Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Arif Marsudi Berikan Tips & Trik Cara Tembus Mendapatkan Donatur

HERDIAN ARMANDHANI
01 Jun 2020 · 4" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Denpasar (Bali) — Seringkali suatu organisasi atau komunitas merasa kebingungan dalam hal pendanaan untuk project mereka.Mereka banyak kesana kemari mengajukan program untuk mendapatkan donatur atau sponsor. Namun dalam prosesnya tidak jarang terjadi banyak penolakan. Banyak komunitas dan organisasi belum  bisa membangun relasi dan menarik para donatur serta membangun kepercayaan publik 
 
Melihat kondisi yang sering dialami komunitas dan organisasi  maka Komunitas Turun Tangan Bali berkolaboraksi dengan organisasi kemanusiaan  Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bali mengadakan Sharing Online #4 pada hari  Ahad (31/5/ 2020) dari pukul 20.00 wita- Selesai. Kegiatan ini dilakukan  Via WhatsApp Group.
 
Adapun Narasumber yang didaulat yakni Arif Marsudi (Branch Manager ACT Bali) didampingi Moderator Dani Andrean Widodo (Turun Tangan Bali)
 
Arif Marsudi membagikan pengalamannya selama mengabdi didunia kerelawanan disepanjang karirnya.
 
Jika sebuah usaha/bisnis maka usaha/bisnis itu pasti ada produknya dan produknya itu bisa barang atau jasa. Sedangkan organisasi maka produknya adalah program.
 
 Arif Marsudi lebih menyoroti bagaimana sebuah program dapat mendulang donasi, meskipun peran marketing juga tidak bisa dielakkan.
 
 Agar program yang kita buat dapat mendulang donasi Maka setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
 
1. Program itu harus kuat daya tariknya, yaitu mampu menggerakkan orang untuk berdonasi.
 
“Menarik disini adalah Nama/judulnya, teknis pelaksanaannya, penerima manfaatnya serta efek dari program tersebut” jelasnya
 
2. Program harus unik, unik disini belum ada yang melakukan, berbeda dengan program-program yang sama esensinya, cara mengemasnya dan cara implementasi.
 
3. Program harus luas jangkauannya. Artinya penerima manfaat dari program ini harus multi efek bukan satu atau dua orang yang menerima manfaat, bukan sehari atau sepekan dampaknya namun berkelanjutan.
 
4. Program harus trending dengan isu kekinian. Setiap program yang dibuat harus disesuaikan dengan isu terkini. Contoh jika sekarang isu Corona menguat maka semua program adalah lebih banyak menyelesaikan dari dampak pandemi Corona.
 
“Jangan sampai kita buat program yang tidak ada kaitannya dengan Corona disaat sedang trending Corona” imbuh mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.
 
5. Program yang sesuai dengan segmen donatur.
Ini jika yang disasar adalah donatur dengan segmen coorporate atau komunitas. Jadi program-program yang ditawarkan harus sesuai dengan segmen dari calon donatur.
Contoh, akan sulit jika kita ajukan program pendidikan mendapat respon dari segmen komunitas games online.
 
“Mungkin itu secara singkat optimasi program dalam mendulang donasi.
Sisanya adalah kemampuan dari tim dalam memasarkan program kepada segmen yang ada dan dengan cara offline maupun online” tutur pria yang aktif di Muallaf Foundation Bali ini.
 
Umumnya kegagalan dengan dalam even/program dalam menarik donatur adalah  Jika segmen corporate maka orientasi dari corporate adalah keuntungan/benefit dan benefit utamanya adalah brand awarenes corporate di publik (mendongkrak penjualan). Maka program/even yang kita buat harus mampu mendongkrak brand awarenes mereka sehingga simbiosis mutualisme bisa terwujud.
 
Jika segmennya adalah individu atau komunitas maka harus sesuai dengan karakter dari individu atau komunitas tersebut. Karakter donaturnya suka theater kemudian kita tawari konser musik, maka akan sangat berat untuk bisa diterima.
 
Faktor kegagalan berikutnya adalah portofolio organisasi kita dalam mengelola sebuah even kurang banyak. Sehingga biasanya banyak yang belum mau menerima.
 
” Saran saya adalah diperbanyak portofolio kegiatan/program, kedua masuk menggunakan relasi dari donatur” ungkapnya.
 
Jika baru pertama kali membuat program dan berupaya dijadikan sebagai portofolio organisasi maka buatlah program yang skalanya kecil dan biaya nya juga tidak besar.
 
 Biasanya orang-orang dekat yang umumnya bisa bantu dalam mensukseskan kegiatan tersebut.
 
Seandainya ingin buat kegiatan besar maka harus mampu menarasikan yang membuat orang tertarik untuk mendukung kegiatan tersebut.
 
 Kedua kerja sama dengan pihak ketiga sangat dianjurkan jika memang pihak kita tidak mampu jika sendirian.
 
“Sarana pencarian dana sangat banyak dan bisa disesuai dengan programnya. Hanya saja kita akan memilih dari sekian cara itu yang paling cepat mendulang donasi itu cara apa?
Bisa lewat FB, IG, tiktok, likee dan lain-lain. Semua jalur bisa dipakai dan harus update tiap hari” tutup Arif Marsudi mengakhiri sharing online. HAD

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
4 bulan lalu • 2" baca

Magang di BPK DIY, Mahasiswa Ilmu Sejarah UNS Belajar Tari dan Gamelan

JOGJA — Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, yang tergabung dalam kegiatan magang sekaligus rekognisi KKN di Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pelatihan kesenian tradisional di kawasan Dalem Jayadipuran.   Pelatihan yang berlangsung selama empat minggu ini meliputi seni tari, karawitan […]

0 0
Candra Bi
6 tahun lalu • 3" baca

Cara Membeli Kaki Palsu Untuk Anda Yang Tinggal Di Daerah

Seorang yang kehilangan kaki berawal dari bermacam wilayah di Indonesia terhitung pasien kaki palsu di daerah terpencil atau pun pinggir kota. Penjual kaki palsu di mempunyai tujuan untuk mempermudah pasien di wilayah itu untuk memperoleh kaki palsu yang terbaik. Sebagai penjual kaki palsu di indinesia,  Kurnia Putra Ortopedi layani pemesanan pasien di semua teritori di […]

0 0
Denis Listiadi
6 tahun lalu • 3" baca

Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark

Langsung saja, TikTok adalah aplikasi berbagi video yang sedang trending di era saat ini. Itulah sebabnya banyak orang membagikan video TikTok yang lucu dan informatif melalui WhatsApp atau platform lainnya. Namun, sebagian besar TikTok menerapkan watermark setiap kali video pengguna dibagikan. Jika Anda mencoba untuk membagikan atau memposting ulang video dari TikTok, Anda akan melihat […]

0 0
Bunga Dessyta Prameswari
6 tahun lalu • 4" baca

HUT Ke-75 RI Saat Covid 19 Terkait Teori Etika dan Islam

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 pada 17 Agustus 2020 akan sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kini Indonesia tengah berjuang untuk melawan pandemi Covid 19 yang sampai saat ini masih mewabah. Upacara kemerdekaan yang biasanya dilakukan di Istana Merdeka dengan penuh kemeriahan, namun sekarang dilakukan secara terbatas dan online.             Perbedaan yang akan terjadi pada […]

0 0
fernando
6 tahun lalu • 3" baca

6 Tips Agar Belajar Online Semakin Lebih Optimal Bagi Anda

Merangkum dari halaman resmi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI Berbagi, 6 tips ini adalah:  1. Motivasi diri  Buat motivasi untuk belajar dengan cara-cara berikut: Buat perjanjian dengan diri sendiri jika Anda hanya dapat melakukan kegiatan favorit Anda (seperti menonton atau bermain game) setelah semua target pembelajaran telah tercapai. Tulis dan tampilkan ungkapan motivasi favorit Anda […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan