Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Hidup Toleran Di Kampung Kota

zakiyatus sholiha
02 Nov 2018 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Hidup damai tentram serta selaras di tengah perbedaan adalah salah satu harapan besar yang tertanam didalam hati masyarakat seluruh dunia khususnya Indonesia. Semua itu tentu sudah jelas, karena dengan hidup damai tentram dan selaras manusia bisa menjalankan hidup dengan tenang tanpa adanya tekanan. Namun, manusia adalah manusia. Dibalik itu semua, pasti ada saja yang melenceng dari jalannya. Karena bagaimana pun juga akal dan pikiran manusia tidak bisa seutuhnya disatupadukan. Jangankan menerima perbedaan yang ada di dalam masyarakat yang tentu sangat majemuk, di dalam hubungan keluarga saja sikap bisa saling menerima perbedaan menjadi sebuah tantangan tersendiri. Akan tetapi, menerima perbedaan atau saling toleransi kini menjadi sifat yang wajib ada di dalam diri warga Indonesia. Hal ini tentu membutuhkan peran serta semua pihak pemerintah, aparat negara, dan pastinya warga negara sendiri. Tanpa adanya hal itu, akan ada banyak konflik-konflik yang bermunculan. Konflik-konflik kecil yang membesar sudah banyak terjadi di Indonesia. Berbagai macam konflik antar ras, suku, agama pun tidak sedikit pernah terjadi di wilayah-wilayah Indonesia. Namun tidak sedikit juga sikap saling menghargai dan toleran menghiasi keberagaman warga Indonesia. Banyak contoh-contoh, dan salah satunya di Kampung Mertodranan Pasar Kliwon Surakarta.
Di Kampung Mertodranan yang letaknya di tengah Kota Solo ini letaknya tidak jauh dari Kraton Kasunanan Surakarta. Karena berada di kota yang tentu masyarakatnya beragam, mereka dapat hidup dengan damai. Dikenal dengan sebutan kampung Arab-nya tidak menutup kemungkinan ada orang non-arab yang juga tinggal di kampung ini. Orang Islam dan Kristen bisa hidup berdampingan dan saling mendukung disini.
Pernah Suatu ketika , di Masjid Al-Hikmah atau masjid yang berada dikampung Mertodranan ini tanpa sengaja di masuki oleh anjing milik orang non islam yang kebetulan rumahnya bersampingan. Semua panik, karena hal itu menandakan tempat masjid menjadi tidak suci lagi. Namun, salutnya warga islam yang mengetahui tempat ibadah nya menjadi tidak suci karena anjing milik tetangganya itu bukannya marah tapi memakluminya. Yang punya anjing pun merasa sangat bersalah dan meminta maaf yang sebesar-besarnya. Kemudian, sebagai wujud permintaan maafnya ia meminta ijin untuk membersihkan masjid agar hilang dari najis. Hal itu menarik jamaah masjid yang turut berempati dan membantu membersihkan masjid bersama-sama. Hal ini mungkin memang hanya bentuk kecil sikap saling menghormati dalam hidup bermasyarakat, tetapi mulai dari hal-hal kecil inilah yang bisa membuat kedepan menjadi lebih baik. (ZS)

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan