Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Sahabat Saya Berbeda dengan Saya

25 Mar 2024 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

     Hallo teman- teman perkenalkan nama saya Marisa dari kelas 7H SMPN 18 Surakarta, Perkenankan saya untuk berbagi cerita dan pengalaman tentang hubungan kebersamaan antara saya dengan sahabat sayal. Pada waktu SD saya pernah mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan , yang berupa cemoohan dan kata – kata yang kurang pantas alias dibully yang berbau SARA. 

     Bahwa saya anak yang berketurunan Etnis Chinese dan kebetulan beragama Kristen, sedangkan saya bersekolah di SDN yang kebanyakan muridnya beretnis Jawa dan beragama Islam setiap hari saya dibully dan dikatakan anak Cina, anak Kristen tidak layak untuk dijadikan teman. (Tidak bermaksud untuk menjelekkan / mendiskrimminasikan Agama dan Etnis tertentu ) Kejadian itu berulang – ulang selama satu minggu. Sampai akhirnya saya pulang menangis dan tidak mau bersekolah disitu lagi. 

     Pihak sekolah sampai menanyakan mengapa saya tidak mau masuk sekolah selama satu minggu. Pada akhirnya pihak sekolah memanggil kedua orang tua saya untuk membahas kenapa saya sampai tidak masuk sekolah selama satu Minggu.

     Kemudian kedua orang tua saya menjelaskan panjang lebar perihal pembullyan dan kejadian yang kurang mengenakkan yang saya alami. Pihak sekolah mengambil tindakan untuk mempertemukan saya dengan teman – teman yang membully saya, untuk mencari jalan keluar atas permasalahan saya. Pada awalnya anak – anak yang membully saya tidak mau mengaku dan menolak untuk berdamai, tetapi pihak sekolah tidak putus – putusnya berusaha untuk meyakinkan, mendamaikan, memberikan pencerahan dan penjelasan tentang pentingnya semangat toleransi dan kebersamaan. Dan pada akhirnya mereka menerima perdamaian tetapi tidak dengan sepenuh hati.

     Hingga pada suatu saat ada tugas soal dari guru matematika yang sulit untuk dikerjakan anak – anak, sedangkan saya masih mampu dan bisa mengerjakannya. Kemudian  teman – teman yang membully saya berusaha untuk berdamai dan mendekati saya untuk belajar menyelesaikan soal matematika. Pada awalnya saya keberatan untuk berdamai dan mengajarinya, tetapi mereka terlihat tulus, bersemangat untuk berteman lagi dan belajar bersama lagi. Dan akhirnya saya setuju untuk berdamai dan mengajari mereka. Saya sadar bahwa di dalam ajaran Pendidikan Moral dan Agama manapun kita diajarkan untuk saling memaafkan dan mengampuni meskipun sangat sulit untuk dilakukan.

     Ada kalanya saya juga membutuhkan bantuan dari mereka untuk mengajari saya di mata pelajaran kesenian, karena saya kesulitan untuk belajar seni tari Jawa yang butuh keluwesan gerak. Mereka sangat jago dalam kesenian terutama di bidang seni gamelan dan seni tari. Hubungan kami lama kelamaan bertambah akrab.

     Akhirnya kami menjadi sahabat baik, saling membutuhkan dan melengkapi satu dengan yang lain. Kami menjadi sadar betapa sangat pentingnya Semangat Toleransi dan Kebersamaan. 

     Sampai sekarang kami menjadi teman baik walaupun sudah berpisah sekolah, kami masih tetap berkomunikasi, berbagi cerita, bercanda, tertawa dan kadang masih main bersama. Walaupun kami berbeda Etnis dan Agama tetapi kami saling menghormati dan saling membutuhkan satu sama lain sesuai dengan semboyan bangsa kita “ BHINNEKA  TUNGGAL  IKA “ berbeda – beda tapi tetap satu juga, satu saudara sebangsa dan setanah air yaitu NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.

     NB : Ayo teman – teman janganlah memilih dan memandang teman ataupun sahabat berdasarkan Warna kulit , Suku , Ras dan Agama karena sahabat sejati adalah tanpa syarat.  Tetap jaga Persatuan dan Kesatuan dengan mengedepankan Semangat Toleransi dan Kebersamaan untuk INDONESIA yang lebih baik.

     JAYA NEGERI KU, DAMAI INDONESIA KU

 

Nama lengkap: Marisa Dafina

Sekolah: SMPN 18 Surakarta

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan