Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Tren Batu Akik Menyurut, Pasar Batu Mulia di Solo Tetap Eksis

natasya nur islami maharani
17 Nov 2018 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Pasar Batu Mulia, sebuah pasar yang terletak di Solo, tepatnya di Jl Pakubuwono No 1, Gladag, Surakarta, Jawa Tengah. Pasar ini menjual berbagai macam batu mulia, mulai dari berlian, safir, rubi, jambrut, kalimaya, pitus, akik bacan, dan masih banyak lagi. Pedagang-pedagang di pasar ini kebanyakan berasal dari Solo, namun beberapa juga berasal dari luar kota. Pasar ini mulai buka mulai pukul 09.00-17.00 sore. Pasar ini menjadi saksi bisu melonjaknya harga dan peminat batu akik pada tiga tahun lalu. Pada saat itu hampir semua mata tertuju pada batu-batu indah ini sehingga demand lebih banyak dari pada supply dan berimbas pada melonjaknya harga-harga batu perhiasan ini.

Di tengah penurunan harga dan peminat batu akik pasca tren tiga tahun silam, pasar ini tetap eksis walaupun tak seramai saat batu-batu mulia tersebut masih dicari-cari oleh berbagai kalangan masyarakat di Indonesia. Pasar ini masih beroprasi, merkipun saat ini hanya kolektor sejati dan pencinta batu akik saja yang mengunjungi pasar pusat batu akik ini. Diana misalnya, salah satu pengunjung Pasar Batu Mulia yang sudah menyukai batu akik sejak dia belum mengemban pendidikan. Dia selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi pasar ini ketika sedang membutuhkan batu. Hampir semua batu mulia dia sukai, namun batu yang asli atau yang masih alami yang belum diasahlah yang menjadi priotitasnya ketika berkunjung untuk membeli batu di pasar ini.

“Saat ini lagi kolabs, jadi mati suri.” Ungkap Dimas, salah satu penjual batu akik di Pasar Batu Mulia. Menurut Dimas, setelah sempat booming harga batu mulia menjadi tidak karuan alias hancur. Menurutnya, hancurnya harga ini disebabkan oleh banyaknya pedagang-pedagang yang sebenarnya bukan pedagang batu namun ikut terjun ke dunia perdagangan batu mulia hanya karena mengikuti tren, ketika tren batu akik kian luntur, para pedagang ini masih memiliki banyak stock sehingga terpaksa dijual dengan harga seadanya. “harganya kacau, sudah tiga tahun ini.” tambahnya.

Di pasar ini terdapat sekitar 25 pedagang batu akik. Jumlah ini cukup sedikit dibandingkan ketika batu akik sedang booming tiga tahun lalu. Pada saat booming, di pasar ini biasanya  terdapat setidaknya 40 lapak. Selain di dalam pasar, beberapa pedagang memilih untuk berjualan diluar. Biasanya mereka memilih tempat teduh di bawah pohon beringin sebagai lapak mereka. Selain para pedagang batu akik, di sana juga terdapat beberapa lapak yang menjual keris serta cindera mata lainnya. Selain itu, di sekitar Pasar Batu Mulia juga terdapat lapak-lapak yang menjual kacamata dan helm.

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Latif Ghufron
6 tahun lalu • 2" baca

Wisatahati Soloraya Gratiskan Makanan di Warung Untuk Sahur

SOLO – Wisatahati Soloraya kembali mengadakan program berbagi makan sahur bersama. Berbeda dengan tahun lalu, kali ini berbagi makan sahur dilakukan di Warung Sahur yang terletak di jalan Sutowijoyo  Penumping, Laweyan. Kegiatan berlangsung selama 3 hari mulai hari Jumat-Minggu, 30 April – 2 Mei 2021. Warung mulai dibuka pukul 03.15 WIB dini hari.  Kegiatan ini […]

0 0
ishanifa nw
6 tahun lalu • 2" baca

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi COVID-19 Universitas Sebelas Maret di Desa Karangan

“Upaya Preventif Menghadapi Pandemi COVID-19 Melalui Program Penggiatan Kesadaran dan Pemahaman Kesehatan Mayarakat”   Untuk mewujudkan tri dharma perguruan tinggi yang diimplementasikan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), maka dilaksanakan program kerja KKN Rekognisi COVID-19 UNS yang berlokasi di Desa Karangan RT 02 RW 12 Begajah, Sukoharjo, Kab. Sukoharjo dengan tema “Supporting Pemahaman Masyarakat Terhadap COVID-19″. KKN […]

0 0
Ardhan Kurniawan
6 tahun lalu • 2" baca

Pelaksanaan KKN Mahasiswa UNS di Dusun Geneng sebagai Bentuk Pengabdian di Masa Pandemi

WONOGIRI – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta jurusan S1 Manajemen, Ardhan Kurniawan, melakukan kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) dengan tema COVID-19. Kegiatan KKN tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena dilakukan secara individu dalam bentuk rekognisi. Program rekognisi ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat ikut berperan dalam penanggulangan pandemi terhadap masyarakat sekitar. Kemudian penilaian mata kuliah akan disetarakan […]

0 0
ira lianasari
7 tahun lalu • 2" baca

Manfaatkan Limbah,Tim PKM-M UNIVET Ubah Kulit Jagung menjadi Kerajinan Bunga kreatif

Tim PKM-M COSFLOW Univet Bantara Sukoharjo telah melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Gedong, Ngadirojo, Wonogiri pada 4 mei 2019. Kegiatan pelatihan yang dilakukan berupa pemanfaatan limbah kulit jagung menjadi kerajinan bunga yang bernilai jual.Kegiatan pelatihan yang dilakukan meliputi tahap pemilihan limbah kulit jagung , pewarnaan, penjemuran, penyetrikaan. Kemudian dilanjutkan pembimbingan langsung langkah-langkah pembuatan bunga […]

0 0
novianwely
8 tahun lalu • 2" baca

Dosen Univet Bantara Sukoharjo Laksanakan Program Kemitraan kepada Masyarakat di Desa Karang Tengah Wonogiri

Pasca pengumuman program hibah Program Kemitraan kepada Masyarakat (PkM) DRPM Kemenristekdikti pada bulan februari 2019, tim PkM Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo (Univet Bantara) yang berkolaborasi masyarakat desa Karangtengah Wonogiri melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengambil tema inovasi, pengembangan produk dan pemasaran daun janggelan. Tim PkM yang diketuai oleh Purwanto, SE. MM. (Dosen Prodi […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan