Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

PERSAHABATAN BATU GUNTING KERTAS

20 Mar 2024 · 4" baca
WhatsApp Facebook Twitter

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Namaku Muhammad Brilliant Aulia Maliki, aku lahir pada tanggal 19 Maret 2011 di Karangasem RT 02 RW 03 Laweyan, Surakarta.

Aku mempunyai seorang sahabat yang sangat berharga bagi ku. Wayan Bagas Prawira namanya. Ia berasal dari Bali, sudah lama keluarganya pindah dan bermualaf di agama Islam.

Aku sering memanggilnya dengan sebutan “Bagong” karena plesetan dari nama nya yaitu Bagas. Begitu pula dia memanggilku dengan sebutan “Goyan” karena aku memiliki nama Brilliant.

Bagas sudah lebih dulu lahir dibandingkan aku. Ia lebih tua 2 tahun dariku, dan Bagas adalah anak terakhir. Kami berdua memiliki perbedaan yang agak mencolok yaitu aku memiliki kulit coklat, mata yang tajam dan bulat, dan hidung mancung. Sedangkan bagas memiliki kulit kuning cerah, mata agak sipit, hidung pesek dan rambut yang sedikit keriting.

Awal mula bertemu dengan Bagas, adalah di TPA. Aku yang saat itu berusia 5 tahun pertama kali pergi ke TPA. Rasa gugup dan malu sudah kurasakan “Mama mau puulangg” kalimat yang sering ku ucapkan waktu itu. Mendengar hal itu Bagas yang berumur 7 tahun menghampiriku sambil tersenyum. Dia menjulurkan tangannya dan berkata “kamu siapa?”. Mamah tersenyum manis menepuk pundakku agar aku menjawabnya. “Namaku Ian” jawabku dengan gugup.

Bertahun-tahun aku, Bagas dan teman teman yang lain mengaji. Kita semua sering kali bermain bersama saat TPA belum dimulai.Saat kami mulai menginjak kelas 4 atau 5 SD, aku Bagas dan teman teman bermain permainan yang bernama “pak epong”, entah siapa yang membuat nya tapi kami tak menghiraukan nya, kami asyik bermain.

Teman teman ku memiliki sifat, karakter dan asal yang berbeda beda dan berlawanan seperti permainan batu gunting kertas. Bagas memiliki sifat yang berani, suka penasaran, dan gegabah. Karena itulah aku merasa bermanfaat karena aku memiliki sifat cermat, ingin tahu, dan teliti.

Di tempat TPA ku, terdapat banyak perbedaan. Tapi kami selalu diajarkan untuk selalu menghargai setiap perbedaan. Sering kali TPA ku ikut acara lomba, pentas seni, dan olahraga.

( acara camping dan lomba pencak silat)

Saat aku berusia 10 tahun, Masjid kami sedang ada proyek untuk membangun sebuah aula di sebelah depan, kiri Masjid. Kami anak-anak TPA antusias membantu pembangunan, meski hanya membantu mengaduk pasir dengan semen. Lucunya lagi kami anak-anak TPA di izinkan untuk bermain bersama, tapi tidak di area pembangunan karena berbahaya. 

Pak Teguh Wibawa selaku pemimpin Masjid meminta kami naik gerobak pengangkutan, kami langsung lari menuju gerobak dan berharap mendapat tempat yang paling depan. Kami dibawa berkeliling mengunakan gerobak sambil bercanda ria dengan Pak Teguh yang sangat ramah.

( keliling komplek naik gerobak oleh pak Teguh)

Waktu berlalu, kami yang dulunya anak anak sekarang telah menjadi remaja. Makin hari banyak teman teman ku yang pergi, dan menghilang dari Masjid, mungkin saja mereka telah disibukkan oleh urusan mereka.

Begitu pula Bagas, dia akan melanjutkan pendidikan agama di pondok, tapi dia berangkat bulan akhir. Pada saat saat terakhir nya Bagas, aku pergi ke rumah nya dan memberikan salam perpisahan.

Agar suasana tidak menyedihkan aku berinisiatif untuk mengajak teman teman mengikuti acara bazar serta lomba, aku sudah menentukan jadwal yang pasti mereka longgar. Aku mengikuti lomba cerdas cermat bersama Bagas, dan Erik temanku. Luar biasanya kita dapat lolos ke babak final, di babak final kita benar benar deg deg an (gugup) untungnya Erik dapat melelehkan suasana dengan canda ria.

Babak final di ikuti oleh 4 kelompok yaitu kelompok Jajar Jambu, kelompok Jetis, kelompok Kampung Baru, dan kelompokku Karangasem. Perlombaan sangat sengit, masing-masing kelompok saling memberi jawaban dengan cepat, “Teeet” bunyi bel pertanda ada yang menekan tombol menjawab.

“Teet, Teeeet Teeet”. Kami berebut untuk memencat bel. Akhirnya dengan perjuangan yang berat kami dapat mengumpulkan juara 3.

( kemenangan Lomba Cerdas Cermat) 

Berdasarkan acara bazar dan lomba, kita yang dulunya sibuk dengan urusan masing-masing, sekarang dapat bertemu dan berkumpul, sekaligus memberikan salam perpisahan untuk teman kami yaitu Bagas.

( senyum bahagia teman teman di acara Bazar and Competition SOLBAR)

Senyum bahagia dari kami mengenang masa-masa dulu saat kami bermain, mengaji, dan bercanda bersama terasa terulang lagi. Semoga pertemanan kita akan awet sampai tutup usia.

======================================

Dari cerita pertemanan ku tadi kita dapat belajar bahwa perbedaan yang ada pada lingkungan kita, bukan penghalang untuk bertemu dan tolong menolong. Sikap menghargai perbedaan membuat kita mengenang masa indah bersama perbedaan.

======================================

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan