Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

6 Rekomendasi Kayu Terbaik untuk Mimbar Masjid

Candra Bi
19 Nov 2019 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Mimbar merupakan perabotan wajib dan sangat penting untuk diletakkan di masjid. Oleh karena itu, dalam pembuatanya harus benar-benar memperhatikan kualitas bahan serta keindahan. Berikut ini akan dijabarkan tentang jenis kayu terbaik untuk buat mimbar masjid.

Jenis Kayu Terbaik untuk Buat Mimbar Masjid

Mimbar di masjid haruslah terbuat dari bahan berkualitas, sehingga akan bisa awet dan tahan lama untuk digunakan dalam jangka waktu bertahun-tahun. Untuk itu, berikut ada rangkuman jenis kayu yang bisa dijadikan rekomendasi:

1. Kayu Ulin

Ulin mempunyai ketahanan dan keawetan yang paling unggul sehingga cocok digunakan untuk mimbar. Jenis kayu ini juga sangat berat, sehingga dapat tenggelam di dalam air. Kayu ini dikenal akan ketahanannya terhadap kelembapan, suhu, serta air laut. Akan tetapi, sukar dipaku dan digergaji namun mudah untuk dibelah.

Karena sangat kuat dan awet, ulin banyak digunakan untuk berbagai keperluan masjid selain mimbar, seperti pondasi bangunan di dalam air dan lahan basah, atap, kusen dan pintu. Pada dasarnya, ulin bisa digunakan sebagai bahan konstruksi jembatan, tiang listrik dan galangan kapal.

2. Kayu Jati

Seperti yang telah populer serta diketahui secara umum. Jati merupakan jenis kayu paling ternama karena kekuatan, keawetan dan keindahannya. Secara teknis, kayu jati memiliki kelas kekuatan nomor 2 di bawah kayu ulin. Selain itu, juga sangat tahan terhadap serangan rayap.

Walaupun sangat kuat, kayu jati mudah digergaji dan dibentuk, sehingga disukai untuk membuat furniture, seperti mimbar, pintu dan ukir-ukiran pada masjid. Kayu jati juga mengandung semacam minyak dan endapan yang awet digunakan di tempat terbuka tanpa divernis sekalipun.

3. Kayu Bubinga

Dalam dunia furniture, dipastikan sudah tidak asing dengan kayu yang satu ini. Bubinga banyak digunakan sebagai bahan utama pembuatan alat di masjid seperti bedug masjid, karena dapat mempertahankan suara yang baik dan awet.

Ketika ditebang, pada kayu bubinga akan keluar getah yang akan mengeluarkan aroma tidak sedap, namun bau ini akan hilang dengan sendirinya. Selain itu, juga banyak dipakai untuk furniture kualitas tinggi dan pelapis kayu yang sesuai dengan mimbar.

4. Kayu Bacote

Jenis kayu terbaik untuk buat mimbar masjid ini banyak digunakan sebagai furniture karena warna kayunya cukup unik seperti motif zebra. Saat dibelah, kayu akan menghasilkan sejenis minyak yang akan tidak disukai serangga termasuk rayap. Jadi, aman terhadap pengeroposan.

Kandungan minyak serta motif kayu yang unik menambah kesan eksklusif dan mewah dalam proses pengolahan menjadi sebuah mimbar. Selain itu, terkadang juga dibuat sebagai bahan alat musik.

5. Kayu Eboni

Sebutan nama kayu tersebut di Indonesia, antara lain kayu itam, toetandu, sora, kayu lotong dan kayu maitong. Eboni tergolong kayu keras dengan berat jenis melebihi air, sehingga tidak dapat mengapung dan dipastikan ia sangat awet dan cocok untuk mimbar.

Pohon eboni yang dapat tumbuh hingga 40 meter dengan diameter 1 meter ini memiliki kelas kekuatan dan keawetan nomor wahid. Selain mimbar, biasanya diolah untuk membuat furniture mewah, kursi, meja, lemari. Juga ukiran, patung dan alat musik seperti gitar dan piano.

6. Kayu Merbau

Merbau merupakan salah satu jenis kayu keras berkualitas tinggi yang banyak tumbuh di wilayah Maluku dan Papua barat. Hal tersebut bertekstur keras dan tidak gampang lapuk, sehingga sering disebut dengan kayu besi dari Maluku. Tidak heran banyak pengrajin memanfaatkannya sebagai mimbar masjid.

Baca Juga:
https://blogs.uajy.ac.id/triatmadi/2021/01/04/naremax/ https://student.blog.dinus.ac.id/bimajaya/2021/01/04/naremax/

Kekuatan dari kayu ini masih di bawah ulin, namun tahan terhadap pelapukan. Merbau biasa juga digunakan dalam konstruksi berat seperti pembuatan balok-balok masjid, tiang dan bantalan konstruksi. Selain itu, juga dimanfaatkan untuk membuat kusen, pintu, jendela, mebel dan ukiran.

Demikialah ulasan mengenai jenis kayu terbaik untuk buat mimbar masjid yang bisa Anda jadikan referensi untuk bahan pembuatannya dengan kualitas baik dan awet. Semoga Anda akan meningkatkan semangat dalam membuatnya. 

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan