Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Ternyata Inilah Penyebab Pasar Tawangsari selalu Ramai oleh Pengunjung

Bambang Adi Saputro
19 Nov 2018 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Pasar Tawangsari Sukoharjo berada di desa Kateguhan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo. Pasar ini memiliki tempat yang strategis karena berada di sebelah barat perempatan atau lebih tepatnya berada di jalan raya Bulu-Tawangsari dan jalan raya Tawangsari-Weru. Pasar ini sudah sangat populer dikalangan masyarakat sekitar bahkan yang dari luar Sukoharjo banyak yang tahu tentang Pasar Tawangsari ini.

Lalu apa sih yang menjadi keunikan Pasar Tawangsari sehingga ramai pengunjung? Ok, langsung saja kita bahas satu-persatu.

Yang pertama Pasar Tawangsari mempunyai keunikan yaitu “LEGEN” yaitu pasar yang hanya buka setiap 5 hari sekali atau dalam kalender jawa hanya buka setiap weton “LEGI” makanya pasar ini disebut sebagai pasar “LEGEN”. Keunikan dari Pasar Legen Tawangsari ini tidak menjual barang khusus saja melainkan menjual berbagai jenis barang  dan hewan ternak. Banyak dijumpai di pasar Legen ini berbagai barang baru dan bekas seperti: barang kebutuhan rumah tangga, barang elektronik, pakaian, aksesoris motor, dan hewan-hewan ternak.

Saat legen yang paling ramai adalah tempat penjualan kambing dan burung. Ya karena pasar ini hanya terjadi lima hari sekali dan di daerah sekitar pasar penduduknya adalah penggemar burung dan kambing. Terkadang di pasar ini ada lomba kicauan burung yang menjadikan pasar ini semakin ramai.

            Tentunya yang dijual tidak hanya yang disebutkan di atas seperti penjual poster, stiker, potong rambut, alat olahraga, Hp, dan penjual jamu dapat dijumpai di pasar ini. Nah yang unik ini adalah penjual jamu yang menawarkan jamunya dengan pengeras suara dan nada bicaranya yang lucu dan menarik menjadikan pasar legen ini beda dengan pasar yang lain. Ada juga yang menjual tembakau rokok yang untuk dijadikan rokok “TINGWE” atau ngelinting dewe kebanyakan yang membeli adalah orang tua.

            Yang kedua yang menjadikan pasar Tawangsari Ramai adalah pasarnya yang baru direnovasi sehingga sekarang bersih, rapi dan tidak bau lagi. Di Pasar Tawangsarinya sendiri buka setiap hari beda dengan pasar legen tadi yang hanya ada setiap weton legi saja. Pasar Tawangsari terdapat dua lantai, lantai dasar berisi pedagang sembako dan keperluan lain sedangkan lantai atas khusus penjual pakaian dan penjual jamu.         

            Di pasar Tawangsari masih banyak yang menjual makanan tradisional yang banyak digemari masyarakat karena rasanya yang enak dan harganya merakyat. Seperti arem-arem, gendar pecel, karak, rengginan, wajik, tempe alakatak, jenang krasikan, klepon, gethuk, lemper, onde-onde kumbu, kue lapis, es dawet, dll.      

Yang menjadi khasnya adalah tempe alakatak yang berasal dari Weru, Sukoharjo. Dikutip dari Wikipedia, Tempe Alakatak adalah Tempe yang terbuat dari kacang-kacangan atau biasa disebut dengan benguk dan dicampuri dengan mie yang berwarna kuning yang terbuat dari tepung singkong dan kunyit kemudian dibungkus dengan daun jati.

            Yang menjadi daya tarik dari Pasar Tawangsari yang ketiga adalah Pasar Malamnya yang berada di depan pasar yang mulai buka dari sore sampai malam hari. Pasar malam ini tidak begitu besar tetapi selalu ramai pengunjung khususnya adalah anak-anak karena disana banyak berbagai jenis permainan untuk anak-anak.

            Jika ingin datang ke pasar malam ini bisa datang setiap hari dan untuk harga tiket masuknya tidak usah khawatir karena gratis hanya membayar parkir saja. Harga untuk menaiki wahana permainan juga sangat murah. Jika merasa haus ataupun lapar jangan panik karena banyak dijumpai disekitar pasar malam yang berjualan berbagai macam makanan dan minuman.

            Seperti yang dikatakan oleh Reni, “pasar Tawangsari itu rame, banyak mainan anak-anak, harganya terjangkau, dan bisa meramaikan warga Tawangsari dan sekitarnya”.

            Nah itu tadi adalah pembahasan tentang Pasar Tawangsari, untuk yang ingin mencari kebutuhan sehari-hari atau yang hanya ingin main silahkan mapir saja.

 

 

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Latif Ghufron
6 tahun lalu • 2" baca

Wisatahati Soloraya Gratiskan Makanan di Warung Untuk Sahur

SOLO – Wisatahati Soloraya kembali mengadakan program berbagi makan sahur bersama. Berbeda dengan tahun lalu, kali ini berbagi makan sahur dilakukan di Warung Sahur yang terletak di jalan Sutowijoyo  Penumping, Laweyan. Kegiatan berlangsung selama 3 hari mulai hari Jumat-Minggu, 30 April – 2 Mei 2021. Warung mulai dibuka pukul 03.15 WIB dini hari.  Kegiatan ini […]

0 0
ishanifa nw
6 tahun lalu • 2" baca

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi COVID-19 Universitas Sebelas Maret di Desa Karangan

“Upaya Preventif Menghadapi Pandemi COVID-19 Melalui Program Penggiatan Kesadaran dan Pemahaman Kesehatan Mayarakat”   Untuk mewujudkan tri dharma perguruan tinggi yang diimplementasikan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), maka dilaksanakan program kerja KKN Rekognisi COVID-19 UNS yang berlokasi di Desa Karangan RT 02 RW 12 Begajah, Sukoharjo, Kab. Sukoharjo dengan tema “Supporting Pemahaman Masyarakat Terhadap COVID-19″. KKN […]

0 0
Ardhan Kurniawan
6 tahun lalu • 2" baca

Pelaksanaan KKN Mahasiswa UNS di Dusun Geneng sebagai Bentuk Pengabdian di Masa Pandemi

WONOGIRI – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta jurusan S1 Manajemen, Ardhan Kurniawan, melakukan kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) dengan tema COVID-19. Kegiatan KKN tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena dilakukan secara individu dalam bentuk rekognisi. Program rekognisi ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat ikut berperan dalam penanggulangan pandemi terhadap masyarakat sekitar. Kemudian penilaian mata kuliah akan disetarakan […]

0 0
ira lianasari
7 tahun lalu • 2" baca

Manfaatkan Limbah,Tim PKM-M UNIVET Ubah Kulit Jagung menjadi Kerajinan Bunga kreatif

Tim PKM-M COSFLOW Univet Bantara Sukoharjo telah melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Gedong, Ngadirojo, Wonogiri pada 4 mei 2019. Kegiatan pelatihan yang dilakukan berupa pemanfaatan limbah kulit jagung menjadi kerajinan bunga yang bernilai jual.Kegiatan pelatihan yang dilakukan meliputi tahap pemilihan limbah kulit jagung , pewarnaan, penjemuran, penyetrikaan. Kemudian dilanjutkan pembimbingan langsung langkah-langkah pembuatan bunga […]

0 0
novianwely
8 tahun lalu • 2" baca

Dosen Univet Bantara Sukoharjo Laksanakan Program Kemitraan kepada Masyarakat di Desa Karang Tengah Wonogiri

Pasca pengumuman program hibah Program Kemitraan kepada Masyarakat (PkM) DRPM Kemenristekdikti pada bulan februari 2019, tim PkM Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo (Univet Bantara) yang berkolaborasi masyarakat desa Karangtengah Wonogiri melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengambil tema inovasi, pengembangan produk dan pemasaran daun janggelan. Tim PkM yang diketuai oleh Purwanto, SE. MM. (Dosen Prodi […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan