Tetap Berteman Walau Berbeda Agama

20230401_174042

Tetap Berteman Walau Berbeda Agama

Halo teman-teman. Nama Saya Ari Zannuar. Saya berumur 16 tahun.

Saya beragama Islam. Saya tinggal di Desa Soko, Sukoharjo yang mayoritas beragama Islam. Namun, ada juga keluarga temanku yang beragama Kristen.

Suatu hari aku bermain dengan temanku yang beragama Kristen, yaitu Joseph di kosnya. Sebenarnya Joseph bukan asli dari Desa Soko tempat aku tinggal. Tetapi, dia pendatang baru dari Tasikmalaya yang pindah ke Desa Soko. Dia pindah karena ayahnya bekerja di Sukoharjo sebagai PNS.

Joseph dikenal sebagai teman yang baik oleh kami. Walaupun dia berbeda agama, dia tetap bermain bersama kami. Dan sebaliknya kami juga tidak membeda-bedakan teman yang berbeda agama.

Saat hari, pada Jumat, aku bermain ke rumahnya untuk bermain Play-Station. Saat itu, Joseph mengajak saya untuk bermain bersama.

Kami sangat asyik bermain bersama hingga berjam-jam karena kita saling mengalahkan satu sama lain hingga ada yang menang. Saat jam di dinding mulai memasuki jam sebelas siang, Joseph memperingatkan saya untuk Salat Jumat. Akhirnya saya berterima kasih kepadanya karena sudah mengingatkan waktu saya dan saya segera pulang untuk bergegas menuju ke masjid.

Setelah Salat Jumat selesai, saya pulang dan tidur untuk mengisi tenaga karena sore nanti saya berjanji bermain bola bersama teman-teman lainnya.

Saat waktu sore tiba dan setelah saya bangun tidur sekitar jam setengah 4, saya segera menuju ke lapangan karena pasti teman-teman saya sudah menunggu saya.

Saat ingin memulai bermain bola, ternyata tim saya kurang satu pemain dan harus mencari teman lagi. Ternyata tanpa disengaja, saya melihat Joseph bersepeda mengelingi lapangan. Akhirnya karena tim saya kurang, saya mengajak Joseph untuk bermain bola bersama-sama. 

Akhirnya kita bergembira bermain bersama-sama hingga selesai bermain bola sekitar jam setengah 6 sore. Saya lega karena Joseph bersedia membantu saya. Itulah gunanya berteman.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan