Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Sumpah Pemuda Bagian Tiga Adalah Kita

05 Apr 2023 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Indonesia merupakan negara yang kaya. Kaya akan Sumber Daya Alam, kaya akan kebudayaan, kaya akan suku, dan tentunya kaya akan bahasa. Mungkin tidak akan cukup waktu seumur hidup kita untuk memahami seluruh bahasa daerah yang tersebar di seluruh Nusantara ini.

Oh iya, sebelumnya perkenalkan namaku Adit dan aku dari suku jawa. Aku mulai menyadari betapa kayanya Indonesia akan bahasa daerah sejak menginjak bangku kuliah. Berbeda dengan bangku sekolah yang mana teman sekolahku tidak ada yang dari luar Jawa Tengah, apalagi teman yang di luar Pulau Jawa.

Waktu itu aku kuliah di kampus swasta yang ada di Surakarta, bagiku studi di bangku kuliah sangat penting untuk mengasah skill dan mencari relasi. Salah satu cara yang aku lakukan adalah bergabung dengan Radio Komunitas, disana aku menjadi Penyiar sekaligus Teknisi. Disitulah aku bertemu dengan teman temanku lintas pulau, lintas suku, dan tentunya lintas bahasa.

18 tahun aku hidup berkomunikasi dengan bahasa Jawa membuat masa masa kuliah saya menjadi berkesan karena bertemu dengan “saudara kita se indonesia” yang berbeda tempat tinggal. Ada yang dari Jambi, Riau, NTT, dan Kalimantan Selatan. Ketika aku mendengar mereka berbicara menggunakan bahasa daerah sangat seru, karena sebuah pengalaman baru dari aku bisa mendengar sesuatu yang asing di telingaku. Ada bahasa yang aku sangat asing tapi ada juga bahasa temanku yang aku cukup familiar, yaitu bahasa Melayu. Mungkin karena sering kudengar ketika keponakanku menonton serial Upin dan Ipin di stasiun televisi favoritnya. Pernah juga temanku yang belajar bahasa jawa kena marah sama dosen sepuh, karena menggunakan bahasa Jawa ngoko lugu yang mana seharusnya cukup digunakan untuk berkomunikasi dengan teman sebaya atau lebih muda. Waktu itu temanku tidak tahu kalau bahasa jawa ada tingkatan kesopananya, setelah itu dia kapok pakai bahasa Jawa ke orang yang lebih tua.

Sempat terlintas di pikiran saya bagaimana cara kita berkomunikasi kalau bahasa kita saja tidak sama. Disinilah Sumpah Pemuda poin ke 3 menunjukan “Kharsimanya”. Kita tahu bahwa kita punya bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia. Ada 1 hal yang menurut saya indah dari pertemanan kami, anak anak radio komunitas. Walaupun mayoritas adalah orang Jawa yang mana sehari hari menggunakan bahasa Jawa tetapi toleransi terhadap teman teman dari luar Jawa dengan memilih menggunakan Bahasa Indonesia dalam bergaul. Memang benar Bahasa Indonesia adalah Bahasa Persatuan. Namun dalam memanfaatkan “Kesaktian” bahasa persatuan ini perlu adanya toleransi. Apa jadinya jika masing masing dari kita mementingkan egonya untuk berkomunikasi menggunakan bahasa daerahnya sendiri sendiri ?

 

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan