Saya muslim, tapi saya tidak menolak ketika temanku minta diantar ke gereja.
Perkenalkan nama saya Diandra Wahyu Satria. Saya anak pertama dari dua bersaudar. Saat ini usiaku 17 tahun. Saya pelajar kelas 10 jurusan Otomotif di SMKN 3 SUKOHARJO.
Di sini saya akan menceritakan kisah tentang toleransi. Menurut saya, toleransi itu sangat penting untuk kehidupan sehari-hari walaupun kita berbeda agama, suku, maupun ras. Dan menolong orang itu wajib bagi kita karena manusia juga makhluk sosial.
Cerita saya berawal pada hari Minggu pagi. Saat itu, saya yang masih bersantai di rumah tiba-tiba menerima pesan di WhatsApp. Pesan itu dari teman saya yang minta diantarkan ke gereja untuk melakukan ibadah Minggu pagi.
Saya sebenarnya beragama Islam. Teman saya juga tahu bahwa saya muslim. Tapi, dia tidak segan meminta tolong padaku karena kami berdua berteman baik. Kami saling menolong di bidang apa pun.
Kemudian pada saat itu juga saya bergegas menghampiri teman saya yang akan saya antarkan ke gereja. Untuk melakukan ibadah pada hari Minggu pagi tersebut, sebenarnya saya malas mengantarkan.
Tetapi karena saya tahu kalau teman saya butuh diantarkan untuk ibadah Minggu pagi tersebut, maka saya siap untuk mengantarkan. Itu karena kita harus menanamkan sikap toleransi dimanapun kita berada.
Saya mengantarkan teman saya ke gereja menggunakan sepeda motor pada saat jam 9 pagi kemudian saya menunggu teman saya sampai ibadahnya selesai.
Mulai saat itu saya menyadari bahwa kita manusia makhluk sosial yang saling membutuhkan pertolongan dari orang lain dan tidak bisa hidup sendiri. Saya mulai banyak menanamkan toleransi mulai dari teman-teman saya sendiri maupun orang yang tidak saya kenal.
Oleh sebab itu kita manusia harus menanamkan toleransi sejak dini walaupun kita sesama manusia berbeda agama, suku, maupun ras kita harus saling berbagi,dan tolong menolong karena kita manusia pasti akan membutuhkan pertolongan dan kita juga harus mengajarkan sikap-sikap toleransi itu ke teman-teman maupun ke keluarga atau saudara kita sendiri dari orang lain.
Hikmah dari kejadian toleransi tersebut kita bisa memupuk persaudaraan sesama teman atau orang yang tidak dikenal bisa menjadi kenal. Akibat sikap saling menghargai dan bekerjasama yang terjalin dengan baik, maka rasa persaudaraan antar sesama teman kian kuat, meski punya latar belakang yang berbeda-beda.

