Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Merangkul Dalam Perbedaan

05 Apr 2023 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Seorang gadis bernama Rahma merupakan teman sekelasku. Rahma memiliki kulit yang putih, mata berwarna cokelat dan sipit, rambut cokelat dan ikal. Ia merupakan teman saat saya menduduki bangku sekolah dasar. 
 
Rahma memiliki sifat yang pendiam. Oleh karena itu, ia susah untuk berteman dan bergaul dengan teman lainnya. Bahkan untuk berbicara dengan teman lainnya, ia enggan.
 
Akibatnya, Rahma tidak memiliki banyak teman di kelas. Hanya ada beberapa orang saja yang dapat mendekatinya ketika di kelas. Ia lebih suka menyendiri ketika di kelas. 
 
Ketika ada tugas kelompok, teman-teman di kelas tidak memilih Rahma sebagai teman kelompok. Sehingga ia biasanya berkelompok dengan anggota kelompok yang kekurangan anggota.
 
Ketika di kelas, Rahma termasuk siswa yang lamban dalam memahami pelajaran. Bahkan untuk menggaris saja, Rahma masih bingung bagaimana caranya. Pada jam pelajaran matematika, guru mata pelajaran juga terkadang merasa kasihan dengannya karena ia tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik, hitung-hitungannya sangat buruk.
Namun, guru tersebut juga ikut turut membantu ketika Rahma mengalami kesulitan.
 
Walaupun sedikit sulit tetapi guru tersebut mencoba untuk tetap membantunya. Pada mata pelajaran lain pun ia juga sama lambannya dalam memahami suatu pelajaran.
 
Menyadari hal tersebut, orang tua Rahma berusaha membantunya dengan mendaftarkan ke bimbingan belajar. Ia mengikuti les itu setiap beberapa hari dalam seminggu. 
 
Namun, ternyata Rahma masih belum bisa mengikuti dengan baik. Prosesnya membutuhkan waktu yang lama. Bahkan, orang tuanya beberapa kali mengganti tempat lesnya, dengan harapan anaknya bisa memahami tentang pelajaran sekolah. 
 
Secara perlahan, Rahma sedikit demi sedikit dapat memahami pelajaran dengan baik. Ia mulai lancar menghitung, mengalikan perkalian, dan menggaris. Terkadang beberapa temannya juga membantu ketika ia mengalami kesulitan.
Dari situlah Rahma dan teman-temannya mulai mengakrabkan diri. Yang awalnya tidak ingin berteman, kini satu per satu teman di kelasnya mulai mengajaknya bicara, pergi ke Kantin, dan bermain ketika jam istirahat. 
 
Kini Rahma sudah tidak pernah menyendiri lagi. Ia memiliki teman dekat yang selalu menemaninya ketika ia di Sekolah. Mereka juga tak menolak kesempatan untuk pergi ke bermain ke salah satu rumah mereka.
 
Hingga tak terasa kami sudah menduduki kelas 6 sd. Rahma dapat menyeimbangi pelajaran yang diberikan oleh guru. Ketika mendapatkan kelas tambahan, ia beberapa kali maju ke depan kelas untuk menyelesaikan jawaban dari soal yang diberikan oleh guru. Orang tuanya pun merasa bangga dan senang ketika ia dapat lulus sekolah.

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan