Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Nyaris Ketabrak Mobil Demi Mewujudkan Mimpi-Mimpi

Nabilah Al Hafidhoh
11 Nov 2015 · 4" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Ok guys, kali ini saya akan bercerita tentang bagaimana sulitnya mengirim tulisan kita ke media sosial seperti ke koran SOLOPOS. Pengalaman saya bersama SOLOPOS berawal dari pertama kalinya saya mengirim karya saya agar dimuat di kolom gaul solopos yang hanya ada setiap hari minggu saja. Waktu itu saya dipanggil sama wali kelas saya Ibu Siti Hariyah, untuk mencoba mengirimkan salah satu karya saya ke media social. Akan tetapi, saya ragu untuk mengirimkannya. Akhirnya saya urungkan niat saya untuk mengirimkannya. Setelah saya tidak jadi mengirimkan karya saya, teman saya mencoba mengirim ke SOLOPOS dan ternyata dia masuk dan karyanya ada dalam Koran. Sejak saat itu saya terdorong untuk mengirimkan karya saya ke SOLOPOS. Tetapi, mengirimkan karya ke solopos itu menjadi jadwal rutin dikelas saya dan itupun diurutkan nomer absen. Karena nomer absen saya di tengah jadinya saya lama belum dapat giliran untuk mengirim.
Saya membantu teman saya untuk mengirmkan karyanya ke solopos lewat kantor pos. sampai pada suatu saat dimana saat itu giliran teman diatas saya pas mengirimkan karyanya dan tidak diterima, saya berfikir apakah karya saya akan dimuat dalam Koran? Lalu saya dipanggil sama Ibu Siti Hariyah lagi dan saya diberitahukan bahwa mengirimkan karya ke SOLOPOS sekarang lewat e-mail tidak lagi lewat kantor pos. Akhirnya saya membuat e-mail yang khusus untuk saya dan teman-teman agar lebih mudah dalam mengirimkan karya. Setelah itu saya mencoba untuk mengirimkan karya saya lewat e-mail baru yang saya buat bersama Ibu Siti Hariyah.
Saya menunggu hari minggu dan ingin segera mengetahui apakah saya masuk ke Koran apa tidak. Dan ternyata hari minggu itu menjadi keberuntungan bagi saya. Saya diberitahu teman saya bahwa saya masuk ke dalam kolom gaul SOLOPOS, saya kaget bukan main. Saya langsung mencari Koran ke ruang Pembina karena saya anak asrama dan ketika saya mendapati nama saya tercantum saya sangat senang karena sudah lama teman-teman saya yang lain tidak bisa masuk dan ternyata saya bisa masuk. Itu pengalaman saya bagaimana perjuangan besar untuk memasukkan karya kedalam media social. Pengalaman saya tidak berhenti di situ. Lagi-lagi saya harus berjuang untuk mengambil uang dari SOLOPOS ke kantor pos. waktu itu saya bersama teman-teman saya mengendarai sepeda ke kantor pos. kita menuju kantor pos yang dekat dengan asrama namun ternyata kantor pos di situ tidak bisa melayani yang seperti itu jadi kita harus ke kantor pos yang dekat dengan bank dan itu agak jauh dijangkau buat anak asrama yang jarang keluar. Akhirnya kita nekat menuju kantor pos untuk mengambil uang dari jerih payah kita dalam membuat karya.
Di pertigaan jalan hamper saja saya ketabrak mobil innova, karena pada saat itu mobil melaju dengan kecepatan tinggi untungnya saya bisa dengan segera mengayuh sepeda saya sampai sepeda saya ngepot. Hati masih deg-degan dan gemetar tapi mana boleh buat pokoknya saya harus sampai di kantor pos sebelum kantornya tutup. Setelah sampai di kantor pos saya langsung mengurus surat-suratdan menunggu uangnya cair. Setelah uangnya cair saya senang sekali karena baru pertama kali mendapat uang ari jerih payah sendiri. Ya walaupun tidak seberapa besar sich tapi yang penting perjuangan untuk mendapatkan uangnya itu yang susah payah. Direla-relain sampai mau ketabrak mobil.
Dari kejadian itu semua saya tambah terpacu untuk mengirimkan karya-karya saya ke manapun yang bisa menerima karya saya. Setelah saya bisa masuk ke kolom gaul SOLOPOS saya ingin mencoba mendaftar untuk menjadi wasis di SOLOPOS. Tetapi, dari pihak sekolah elum diijinkan karena saya ini anak asrama dan terbatas kebebasannya untuk mencari kabar-kabar terbaru. Akhirnya saya putuskan untuk selalu mengirimkan karya saya dalam bentuk apapun. Sekarang saya ini baru mencoba mengirimkan cerpen anak ke solopos juga tetapi untuk cerpen anak pertama, saya belum beruntung karena karya saya belum bisa dimuat. Saya berusaha terus agar karya saya di terima dan bisa dipublikasikan pada khalayak umum.
Itulah pengalaman menarik saya bersama SOLOPOS. Dari pengalaman itu juga saya bisa terus berani bermimpi dan bersemangat untuk terus memunculkan karya-karya saya yang WOW. Saya berharap dengan tulisan ini saya bisa memotivasi teman-teman yang lain atau diri saya sendiri. Selalu berkarya dan berinovasi untuk memunculkan semangat membara bagi teman-teman yang masih berjiwa muda. Semangat!
#SOLOENSIS

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
5 tahun lalu • 2" baca

Beberapa Point yang harus dilakukan di saat sedot wc

Anda harus memerhatikan beberapahal ketika akan menggunakan jasa sedot WC. Hal ini akan membuat Anda tidak mudah tergiur dengan penipuan. Setelah itu, ketika taha ppengerjaan, Anda juga harus memerhatikan tiap tahap pengerjaannya di bawah ini agar mendapat hasil yang maksimal. 1.      Janjian waktu proses pengerjaan Kalau Anda ingin pengerjaan proses sedot wc bisa berjalan lancar dirumah. […]

0 0
Hesty Salsabila
7 tahun lalu • 1" baca

Cerita Ku Hari Ini

Malam hari ini kita akan mendengar kisah kehidupan penjaga club di jakarta, dimana dirinya telah menjalani perkerjaan ini selama lebih dari 15 tahun. Dalam kurun waktu tersebut dirinya sudah mengetahui banyak sejarah diskotik terkenal di jakarta, namun semua saat ini sudah hanya tinggal kenangan seperti arti dibalik sebuah mimpi panjang. Saat ini dirinya telah pensiun […]

0 0
Dive Direktori
7 tahun lalu • 4" baca

Cara Meningkatkan Pencarian Website di Google

Hampir semua web master mengharapkan situsnya (website / blog) berada di halaman pertama ketika kata kunci (keyword) tertentu diketikkan di mesin pencari. Menurut sebuath riset, hanya 10% peluang pengguna mengklik halaman kedua. Sehingga berbagai macam cara, trik dan strategi dilakukan agar situsnya selalu tampil di halaman pertama. Divedigital.ID menawarkan jasa backlink authority untuk meningkatkan performa […]

0 0
ririndiahutami
11 tahun lalu • 3" baca

TANTANGAN UNTUK MENGHASILKAN KARYA?

Pengalamanku dengan Solopos berawal dari saya dipinang oleh seorang laki-laki yang usianya dua tahun lebih tua dari saya. Setiap hari suami selalu pergi ke kios koran untuk membeli beberapa koran termasuk koran Solopos. Dari situlah sedikit demi sedikit saya mulai membuka-buka koran tersebut. Awalnya hanya membuka kemudian membaca satu berita, dua berita, tiga berita, empat […]

0 0
fauzisukri
11 tahun lalu • 9" baca

Bersama Solopos

Mungkin akan terdengar aneh, kelak, atau barangkali cukup menakjubkan: menulis pengalaman berkoran cetak di suatu era yang cukup cepat bergerak ke media digital, dari paper society ke paperless society. Memang sudah cukup banyak yang meramalkan, mesti sungguh belum begitu yakin apalagi diyakini penuh, bahwa era media cetak sudah menjelang nasib senjakala. Abad 18, dan khususnya […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan