Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Toleransi Keberagaman di Indonesia

15 Feb 2024 · 4" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Toleransi merupakan konsep modern untuk menggambarkan sikap saling menghargai dan kerja sama antara kelompok masyarakat dengan beragam perbedaan. 

Pada dasarnya, keberagaman adalah suatu kondisi yang terdapat bermacam-macam perbedaan yang dimiliki oleh setiap individu di tengah kehidupan bermasyarakat.

keanekaragaman manusia adalah suatu kondisi yang menunjukan manusia yang beraneka ragam. Keanekaragaman tersebut meliputi perbedaan fisik, suku, agama, ras, kebudayaan, gender, lapisan sosial, dan sebagainya.

Faktor Keberagaman di Indonesia:

1. Letak strategis wilayah Indonesia. 

yaitu diapit oleh dua benua (benua asia dan benua Australia) dan dua samudra(samudra hindia dan samudra Pasifik) . Karena letaknya yang strategis, banyak pedagang dari berbagai negara di dunia yang singgah di Indonesia Ketika singgah, para pedagang juga membawa kebudayaannya ke Indonesia. Budaya itu kemudian dikenalkan ke masyarakat Indonesia.

2. Kondisi Alam

Kondisi alam di tiap-tiap pulau tentu berbeda.

Hal ini memberi dampak pada perbedaan mata pencaharian, makanan pokok, kebiasaan, tradisi, kesenian, bentuk rumah, pakaian, hingga kepercayaan di masing-masing daerah.

3. Negara Kepulauan

Tercatat, Indonesia setidaknya memiliki 16.771 pulau. 

4  Kemajuan Transportasi dan Komunikasi. 

Kemajuan transportasi dan komunikasi terjadi karena akses dan peran daerah. 

5.Penerimaan masyarakat terhadap perubahan.

6. Pengaruh budaya asing

macam macam keberagaman di indonesia :

1.Keberagaman suku

Suku bangsa atau yang disebut juga etnik dapat diartikan sebagai pengelompokan atau penggolongan orang-orang yang memiliki satu keturunan. Setiap suku bangsa mempunyai ciri atau karakter tersendiri, baik dalam aspek sosial maupun budaya. Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok suku, lebih tepatnya 1.340 suku bangsa. Contohnya saya, saya menganut suku Jawa yang mempunyai karakteristik komunikasi sehari hari menggunakan bahasa Jawa yang sangat kental dengan aturan bahasa atau unggah ungguh. Sebagai generasi bangsa Indonesia, tidak boleh menjelekkan/mencemooh suku orang lain. 

Indonesia

2. Keberagaman agama

Indonesia adalah negara yang religius. Hal itu dibuktikan dalam sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Kebebasan dalam beragama dijamin dalam UUD 1945 pasal 29 yang menyatakan bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa dan Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing. Di Indonesia sendiri, ada enam agama yang diakui oleh negara. Agama-agama yang diakui oleh negara adalah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan juga Konghucu. Saya menganut agama Islam, saya sangat sering berjumpa dengan teman yang berbeda keyakinan dengan saya, saat itu saya sadar bahwa perbedaan tidak menjadi masalah, justru dengan perbedaan itulah kami bisa bersatu. Sikap toleransi sangat penting, saya dapat belajar untuk saling menghargai perbedaan. 

3. Keberagaman Ras

Ras merupakan klasifikasi yang digunakan untuk mengategorikan manusia melalui ciri fenotipe (ciri fisik) dan asal usul geografis. Perbedaan fisik ini sangat rawan adanya rasisme, kita harus mencegah dan melarang keras tentang adanya rasisme dan pelanggaran HAM

4. Keberagaman anggota golongan

Dalam masyarakat multikultural, keberagaman golongan bisa terjadi secara vertikal dan horizontal. Untuk vertikal, terdapat hierarki lapisan atas dan lapisan bawah yang cukup tajam. Contohnya seperti status sosial, pendidikan, jabatan, dan sebagainya. Secara horizontal, biasanya anggota golongan setara dan tidak ada hierarki. Namun, hal ini mengakibatkan banyak yang merasa anggota golongannya paling benar sehingga merendahkan anggota golongan lainnya, hal inilah yang menyebabkan perpecahan bangsa

Jadi, seperti apa contoh toleransi itu? berikut penjelasannya 

Contoh toleransi dalam beragama : 

1. Menghormati Tempat Ibadah (tidak mengganggu ritual ibadah mereka) 

2. Toleransi terhadap keyakinan pribadi

3.Membantu menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah bagi semua agama. 

Contoh Toleransi dala Masyarakat :

1. Menghargai keberagaman budaya. 

2. Menjaga keterbukaan terhadap pendapat orang lain. 

3.Menghormati Hak Asasi Manusia (HAM)

Nah, meskipun Indonesia adalah negara yang kaya akan perbedaan dan keberagaman, hal tersebut membuat Indonesia rentan terpecah-belah akibat perbedaan yang ada. Perpecahan di masyarakat bisa memicu konflik yang menimbulkan kerugian banyak pihak.

Oleh karenanya, diperlukan sifat toleran dan juga tenggang rasa terhadap perbedaan dan kemajemukan di masyarakat. Sifat toleransi haruslah ditanamkan sejak dini supaya bisa menerima perbedaan yang ada.

Dengan adanya perbedaan, masyarakat dapat belajar untuk saling menghargai perbedaan dan memahami bahwa setiap individu memiliki hak untuk hidup dan berkembang sesuai dengan tatanan sosial dan budayanya.

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan