Jon Koplo dari Sidowayah

Jon Koplo dari Sidowayah

Bagi saya, Solopos adalah koran dengan identitas tersendiri. Salah satu yang sangat identik adalah keberadaan rubrik Ah Tenane. Sebuah rubrik yang sederhana tapi justru merupakan ide kreatif redaksi yang sangat mengena bagi pembaca.

Ah Tenane yang terbuka untuk seluruh pembaca agar menuliskan kisahnya di Solopos, adalah sebuah jembatan unik yang tidak akan ditemui di dunia perkoranan manapun. Rubrik dengan andalan nama tokoh utama Jon Koplo ini merupakan ajang berlatih menulis bagi para penulis pemula, termasuk saya yang sangat greget untuk menaklukkannya.

Memang baru belasan, kisah saya sudah dimuat di rubrik ini. Sebagian saya alami sendiri dan sebagian dialami teman-teman saya. Hal-hal yang tadinya memalukan justru jadi kebanggaan karena bisa dimuat di koran.

Kisah lucu, pengalaman gokil, kejadian ngisin-isini, dikemas sedemikian rupa dengan merubah nama tokoh menjadi Jon Koplo, Tom Gembus, Lady Cempluk dan Genduk Nicole. Dengan kebanggaan tersendiri menggunakan istilah lokal seperti kata saknalika, top markotop, jebul, matur nuwun, dan sebagainya. Meski harus mengikuti kaidah penulisan dengan mencetaknya miring (italic), tapi itu cukup menerbitkan cita rasa lokal yang benar-benar gurih.

Ah Tenane juga berhasil menginspirasi teman-teman saya yang melihat tulisan saya dimuat di Solopos, untuk turut mencoba mengirim cerita ke koran yang benar-benar top markotop ini. Nama kami dan nama dukuh kecil kami, Sidowayah, di kelurahan Ngreco kecamatan Weru kabupaten Sukoharjo, bisa nongol di koran. Kami saling berbagi tips agar bisa tembus editor.

Banyak hal yang kami lakukan agar bisa dimuat. Cara-cara ‘kotor’ juga kami lakukan. Kami menyimpulkan bahwa editor Ah Tenane ogah memuat tulisan dari 1 orang di bulan yang sama, maka kami pakai nama keluarga kami yang lain untuk mengirimkannya. Alhasil ada beberapa berhasil dimuat dalam rentang bulan sama meski bukan nama sendiri yang dimuat. Semoga cara ‘kotor’ ini tidak terendus oleh redaktur atau editornya, agar kami bisa lebih banyak dimuat di Ah Tenane. Dan dengan bangga kami akan mengatakan, kami adalah Jon Koplo dari Sidowayah.

Kami bangga dengan Solopos dan Ah Tenane. Bukan materi atau honor yang kami jadikan acuan, tapi kebanggaan bisa dimuat di Ah Tenane adalah kebahagiaan tak terkira. Nama muncul di koran adalah keistimewaan bagi kami wong ndesa. Juga rasa dag-dig-dug saat memberanikan diri berkunjung ke Griya Solopos untuk mengambil honornya. Kalaupun kami tidak sempat mengambilnya sendiri, Solopos juga berkenan mengirimkan lewat wesel pos. Terima kasih sekali untuk Solopos.

Nama-nama Jon Koplo dan kawan-kawan akan selalu terngiang di telinga kami, tak kan pernah lekang oleh waktu. Terima kasih atas hadirnya keunikan ini di hidup kami. Selalulah berjaya meski orang tak percaya dan bilang ‘Ah Tenane’. Inilah koran kebanggaan kita semua, Solopos.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan