Bergabung untuk menulis & berinteraksi

#damai

Semua artikel dan ulasan seputar #damai.

4
Artikel
0
Pengikut
4 tahun lalu • 2" baca

Aku dan Teman Non Muslim Ku

Dunia ini sungguh beragam, termasuk soal keyakinan dan agama. Sudah semestinya kita saling menghargai dan menghormati, sebagaimana diajarkan oleh agama. Tetapi, tak salah mencari tahu mengenai ajaran agama lain. Itulah yang terjadi dalam percakapan antara pria non-muslim bernama Arkan dengan seorang muslim bernama Nicky Dalam suatu percakapan si Arkan  menanyakan makna dari Alhamdulillah. Dari situlah perbincangan itu dimulai Sebelum bertanya, Arkan sudah mencari arti Alhamdulillah melalui Google Search. Tapi, dia masih belum tahu Arti kata tersebut Apa maksud Alhamdulillah?” Saat itu Arkan bertanya kepada Ku “ Teman apakah kamu mengetahui apa artinya kata Alhamdulillah?, aku sudah carinya lewat Google tapi tidak menemukan jawaban yang pas,” Aku pun menjawab “ Alhamdulillah artinya segala puji bagi Allah. Muslim sering menggunakannya ketika mereka bersyukur atas apa yang mereka dapatkan,” Ujar ku kepada Arkan Akan menjawab dengan sopan, “. Terima kasih! Kata-kata yang indah dari seorang yang religius. Apakah maksud dari ‘As-Salaam-Alaikum’? Tak lama setelah itu, Arkan bertanya lagi kepada ku tentang Assalaamulaikum. Kali ini Arkan sepertinya sudah mendapatkan jawaban tentang arti salam tersebut. “ Aku suka salam ini ketika aku bertemu denganmu As-Salaam-Alaikum,” ujar Arkan Aku menjawab, “ Benarkah? Aku juga! Kamu tahu artinya?” Arkan menjawab tapi dengan keraguan, “ Itu artinya semoga keselamatan untukmu? atau untuk kalian, Aku tidak yakin. Aku Menjawab “Yah, benar. Itu keselamatan untukmu”. Lalu Arkan mengucapkan terima kasih karena saya sudah mau menjawab pertanyaan nya. Dan aku berpesan kepada nya “Arkan kita tetap menjadi teman selama nya walau Agama dan keyakinan yang memisahkan, jangan putus pertemanan hanya karena perbedaan Agama” Itu lah kisah saya Terima kasih   Karya NICKY (SMK Negeri Ngargoyoso)

0 0
sholahuddin
10 tahun lalu • 5" baca

Jurnalisme itu Mendamaikan…

Akademisi dari Norwegia, Johan Galtung, mengkritik media, khususnya pemberitaan media dalam situasi konflik/perang. Gavilan (2011) menulis bahwa Galtung melalui artikelnya The Structure of Foreign News pada 1965 mengemukakan media berkontribusi terhadap polarisasi konflik melalui penggunaan beberapa orientasi bahasa. Peneliti di bidang konflik dan perdamaian itu menyebut media yang memicu polarisasi masyarakat itu sebagai jurnalisme perang […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan