain malam 1 Suro, masih ada kegiatan lain yang dilaksanakan disana, diantaranya menggelar acara Maulid Nabi Muhammad.

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan