Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Toleransi dipondok pesantren

13 Apr 2023 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Tahun 2018 pada saat dipondok , disekitaran komplek pondok banyak penduduk muslim dan juga banyak non muslim. Kami semua hidup berdampingan. Tetapi kita saling menghargai dan saling support terhadap agama masing masing. Kita semua satu bangsa harus saling menjaga dan menghargai.

Jadi pada tahun 2018 aku masih pondok pesantren disalah satu pondok pesantren di Jawa timur yaitu pondok pesantren gading Mangu.tujuan saya mondok untuk harapan saat lulus nanti menjadi pribadi lebih alim dan dekat dengan Tuhan serta bisa membuat bangga kedua orang tua karena bisa mewujudkan keinginan kedua orang tua menjadi santri dan menjadi lulussan yang lebih faham terhadap agama. Banyak yang berbeda antara kehidupan dipondok dan diluar pondok. Biasanya saya bisa melakukan semua saya tanpa ada aturan sedangkan dipondok semua ada aturan, dari bangun tidur, tata cara perilaku termasuk bicara. Semua ada aturannya supaya bisa menjadi karakter pribadi yang lebih baik. Dipondok juga di ajarkan ilmu-ilmu agama yang saya belum dalami, dan bahkan yang saya belum tau. 

Pondok pesantren Gading Mangu merupakan salah satu pondok pesantren besar yang ada di Jawa Timur. Sehingga banyak murid dari luar Jawa Timur bahkan luar pulau Jawa. Banyak perbedaan karakter yang mereka bawa dari daerahnya. Namun perbedaan itu tidak menjadikan kita saling menjauh, namun menjadikan kita saling dekat karena bisa belajar satu sama lain.

Pondok Gading mangu Jombang ini juga berlokasi bersebelahan dengan komplek penduduk non muslim. Akan tetapi kita saling menghargai saling support terhadap agama masing masing dan mereka juga

tidak merasa terganggu dengan kegiatan pondok. Warga pondok pun juga selalu menjadi sopan santun dengan penduduk setempat yang non muslim. Bahkan di jam istirahat kita juga ikut membeli dagangan orang non muslim sebagai bentuk saling support satu sama lain. Bahkan pada saat pondok melakukan renovasi masjid dan bangunan pondok, mereka warga non-muslim pun ikut membantu kegiatan renovasi. 

Walaupun beda keyakinan dan cara beribadat, tetapi tidak menjadikan perpecahan satu sama lain. Justru timbul rasa menghormati satu sama lain dan saling mendukung kegiatan satu sama lain tanpa mengganggu. Hidup berdampingan dengan damai itu lebih indah. 

 

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan