Halo, namaku Tri Wibowo, aku memiliki adik bernama Srivatun, saat ini dia adalah mahasiswa semester 8 di salah satu universitas swasta di Surakarta. Dengan antusias, dia menceritakan kegiatan yang diikuti saat awal masuk dunia perkuliahan. Ketika memasuki masa orientasi mahasiswa, dia berkenalan dengan banyak teman dari berbagai latar belakang suku, agama dan budaya, dari sinilah dia mulai belajar lebih banyak mengenai perbedaan. Ketika memasuki semester pertama, mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti organisasi kemahasiswaan, kebetulan saat itu adikku memilih bergabung dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi atau disingkat BEM FE. Sebagai ajang perkenalan mahasiswa baru, BEM FE mengadakan kegiatan Malam Keakraban, dimana dalam kegiatan itu mereka menginap di salah satu villa di Tawangmangu selama 2 hari 1 malam. Selama kegiatan berlangsung mereka sesama anggota BEM FE saling bermain dan belajar untuk mengakrabkan satu sama lain. Dalam kegiatan itu mereka semua bersatu tanpa membedakan berdasarkan asal suku maupun agama. Anggota organisasi mereka memiliki beragam latar belakang agama, namun mayoritas beragama islam, Kak Dico sebagai ketua pelaksana bersama dengan tim panitia telah merancang acara kegiatan dengan sangat baik. Menyadari keberagaman agama para anggota, panitia telah menyiapkan acara keagamaan didalamnya, adikku yang beragama islam diberikan waktu untuk melaksanakan ibadah solat 5 waktu dan juga difasilitasi untuk acara pembacaan yasiin bersama setelah waktu solat isya. Kemudian dengan teman-temannya yang beragama kristen dan katolik juga diberikan fasilitas dan waktu untuk melaksanakan ibadah pagi. Dengan begitu, setiap anggota dapat tetap bersama dalam suatu acara dengan tetap menjalankan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing. Kegiatan berjalan dengan lancar dan damai karena antar anggota memiliki sikap toleransi yang tinggi. Perbedaan bukanlah ajang untuk memecahkan persatuan, justru perbedaan ini yang akan membangun pribadi menjadi lebih dewasa dengan menerima segala perbedaan
Artikel Terkait
Lihat SemuaMemahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual
Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]
Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas
Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas. Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]
Analisis Tekstual dan Kontekstual
Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]
Dua Hal yang Bermakna
DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]
Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi
Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas. Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]
Komentar ()
Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.
Masuk ke AkunBelum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!