“Aku Timur dan Aku Kristen“

-5498791 (1)

“Aku kristen dan aku timur.” Kalimat itu kudengar 2019, 3 tahun yang lalu. Tapi, kalimat itu masih kuingat sampai sekarang.

Aku Rahma. Sedari kecil aku dibesarkan dari keluarga muslim. Semasa sekolah aku juga selalu menempuh pendidikan di sekolah swasa islam hingga aku kuliah. Hingga pada masa kuliahku memasuki kegiatan magang. Aku memutuskan untuk mengikuti kegiatan magang pada dunia film.

Pada pertengahan semester aku diterima magang disalah satu rumah produksi. Dunia film menjadi dunia yang sangat awam untukku. menariknya aku langsung mendapatkan koodinator yang nonmuslim dan berbeda suku dengan ku.

“Aku kristen dan aku timur,” kalimat pertama yang dilontarkan Lana (32) selaku coordinator lapanganku.

Itu adalah pertama kali aku bertemu dengan Kak Lana untuk memulai pengarahan kegiatan magang di hari pertama. Kak Lana  seorang perempuan asal papua yang beragama nasrani.

Bukannya takut atau berpikiran negatif, aku justru senang dan mempunyai teman lintas suku dan agama merupakan keinginanku sedari lama.

Ingin rasanya belajar dan mengobrol banyak tentang perbedaan diantara kami. Namun sayangnya, posisi kami kala itu membuatku berpikir akan ada kesenjangan antara anak magang dengan koordinatornya.

Prasangka negatifku perlahan menghilang karena sikap-sikap toleransi yang Kak Lana tunjukkan. Itu membuat saya merasa lebih dihargai. Tindakan-tindakan seperti mengingatkan salat,
merapikan hijabku yang tidak jarang sedikit terbuka dibagian leher, dan sikap perhatian lainnya.

Sikap lain yang membuat saya sadar akan indahnya toleransi adalah ketika Kak Lana membantu temannya mempersiapkan Lebaran. Di sana dia membantu apa saja keperluan yang dibutuhkan.

Selain sebagai koordiantor kak lana juga merupakan temanku. Karena sikapnya yang sangat baik denganku, aku juga ingin bersikap toleransi sepertinya.

Seperti saat kami makan bersama. dia memakan makanan non halal seperti babi. Kami makan bersama disatu meja yang sama. Babi merupakan makanan yang tidak diperbolehkan diagamaku.

Aku berusaha untuk saling menghargai seperti yang kak Lana contohkan padaku. Indah sekali mendengar keberagaman menjadi kesatuan untuk saling membantu dan menjaga.

 

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan