Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

GAWAT, Ini SIFAT ASLI DARI MAS BRAM yang bikin kaget!!

12 Mar 2024 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

~====================================~

  Halo semuanya kenalin nama aku Muhammad Brilliant Aulia Maliki bisa dipanggil Brilliant, aku dari SMPN 3 Surakarta. Disini aku mau nyeritain kalian tentang pengalaman toleransi keberagaman yang ada di lingkungan ku yang pastinya seru dan menarik. Langsung saja ke ceritanya…

~====================================~

  Aku tinggal di daerah Karangasem RT 02 RW 03 Laweyan kota Surakarta, di lingkungan ku terdapat banyak sekali keberagaman mulai dari keberagaman budaya,agama,ras, atau yang lainnya. Salah satunya adalah tetanggaku yang bernama mas Bram, ia berasal dari Kupang Nusa Tenggara Timur dan beragama Katolik. Mas Bram memiliki kulit yang berwarna coklat, berkumis dan berjenggot agak panjang, memiliki alis tebal, mata tajam,memakai kacamata, dan sering menggunakan cincin batu akik. Ia memiliki dua ekor anjing yang berwarna coklat, dan dia bekerja sebagai tukang bengkel. Dari penampilannya agak mirip dengan master Limbad sih, tapi versi berkacamata.

(Gambar artis Indonesia master Limbad)

   Meskipun demikian tetapi mas Bram tidak segan segan untuk membantu dan aktif di lingkungan ku yang kebanyakan masyarakat nya berasal dari Jawa dan mayoritas Muslim.

  Mas Bram pernah ikut membantu membersihkan jalan, gotong royong mengecat jalan saat menjelang hari kemerdekaan Republik Indonesia. Lucunya lagi saat lomba 17 Agustusan para bapak bapak ada acara lomba sepakbola tapi harus memakai daster, disana mas Bram pun ikut memeriahkan juga. Dari awalnya yang terlihat ganas berubah menjadi jadi lucu, karena memakai daster.Bahkan ada yang sampai memakai kerudung.

(Lomba 17an di RT 02 RW 03)

  Nah, pada saat bulan Ramadhan, lingkungan ku kan banyak yang Muslim jadi kami membuat acara Buka Bersama, yang non muslim pun diajak Bukber. Saat hari raya idul Fitri, aku mampir ke rumahnya mas Bram, ehh tau taunya aku dikasih uang fitrah loh. Pada saat hari raya idul Adha, kami bergotong royong mempersiapkan segala sesuatu untuk penyembelihan hewan kurban. Mas Bram dengan senang hati membantu mengangkat lah, memanjat lah, sampai dengan menjaga kendaraan saat kami sholat Ied.

 Adegan serunya muncul saat kami selesai shalat, kan kami menyembelih hewan kurban, ada kambing dan sapi. Kambing selesai disembelih sekarang gantian sapinya, saat giliran sapi yang terakhir yang paling besar, sapinya NGAMUK alias memberontak, disana orang orang pada lari,lalu bapak bapak dan mas Bram bersatu dengan sekuat tenaga untuk menjatuhkan sapi tersebut. Aku disana juga ikut membantu loh, tapi cuman bantu lari sama teriak aja sih, hehe.

(Ilustrasi gambar sapi putih yang ngamuk)

  Begitu juga sebaliknya, saat umat Katolik dan Kristen merayakan hari raya natal, di sana kami no segan segan untuk mengucapkan selamat natalan.

 Berkat perbedaan inilah yang membuat aku merasa senang dan bangga, jika kita mampu menyikapinya dengan baik.

÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷

 Teman teman, dari cerita pengalamanku tadi terdapat hikmah yang terkandung didalamnya yaitu “hargailah segala perbedaan yang ada, karena adanya perbedaan adalah cara kita untuk bersatu”. CMIWW 😉

÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan