Solopos selalu mengiringiku disetiap karyaku

Solopos selalu mengiringiku disetiap karyaku

Solopos, Koran langganan ayah saya dari dulu saya kecil. Koran yang menurut saya begitu menginspirasi, tak hanya disajikan berita, tapi juga hiburan. Bahkan saya sejak SD suka sekali membaca cerita yang ada di Solopos, terutama cerita Jon Koplo yang sunggu menarik. Saya selalu tersenyum sendiri ketika membaca cerita tersebut.
Tapi dengan Solopos, saya bisa menikmati kehangatan keluarga yang tak tergantikan. Kadang mengisi TTS bersama, atau membaca cerita Jon Koplo bersama, mencari perbedaan dua gambar, mengomentari berita bola dan olahraga lain dan hal tersebut sungguh mengasyikkan. Padahal kalau dilihat sangat sederhana, tapi saya benar-benar berterimakasih kepada Solopos, apalagi dengan adanya halaman khusus untuk anak dan remaja, sungguh membuat saya dan orang tua saya semakin erat. Orang tua saya, terutama ibu, sering bercerita tentang apa yang ada di Solopos dan itu salah satu kegiatan yang sungguh mengasikkan yang saya lakukan dengan orang tua saya.
Sejak saat itu akhirnya saya ingin jadi wartawan dan penulis hebat. Maka dari itu saya sejak SD sampai SMA suka sekali membaca, apalagi berita update dari Solopos. Bahasanya yang mudah dipahami membuat saya mudah mendapat informasi dan bahkan inspirasi untuk membuat tulisan yang baru. Saya terus belajar dan belajar sampai kadang saya mengulang-ulang membaca beberapa artikel di Solopos untuk mempelajari kerangka sebuah artikelnya.
Dan kesempatan untuk jadi wartawan terbuka ketika saya di bangku SMA. Saya dapat info dari senior saya yang seorang wartawan siswa bahwa solopos mengadakan pemilihan wartawan siswa untuk tahun itu. Saya awalnya ragu, tapi tak ada salahnya untuk mencoba. Akhirnya saya dan salah satu teman sekelas saya mengikuti seleksi untuk menjadi wartawan siswa dengan mengirim artikel. Karena saya saat itu sekolah di SMA berbasis Islam dan diharuskan asrama, maka kendaraan yang ada saat itu cuma sepeda ibu-ibu berwarna pink milik tetangga sekolah. Padahal sekolah kami berada di Semanggi dan jaraknya cukup jauh jika naik sepeda. Akhirnya kami nekat saja, waktu itu kami mengirim di siang yang sangat terik dan sampai di kantor Solopos dengan baju yang basah karena keringat dan bingung mau diberikan kepada siapa artikel kami, akhirnya kami titipkan ke satpam Solopos. Kami mengira waktu itu satpamnya tegas dan galak, tapi ternyata ramah. Saat kami menitipkan artikel kepada satpam, satpam tersebut bersedia dengan senang hati membantu kami.
Lalu beberapa hari kemudian artikel saya dan teman saya lolos, dan mendapat undangan untuk mengikuti seleksi dan pembekalan lebih lanjut. Dan saat itu hari sabtu, kami berangkat ke kantor Solopos lagi dengan sepeda pink itu. Dan saat itu saya bertemu banyak sekali teman dan kenalan baru. Ada yang dari Klaten, Sukoharjo, beberapa daerah Solo yang lain. Dan yang paling berkesan adalah ketika acara pembekalan sebelum test terakhir. Disitu saya dan teman-teman mendapat banyak sekali pencerahan tentang bagaimana menulis, bagaimana menjadi wartawan yang hebat, dan menjadi penulis yang handal. Dan juga diberitahu tentang apa tugas seorang wartawan mahasiswa. Mungkin karena kelelahan bersepeda, saya dan teman saya tadi sudah tak punya kekuatan untuk mengajukan pertanyaan. Padahal dibenak saya, masih banyak sekali pertanyaan yang ingin saya ajukan. Tapi apa boleh buat, karena terlalu lemas jadi seperti itu.
Walaupun akhirnya tidak lolos, tapi Solopos selalu memberikan banyak hal yang membuat saya selalu ingin menulis dan berkarya lewat tulisan, walaupun saya bukan orang yang kuliah di bidang jurnalistik ataupun sastra. Tapi keinginan menjadi penulis selalu tetap ada. Dan sampai sekarang saya tetap berusaha menjadi penulis dengan menulis apa yang ada dipikiran saya dan akan tetap selalu menulis.
Terima kasih untuk Solopos, telah memberi inspirasi untuk saya dari kecil. Terima kasih untuk TTS, cerita anak, cerita remaja, Jon Koplo, Tom Bembus dan kawan kawannya, cerita yang indah bagi saya. Selamat ulang tahun Solopos yang ke-18. Selalu beri kami semua inspirasi dan berita bermutu dengan tulisan Solopos yang begitu hangat.
#soloensis

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan