Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Kenali Pupuk untuk Tanaman Tomat di Dalam Pot

Candra Bi
18 Jan 2021 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Tanaman tomat di pot atau di tempat masih memerlukan pupuk tambahan untuk memberikan dukungan perkembangan dan hasilkan buah yang melimpah. Pupuk tanaman tomat itu harus disamakan dengan posisi penanaman.

Tanaman tomat yang ditanamkan dalam pot akan memerlukan pupuk yang lain dengan tanaman yang berada di tempat. Pemupukan pada tanaman dalam pot dikerjakan satu minggu sekali dengan jumlah yang rendah. Ini mempunyai tujuan kurangi pencucian pupuk yang disebabkan oleh penyiraman hingga mengakibatkan pupuk terbuang saat sebelum sempat diserap oleh tanaman.

Pada babak vegetatif, situs Pupuk nasa mengatakan tanaman diberi pupuk perangsang yang memiliki kandungan banyak nitrogen. Pupuk yang dipakai harus dicampurkan sama air dan dikocor. Pupuk yang dapat dipakai pasa babak ini ialah ZA atau urea 10 gr/10 liter air.

Sesudah tanaman telah masuk babak generatif atau berbunga, Anda harus memberi pupuk tambahan berbentuk pupuk P dan K. Dengan demikian, formasi pupuk yang dapat dipakai ialah urea, TSP, dan KCL dengan perbedaan jumlah 1:2:1 sekitar 1—3 gr per 1 ltr air.

NPK adalah pupuk yang diberi lewat akar untuk penuhi keperluan zat hara tanaman. Kecuali pupuk akar, tanaman tomat dalam pot memerlukan pupuk daun sebab pupuk daun memiliki kandungan elemen mikro yang diperlukan oleh tanaman.

Pupuk daun yang dapat dipakai ialah Growmore P dan K, complesal, dan Vitablom. Pupuk daun diberi dengan disemprotkan 10—14 hari sekali dengan stabilitas yang rendah atau setengah dari jumlah yang dianjurkan.

Waktu tanaman telah masuk periode pembuahan, tanaman memerlukan elemen kalsium. Tanaman yang kekurangan kalsium rawan terserang penyakit fisiologis seperti busuk pantat buah.

Budidaya tomat yang dikerjakan dalam pot harus dijaga di antara pupuk dan air. Maksudnya ialah jaga keadaan tempat tanam supaya tidak begitu basah atau malahan mengakibatkan tanaman keracunan yang berbuntut pada kematian tanaman.

Untuk mengenali kondisi air dalam tempat tanam Anda dapat mengusung pot waktu kering dan setelah basah. Kemudian, banding berat pot itu. Bila berasa enteng, berarti tempat tanam kekurangan air. Saat itu, jika berasa berat serta air menetes atau menggenang, media tanam kelebihan air.

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan