- Recap Lintas Demonstrasi Mei di UNS Solo pada 8 Mei 1998oleh verdiansyah hernyana
- Di Balik Bangunan Tua Benteng Vastenburgoleh Fatimah Az Zahra
- Menengok Kembali Demonstrasi Mahasiswa Solo 1998oleh Daffa Fauzan
- Kilas Balik: Bentrokan Mahasiswa UMS dan Aparat, 7 Mei 1998oleh Fatimah Az Zahra
- Perizinan Bangunan yang Sering Dianggap Remeh, Padahal Bisa Bikin Repot di Kemudian Harioleh Mashudi Ali
- Recap Lintas Demonstrasi Mei di UNS Solo pada 8 Mei 1998
Arsip Tag: saling menghargai
Harmony in Silence
Di suatu sudut rumah yang tenteram, di tepianTangerang, terukir kisah indah dari sebuah keluarga. Damardan Kartika, sepasang suami-istri, memimpin kehidupanmereka dengan damai dan sejahtera, ditemani oleh keduaputra mereka yang telah melangkah ke bangku SMA. Kartika,seorang wanita keturunan Bali yang telah menganutkepercayaan Hindu seja kecil, memimpin perjalanan spiritualnya dengan penuh kegigihan. Saat Damar, seoranglelaki dari Semarang dengan latar belakang kepercayaan yangberbeda, memasuki kehidupan Kartika melalui ikatanpernikahan, Kartika dengan tulus menerima dan bahkanmemeluk kepercayaan suaminya, Islam. Saya Ayesh, sebagai keponakan Damar yang merupakankakak laki–laki dari Ibu saya, saya menjadi saksi perjalananindah keluarga ini dan melihat betapa keberagaman keyakinanmenjadi ujian dan pelajaran berharga bagi mereka. Saatkeluarga ini berencana untuk mengunjungi rumah mertuaDamar di pulau Bali ketika cuti bersama tiba, merekadihadapkan pada perayaan Nyepi, Hari Raya Hindu yangdihormati dengan diam total. Walaupun Damar bukanpenganut Hindu dan Kartika telah memilih mengikutikeyakinan suaminya, mereka bersama kedua putra merekatelah berkomitmen untuk menghormati tradisi keluarganyayang akan merayakan Hari Raya Nyepi. Malam sebelum perayaan Nyepi, kekhawatiran munculdi hati Nenek, mertua Damar. Nenek khawatir bahwakeluarga Damar tidak akan tahan menjalani satu hari penuhdiam, puasa, serta berbagai aturan yang telah ditetapkansesuai amanat Nyepi. Dengan penuh kepedulian, Nenekmenawarkan alternatif seperti menginap di hotel, berkunjungke pantai, atau tempat rekreasi di Bali lainnya. Namun,dengan tulus, Damar mencoba meyakinkan mertuanya untukikut serta dalam meditasi sepanjang hari dengan penuh rasahormat dan tulus, mengingat tujuan mereka berkunjung untukmelepas rindu kepada keluarga bukan untuk pergi berekreasi. Hari Nyepi tiba, dan keluarga itu bersama-samamerayakannya dengan diam total. Damar, Kartika, dan keduaputra mereka, meskipun tidak menganut agama Hindu,dengan rasa hormat dan penuh penghayatan, turut sertamenjalani tradisi ini. Di dalam kesunyian dan ketenanganNyepi, mereka merasakan bahwa keberagaman keyakinan dankepercayaan membawa kekuatan luar biasa yang memperkayadan mempererat ikatan keluarga mereka. Dalam diam Nyepi pada hari itu, terbentuklah harmoniyang mulai merajut perbedaan keyakinan menjadi keindahanyang mempersembahkan kisah toleransi dan cinta sejatimereka selama ini. Setiap detik dalam diam ini menjadicatatan indah, dan setiap langkah di dalamnya membentukpola cinta dan penerimaan. Saya, sebagai keponakannya yang beragama Islam,merasakan dan menghargai betapa keluarga ini menghadapiperbedaan keyakinan dengan penuh kedamaian dan ketulusan.Dalam setiap langkah mereka, terpancar pesan bahwakesatuan dalam keberagaman adalah anugerah, dan dalam setiap detik diam, mereka melangkah bersama, menjelajahi makna sejati dari harmoni dalam keberagaman keluarga yangpenuh dengan cinta dan ketenangan batin.
Toleransi dipondok pesantren
Tahun 2018 pada saat dipondok , disekitaran komplek pondok banyak penduduk muslim dan juga banyak non muslim. Kami semua hidup berdampingan. Tetapi kita saling menghargai dan saling support terhadap agama masing masing. Kita semua satu bangsa harus saling menjaga dan … Lanjutkan membaca
Takut
Saya mempunyai teman,sebut saja dengan samaran Handi.Dia dari SD selalu bermain dengan perempuan.Tidak hanya bermain dengan perempuan,dia juga bertingkah seperti perempuan,entah cara berjalannya,suaranya,serta kebiasaannya.Tingkahnya tersebut mendapatkan cemohan dari laki-laki yang merasa maskulin.Namun dia tidak menanggapi cemohan … Lanjutkan membaca
Toleransi : Kisah Klasik Namun Penuh Intrik
Bercerita mengenai toleransi, tentu beberapa kata sudah terlintas di pikiran mulai dari menghormati, menghargai, dan kata kata lain yang menjerumus pada kesetaraan dan keadilan. Namun, apakah memang toleransi sudah menjadi kenyataan atau hanya tetap menjadi kisah klasik yang kadang penuh … Lanjutkan membaca
Ditulis pada Ragam
Tag beragama, Indonesia, Keberagaman, literasi, saling menghargai, solidaritas, toleransi
Tinggalkan komentar