Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

TOLERANSI DALAM PERBEDAAN SUKU DAN AGAMA

30 Mar 2024 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

 

Papiku adalah orang Jawa yang beragama Islam. Ketika papiku bersekolah di sekolah dasar, papiku pindah dari SD Negeri Gondowijayan Solo ke SD Kristus Raja Jayapura. Papiku pindah sekolah ke Jayapura karena mengikuti bapaknya yang pindah tugas disana. Orangtua papiku adalah kakekku, beliau adalah seorang militer yang ditugaskan di Papua. Ketika di Jayapura, papiku yang masih duduk di bangku sekolah dasar mendapatkan sekolah dasar Katholik, namanya SD Kristus Raja. Di SD ini, tidak semua muridnya beragama Katholik, bahkan murid-muridnya pun banyak dari berbagai macam suku. Ada yang berasal dari suku Jawa, Sunda, Batak, Minang, Makassar, Bugis, Manado, Toraja, Ambon. Dan bahkan putra daerah Papua banyak yang bersekolah di SD tersebut.

Mungkin tidak semua sekolah akan mendapati keberagaman suku maupun agama seperti di Jayapura ini. Walaupun secara umum bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia dengan logat daerah. Sehingga ketika papiku masuk ke sekolah tersebut, tidak mendapatkan kesulitan dalam bahasa maupun pergaulan. Hanya logat bahasanya saja yang tidak terbiasa, karena itu memang unik dan khas.

Ada yang menarik lagi di sekolah tersebut, yaitu tentang pelajaran agama. Dimana murid-murid di sekolah tersebut menerima pelajaran agama Katholik. Walaupun ada murid-murid lain yang beragama Islam atau yang lainnya, tetapi dalam pelajaran agama mereka tidak dibedakan. Bahkan untuk mengenalkan lebih detail tentang agama Katholik, setiap 3 (tiga) bulan sekali semua murid dibawa ke gereja Katredal. Di gereja tersebut, bagi murid-murid yang beragama selain Katholik duduk dibangku paling belakang dan menyaksikan kegiatan-kegiatan Sakramen yang hanya diperuntukkan bagi murid-murid yang beragama Katholik saja. Sehingga bagi papiku yang beragama Islam mengerti benar bahwa tahapan-tahapan yang dikhususkan bagi murid yang beragama Katholik tidak boleh dilakukan oleh agama lain atau tidak diperkenankan tata caranya. Papiku dan teman-teman lainnya yang bukan beragama Katholik hanya menyaksikan saja tanpa harus melakukannya. Disitu papiku ditunjukkan bagaimana penghargaan terhadap agama lain, menghargai keberagaman serta tidak memaksakan kehendak dan keyakinan agama tertentu. Sehingga semuanya berjalan dengan rukun, damai, indah, nyaman dan membahagiakan.

FADHILLAH QURROTA’AYUN

SMP NEGERI 2 SURAKARTA

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan