Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Toleransi : Kisah Klasik Namun Penuh Intrik

31 Mar 2023 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Bercerita mengenai toleransi, tentu beberapa kata sudah terlintas di pikiran mulai dari menghormati, menghargai, dan kata kata lain yang menjerumus pada kesetaraan dan keadilan. Namun, apakah memang toleransi sudah menjadi kenyataan atau hanya tetap menjadi kisah klasik yang kadang penuh dengan intrik.

Kisah ini mungkin bisa menegaskan bahwa toleransi di masyarakat masih kurang dan perlu dipupuk untuk menjaga rasa persatuan dalam sebuah perbedaan. Kisah ini terjadi pada Kamis malam pukul 22.00 di tahun 2020 di Desa Banaran tercinta, Aku pergi membeli es teh karena rasa haus yang tidak terbendung setelah mengikuti kegiatan yasinan disalah satu rumah kerabatku sekitar lima meter dari tempat tinggalku. Aku membeli es teh seperti pembeli pada umumnya namun aku merasa ada yang berbeda dari pelayanan penjual yang diberikan kepadaku, penjual seperti sedang sakit diare karena lemas dan malas untuk melayani pembelinya.

Setelah menunggu sekitar 5 menit dengan rasa penasaran kenapa penjual yang juga tetanggaku itu seperti sedang sakit akhirnya pesanan es tehku jadi juga. Tidak ada kata terima kasih darinya dan ucapan basa-basi yang dilontarkan seperti biasa antara penjual dan pembeli. 

Tanpa aku dengar secara jelas, penjual memanggilku setelah aku mengenakan sendal kaki kananku. Aku kira kembalian yang diberikan terlalu banyak atau kurang namun, perkiraanku salah ternyata penjual itu memberikan sindiran yang berujung bullyan terhadap apa yang baru saja aku lakukan, penjual itu merasa bahwa yasinan adalah kegiatan yang menyalahi aturan yang dia pelajari tentang islam. Tidak hanya itu penjual juga merasa bahwa hal itu menganggu dirinya karena dia menganggap orang yang sudah meninggal tidak perlu ada yasinan dan tahlilan.

Aku diam saja tidak tahu apakah aku atau dia yang salah, namun aku kaget ternyata intoleransi bisa terjadi dengan agama atau keyakinan yang sama. Aku hanya menjawab bahwa iya aku melakukan itu karena hal itu adalah keyakinanku. 

Kisah klasik penuh intrik ini membawaku pada sebuah pelajaran kehidupan bertoleransi bahwa keberagaman itu ada untuk menghargai, karena beragam bukan tak sama. Hak dan kewajiban yang kita miliki sama walaupun kita berbeda.

Namun, keyakinan bahwa toleransi itu masih ada dan akan tetap ada masih tertanam di jiwa jiwa masyarakat yang mau, mampu, dan terus memupuk toleransi.

Karena aku, kamu, dan kita semua itu sama walaupun berbeda.

Salam Toleransi

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan