Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Toleransi di Atas Tanah Berbudaya

01 Apr 2024 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

     Namaku Ayudya dan sejak kecil, aku suka dengan budaya Jawa terutama dengan tari tradisional. Suatu hari, aku mendapatkan kesempatan untuk belajar menari pada sebuah sanggar tari di kota yang sangat berbudaya, yaitu kota Solo. Sanggar ini terkenal dengan keberagaman anggota yang berasal dari latar belakang sosial, agama, dan suku yang berbeda-beda.

     Setelah beberapa minggu belajar di sanggar tari tersebut, aku mulai merasakan keberagaman pendapat di antara sesama anggota sanggar tersebut. Perbedaan pendapat yang paling sering terjadi biasanya mengenai tata cara menari atau cara memainkan musik. Ada beberapa anggota yang merasa lebih nyaman dengan tata cara mereka sendiri dan menganggap bahwa cara mereka adalah yang terbaik, sementara anggota lain mengikuti tata cara yang sudah disepakati bersama.

     Aku sebagai anggota baru di sanggar tari tersebut, sering merasa bingung dan ragu. Aku tidak tahu persis harus mengikuti tata cara yang mana, dan tidak ingin memicu konflik dengan anggota lain. Namun, ada salah satu guru yang melihat kebingunganku, beliau memberikan saran dan mengajarkanku untuk lebih terbuka dan menghargai pandangan dari anggota lain.

     Dengan berlatih dan mengikuti tata cara yang berbeda-beda, aku mulai merasakan bahwa setiap pendekatan memiliki keistimewaan tersendiri. Aku mulai merasa lebih menghargai keberagaman pandangan dan mulai menyadari bahwa keberagaman tersebut sebenarnya bisa dikolaborasikan sehingga membentuk ide-ide baru yang kreatif dalam menari maupun menabuh.

     Aku juga semakin menyadari bahwa dialog terbuka dan menghargai perbedaan pendapat sangat penting dalam mencapai keberhasilan dalam sebuah tim. Dengan mendiskusikan tata cara menari atau cara memainkan musik dengan anggota lain, lalu mencari solusi terbaik yang tidak hanya memuaskan satu pihak, tetapi juga memenuhi kebutuhan lainnya.

     Dalam proses tersebut, aku belajar untuk lebih memahami orang lain dan lebih respect pada pendapat orang lain, meskipun berbeda dengan pandangan pribadiku. Aku juga belajar mendengar pendapat anggota lain dan secara positif mendukung ide-ide tersebut saat itu diperlukan.

     Pada suatu saat aku dan anggota lainnya tampil di panggung besar dan berhasil menampilkan penampilan yang memukau dan lengkap dengan keberagaman ide. Dalam keberhasilan itu, aku menyadari betapa pentingnya kepemimpinan yang baik, dialog yang terbuka, dan kemampuan untuk menghargai perbedaan pendapat sebagai kunci keberhasilan dalam sebuah tim.

     Dalam pengalamanku di tanah yang berbudaya ini, aku belajar bahwa toleransi dan menghargai perbedaan pendapat memang tidak mudah, tetapi seiring dengan adanya dialog terbuka, keinginan untuk mengerti dan bersama-sama mencapai kesuksesan, toleransi pun akan menjadi lebih mudah dicapai. Kepedulian pada orang lain selalu menjadi kunci utama dalam menghasilkan sesuatu dengan kualitas yang terbaik.

 

Ayudya Veronika

SMPN 19 Surakarta

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan