Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Toleransi Si pendiam dan Si periang

01 Apr 2023 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Sekitar tahun 2019 saya dan ke empat teman saya duduk di bangku SMA salah satu sekolah di Solo. waktu itu sedang popular aplikasi untuk cek kepribadian dikalangan masyarakat, banyak orang mulai mengklasifikasikan dirinya masuk tipe MBTI yang mana apakah extrovert atau introvert tidak terkecuali bagi saya dan ke empat teman saya. Kami melakukan beberapa kali tes di beragam platform dan hasilnya dari lima orang hanya saya yang berkepribadian extrovert dan keempat teman saya adalah introvert.

Pada saat itu kami masih memiliki pemahaman bahwa seorang extrovert cenderung outgoing, talkaktive, energetic, dan banyak teman. Sedangkan introvert cenderung pendiam, tertutup, enggan berteman, dan kurang seru. 

Sehingga seringkali kami mengalami perdebatan seperti kurangnya waktu berkumpul karna terkadang saya sudah memiliki acara lain atau berkumpul bersama teman yang lain. Begitu juga sebaliknya kadang saya merasa kesal jika mereka sudah berada didunia mereka sendiri dan kurang memperhatikan sekitar. 

Terkadang kami saling menyalahkan atau saling iri terhadap kepribadian kami satu sama lain. Seperti mereka ingin bisa bersosialisasi dan berkumpul dengan banyak orang tanpa kelelahan atau terkuras energinya, sedangkan saya juga terkadang ingin memiliki pembawaan yang tenang dan lebih santai.

Tak lama berselang saya memiliki pemahaman baru mengenai kepribadian extrovert dan introvert. Menurut yang saya baca Introvert dan extrovert mulai dikenalkan dan dijelaskan oleh Carl Gustav Jung dalam bukunya yang berjudul psychologist typen, rascher verlag, zurich. Jung menjelaskan bahwa manusia itu punya suatu mekanisme yang disebut dengan sikap jiwa, yaitu oreintasi pilihan seseorang dalam mengisi kembali energi dalam dirinya. Menurut Jung tipe dari cara orang mengisi itu berbeda beda. Yang mengisi dengan orientasi kedalam itu introvert dan yang mengisi dengan orientasi keluar itu extrovert. 

Jadi, introvert extrovert bisa sama sama cerewet, sama – sama pendiem, bisa sama – sama ga banyak temen, bisa sama – sama banyak temen. Yang membedakan adalah, ketika mereka butuh untuk nge-cas,  si tipeI introvert pergi menyendiri (menyepi, ke gunung, nonton) sementara si tipe extrovert bertemu dengan orang lain, untuk mendengar,berdiskusi, ikut seminar, ikut kepanitiaan atau organisasi, dll. 

Dan sepengamatan saya memang seperti itu ada teman organisasi saya orangnya supel, cerewet pandai bergaul bahkan menjadi ketua angkatan padahal dia adalah seorang introvert, dia juga mengatakan biasanya setelah melakukan banyak kegiatan yang menguras energy sosialnya, dia akan menyiapkan waktu untuk sendiri me-recharge energinya kadang dia tidak akan keluar rumah selama beberapa hari untuk memulihkan energinya. Ada juga teman saya yang jarang berbicara cenderung pemalu padahal dia adalah seorang extrovert tetapi hampir disetiap perkumpulan atau main bareng dia selalu hadir karena dia akan menyerap energy yang dikeluarkan teman – temannya yang lain kemudian diserap kedalam dirinya  sehingga dia lebih bersemangat.

Pemahaman inilah yang ingin saya bagikan ke teman – teman saya bahwa mereka juga bisa memiliki banyak teman dan bersosialisasi dengan banyak orang. Karna tipe extrovert introvert ini bukan bermaksud mengkotak – kotakan manusia, bukan juga untuk menilai baiknya seperti apa, cocoknya dengan pekerjaan apa, ataupun berteman dengan siapa. Tetapi jadi referensi diri sendiri kita harus bagaimana jika sedang butuh energy untuk jiwa apakah dengan menyepi atau berdiskusi, ini hanya soal dari mana sumber psikis itu datang. 

Jadi saya harap perbedaan karakter ini tidak menghalangi hubungan kita satu sama lain dan kita dapat menghormati juga memahami perbedaan yang ada dalam diri kita masing – masing. Begitu pula dalam bermasyarakat kita akan menemui bergam karakter, budaya, agama, suku dan ras dalam hal ini kita harus siap menghargai perbedaan yang ada.

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan