Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Anak Hiperaktif atau Superaktif ?

Sri Mahyanti
14 Des 2019 · 4" baca
WhatsApp Facebook Twitter

 

Nama : Sri Mahyanti Sitorus

Kelas : 1

Judul : Anak Hiperaktif atau Superaktif?

Pembaca : Remaja (Pelajar/Mahasiswa), Orang tua

 

Kata hiperaktif sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Akan tetapi sebagian masyarakat belum benar-benar paham dengan pengertian hiperaktif yang sesungguhnya. Seringkali kita menemukan para ibu yang dengan mudah mengatakan bahwa anaknya hiperaktif hanya karena ia tidak mau duduk diam atau mendengarkan perintahnya. Padahal, untuk menegakkan diagnosis hiperaktif perlu screening khusus yang dilakukan dengan tahapan tertentu. 

       Kasus anak diduga hiperaktif ini bisa menimpa siapa saja, termasuk penulis sendiri. Penulis mempunyai adik yang sering di panggil hiperaktif karena dia tidak bisa diam dan selalu aktif bergerak. Dia juga sangat suka melakukan sesuatu yang terkadang tidak ada tujuannya seperti membuka dan menutup pintu lalu menghidupkan dan mematikan televisi, ia juga sering berlari-lari di dalam rumah seperti berlari memutari ruangan. Lalu pada saat bermain ia mudah sekali bosan dan terkadang ia kesal sendiri sampai melempar mainannya hingga rusak. 

      Pada saat belajar di sekolah ia sering tidak mendengarkan gurunya berbicara dan asik bermain sendiri atau kadang mengganggu temannya. Dia kadang suka melamun dan diam sendiri  namun hanya sebentar kemudian ia kembali bergerak kesana kemari. Ia juga kurang dalam mengingat huruf namun mudah memahami angka-angka.

      Awalnya penulis mengira jika adik penulis juga hiperaktif karena ia sangat suka bergerak, berlari kesana kemari dan tidak mudah lelah, tetapi seiiring berjalannya waktu ia mulai terlihat tidak terlalu hiperaktif lagi kini ia juga mulai kurang banyak bergerak.

      Perangai anak seperti adik penulis ini selalu disebut hiperaktif oleh kebanyakan orang, tidak terkecuali penulis dan keluarga penulis. Namun setelah duduk di Fakultas Kesehatan Masyarakat di salah satu Universitas di Sumatera Utara, penulis menyadari tidak segampang itu melabeli seseorang mengidap penyakit atau gangguan psikologis tertentu. Memang, dilihat dari kebiasaan orang tersebut sepertinya mengidap suatu penyakit atau gangguan psikologis tertentu. Namun, keputusan apakah  orang  tersebut mengidap penyakit atau gangguan psikologis harus ditentukan hasil pemeriksaan medis. Sayangnya, banyak warga tidak melakukan cek medis tersebut. Sampai hari ini pun, kami sekeluarga belum mengetahui secara pasti apakah adik memang hiperaktif, karena kami belum memeriksakannya ke dokter atau psikiater.

    Lalu apa sebenarnya hiperaktif itu?

      Anak hiperaktif adalah anak yang mengalami gangguan saraf tertentu sehingga sulit memusatkan konsentrasi dan cenderung hiperkinetik (terlalu banyak bergerak). Anda akan menemukan anak hiperaktif ini sulit diajari sesuatu dan terus bergerak tanpa henti. Saat teman-temannya memerhatikan guru di kelas, ia justru berbicara sendiri atau lari ke sana kemari dan mengganggu teman yang lain. Hiperaktif memang selalu identik dengan banyaknya gerak.  

      Menurut Sani Budiantini Hermawan “ditinjau secara psikologis hiperaktif adalah gangguan tingkah laku yang tidak normal disebabkan disfungsi neurologis dengan gejala utama tidak mampu memusatkan perhatian. Hiperaktif merupakan turunan dari Attention Deficit Hiperactivity Disorder atau ADHD”. Psikolog dari Klinik Empati Development Center, Jakarta ini melanjutkan, gangguan ini disebabkan kerusakan keci lpada sistem saraf pusat dan otak sehingga rentang konsentrasi penderita menjadi sangat pendek dan sulit dikendalikan. Ada juga penyebab lainnya, yakni temperamen bawaan, pengaruh gangguan di kepala, seperti gegar otak, trauma kepala karena persalinan dan alergi makanan.

  Ciri- ciri anak Hiperaktif:

1. Tidak Fokus

2. Tak kenal lelah

3. Tanpa tujuan

4. Tidak sabar dan usil

5. Intelektualitas rendah

6. Sering menyela pembicaraan dan melawan

7. Tidak bisa tenang

8. Menyukai hal yang terlalu atraktif

9. Tidak kreatif  dan Impulsif

10. Mudah kesal dan senang merusak

   Dari ciri-ciri tersebut kita sebagai orang tua hendaklah melakukan penanganan yang tepat pada anak hiperaktif. Seperti memberikan kasih sayang pada sang anak, memberikan anak kegiatan yang seru, selalu mengawasi anak namun tidak membatasinya, hendaklah sering mendengarkan mereka, jangan memanggil anak dengan sebutan negatif, temukan kegiatan yang baik dan yang ia sukai. Pola asuh yang optimal dalam masa pertumbuhan dan perkembangan anak akan sangat berpengaruh pada anak.

     Sedangkan anak yang Superaktif adalah anak yang kelebihan energi, mereka tidak memiliki gangguan dalam perilaku dan juga dalam kosentrasi. 

  Ciri-ciri anak Superaktif 

1. Mereka mampu tetap fokus

2. Lebih penurut

3. Konstruktif 

4. Ada waktu lelahnya

5. Lebih sabar dan memiliki intelektualitas yang tinggi

6. Dapat mengontrol emosi dengan baik.

   Dikutip dari halodoc cara menangani anak superaktif yaitu dengan mengajak anak tersebut melakukan kegiatan yang menarik, hindari memanggil anak dengan sebutan negatif, membiarkan anak melakukan kegiatan yang menarik, biarkan anak membantu bersih-bersih, temukan mainan yang ia sukai, kemudian ajak anak bermain di luar dan temukan kegiatan yang dapat menguras energinya, berilah pujian jika anak melakukan kebaikan. 

      Dari uraian diatas, dapat disimpulkan masyarakat hendaknya memastikan terlebih dahulu apakah anak memang hiperaktif atau tidak. Caranya, kenali tanda – tanda hiperaktif tersebut. Untuk masyarakat hendaknya mempelajari ilmu kesehatan. Khususnya, ilmu yang terkait dengan masalah kesehatan yang selalu terjadi di masyarakat atau masalah kesehatan yang dianggap berbahaya oleh masyarakat, seperti hiperaktif ini. Selain memperdalam pengetahuan kesehatan, masyarakat bisa membawa anaknya yang diduga hiperaktif tersebut ke ahli.

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
5 tahun lalu • 4" baca

Bahaya Mengkonsumsi Obat Terlalu Banyak

Konsumsi obat memang diperlukan untuk menyembuhkan penyakit yang ada didalam diri kita. Namun tahukah anda bahwa konsumsi obat yang berlebihan bukan hal yang baik bagi kesehatan tubuh. Obat yang seharusnya menjadi perantara penyembuhan justru dapat berbalik menjadi racun bagi tubuh saat obat dikonsumsi secara berlebihan. Konsumsi yang berkepanjangan selama bertahun tahun dapat menghadirkan penyakit penyakit […]

0 0
Muamar Khadapi
5 tahun lalu • 3" baca

Treating Acne at Home: Save Your Money!

Is acne your problem? You do not have to consider it as a problem. There are more things to prioritize and not letting that acne bother you that much for it would not help at all.    Well, another point we have to consider is how to treat acne.    With the treatment, money matters. […]

0 0
5 tahun lalu • 4" baca

Pengobatan Ala Islam di RS Medical Hacking

Pengobatan sebetulnya adalah sebuah kebudayaan atau tradisi untuk menyelamatkan diri dari penyakit yang sedang menyerang. Pengobatan ini tidak hanya dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan semata, namun juga dipengaruhi oleh keyakinan, kepercayaan, lingkungan, dan kebiasaan. Maka kita akan menemukan pengobatan ala China yang menggunakan berbagai metode sesuai dengan tradisi China, atau pengobatan ala Islam yang menggunakan berbagai […]

0 0
Zamhari S, Kom. I
5 tahun lalu • 3" baca

Cara Mengobati Katarak dengan Daun Sirsak

Katarak menjadi salah satu penyakit mata yang mungkin terjadi di pada setiap orang. Tidak hanya orang tua, katarak bisa juga terjadi pada anak muda, beberapa kasus bahkan terjadi pada bayi. Ada cara mengobati katarak dengan daun sirsak yang bisa Anda coba. Ada beberapa tanda seseorang mengalami katarak, misalnya mengalami penurunan dalam fungsi penglihatan, timbulnya lapisan […]

0 0
Candra Bi
5 tahun lalu • 4" baca

Karihome Susu Kambing Formula Untuk Anak Pertama di Indonesia

Karihome, produk susu kambing formula untuk anak pertama di Indonesia resmi diluncurkan pada Sabtu, 18 Desember 2021. Di tengah suasana pandemi, acara peluncuran dilakukan secara virtual dan diikuti oleh ibu-ibu dari rumah saja. Meski demikian, acara tersebut dikemas dengan menarik dan edukatif dengan menghadirkan para narasumber dari dalam dan luar negeri. Karihome adalah merek keluaran […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan