Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Aksi Pemerintah dan Masyarakat Ngargoyoso Membangun Gereja

02 Apr 2023 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Awal mula Gereja Sidang Jemaat Allah Pancaran Berkat berdiri di Ngargoyoso, diawali dengan doa dan ibadah rumah tangga dirumah Pak Prawiro di Tengklik. Tapi seiring dengan perjalanan waktu dan berkat Tuhan, pemerintah setempat Ngargoyoso, menyediakan sebidang tanah untuk pembangunan Gereja Sidang Jemaat Allah Pancaran Berkat, yang berlokasi di perkantoran balai desa di tahun 1989 tepatnya di bulan Juli .

 

Pembangunan tempat ibadah Gereja Sidang Jemaat Allah Pancaran Berkat, memulai membangun pondasinya di tanggal 1 Desember 1989, ketika selesai pondasi yang dikerjakan jemaat-jemaat Gereja Sidang Jemaat Allah Pancaran Berkat yang sudah ikut berkumpul beribadah, pembangunan gereja berhenti sesaat di bulan Januari di tahun 1990.

 

Pembangunan Gereja Sidang Jemaat Allah Pancaran Berkat berlanjut, yang membuat kami terdorong untuk membangun Gereja Sidang Jemaat Allah Pancaran Berkat. Bapak kepala desa Ngargoyoso bertanya, kalau mau meneruskan pembangunan Gereja Sidang Jemaat Allah Pancaran Berkat, apa yang bisa kami bantu untuk berdirinya gereja selain berupa uang.

 

Saat itu Bapak Kepala Desa menyarankan gotong-royong dan sehingga gotong-royong bergerak diawali dengan perangkat desa dan masyarakat Ngargoyoso. Pada hal Saat itu Gereja Sidang Jemaat Allah Pancaran Berkat, sebenarnya belum memiliki modal untuk persiapan pembangunan gereja. Tapi ternyata pembangunan pondasi gereja dapat selesai dibangun, sampai masih kelebihan semen.

 

Desa Ngargoyoso adalah daerah yang sangat diberkati oleh Tuhan. Saat itu dalam pembangunan gereja, tidak membeli batu, di karenakan masyarakat yang digerakkan Bapak Kepala Desa Ngargoyoso dengan bekerja gotong-royong untuk menggali batu yang ada di samping gereja. Ada yang menggali mencari batu, ada yang memecah batu dan ada yang memasang.

 

Jadi Gereja Sidang Jemaat Allah Pancaran berkat, luas tanahnya berukuran 200 meter, pembangunan tembok gereja semuanya terbuat dari batu yang digali masyarakat setempat. Tidak membutuhkan waktu yang lama dalam membangun gereja. Pembangunan geraja pun dimulai di bulan Juli tahun 1990 dan hanya 2 bulan pembangunan gereja selesai pemasangan tembok tepatnya bulan Agustus tahun 1990.

 

Dalam situasi rencana mau membangun itu, di jalan raya mau masuk arah gereja. Ada seorang wanita tergeletak dalam keadaan sakit dan Ibu Pendeta Nuransi Purba gembala sidang Gereja Sidang Jemaat Allah Pancaran Berkat tergerak untuk menolongnya dan mengurusnya. Lalu di panggilkan tukang urut, dimandikan dan dikasih makan.

 

Tidak berhenti di situ saja masyarakat Ngargoyoso setempat pun ikut melibatkan diri untuk menolongnya. Tidak ada yang mengenal wanita itu berasal dari mana dan namanya siapa, tidak ada yang tahu. Tapi yang anehnya saat selesai pembangunan gereja selesai pembangunan tembok gereja, wanita itu juga sehat, bisa berdiri ,bisa berjalan dan pergi meninggalkan Desa Ngargoyoso.

 

Pembangunan berhenti sampai di pembuatan tembok, di karenakan menurut ahli tukangnya bangunannya kokoh dulu baru bisa lanjut ketahap pembangunan selanjutnya. Dengan berjalannya waktu Gereja Sidang Jemaat Allah Pancaran Berkat mulai ada berkat atau modal untuk bisa memasang atap gereja.

 

Semuanya ini dalam pembangunan gereja dari awalnya sampai berdirinya. Sampai di atap semua itu gotong-royong bersama dari jemaat gereja. Masyarakat Ngargoyoso dan Perangkat Desa. Tanpa ada yang digaji kami bekerja sama gotong-royong pembangunan gereja.

 

Sangat salut melihat Pemerintahan dan Masyarakat Ngargoyoso, yang begitu rukun, begitu baik dan yang begitu saling menolong. inilah kisah berdirinya Gereja Sidang Jemaat Allah Pancaran Berkat di Desa Ngargoyoso.

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan