- Kehidupan awal masyarakat dieng tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat bali. Dikalangan masyarakat Hindu Bali, Dieng dianggap merupakan asal-usul leluhur mereka.
- Masyarakat dieng termasuk pemeluk Agama Islam yang taat dan memiliki toleransi yang tinggi terhadap kepercayaan lain, hal ini dapat dilihat pada saat ada orang yang membakar kemenyan dikomplek candi, melakukan pertapaan di goa-goa sekitar telaga warna. Dan kegiatan lain yang bersifat keagamaan, tidak pernah ada yang kemudian mengganggunya.
- Walaupun masyarakat Dieng adalah bagian dari suku jawa dan merupakan pemeluk agama Islam yang patuh dan taat, tetapi masyarakat Dieng memiliki rasa solidaritas yang penuh terhadap adat dan budaya, salah satu sikapnya terhadap para pemuka agama di Bali yang mengunjungi Dieng setiap sekali dalam upacara Maspe atau Mabakti.
- Dalam pembahasan ini juga kita dapat belajar proses sosial budaya jawa dan Islam dengan mencari aspek dari berbagai segi kehidupan melalui pendekatan budaya. Keadaan masyarakat jawa, sebelum munculnya berbagai macam agama dan budaya asli,mereka telah memiliki peradaban jawa yang khas yang tercermin dalam system sosial dan norma kemasyarakatan. Penelitian ini menemukan bahwa keberhasilan proses antara budaya dan agama tak terlepas dari proses penyebaran agama tersebut kedalam suatu wilayah. Penyatuan antara budaya dan agama Terlihat jelas dalam kecenderungan masyarakat yang taat agama namun tetap tidak bisa meninggalkan tradisi.
- Setiap setahun sekali warga Dieng melakukan tradisi adat pemotongan rambut gimbal, dengan hal itu mayoritas agama Islam tidak keberatan dengan hal tersebut.Bagi agama Hindu membakar menyan dan Dupa menandakan mereka harus yakin kepada tuhan diatas sana
- Karena warga Dieng memegang teguh prinsip “Agama itu seperti baju walaupun berbeda -Beda tetapi harus memiliki akhlak yang mulia. Toleransi di desa Dieng, antara lain jika Ramadan, pemuda nonmuslim yang bertugas menjaga keamanan lingkungan dan rumah warga yang ditinggal pergi salat tarawih di masjid. Sebaliknya, jika Natal dan Waisak, banser bersama TNI dan Polri yang menjaga keamanan saat perayaan,”
- Dengan banyaknya perbedaan diantara masyarakat Dieng tidak merubah sikap layaknya manusia yang memanusiakan sesama, walaupun disana mayoritas agama muslim,akan tetapi untuk Agama lain yang ingin beribadah atau melakukan kegiatan sesuai apa yang diajarkan agama tidak ada hambatan ataupun larangan yang berarti .
- Masyarakat Dieng adalah masyarakat yang mayoritas penduduknya adalah penganut agama Islam. walau begitu masyarakat Dieng juga masih mengamalkan kepercayaan kejawen, yaitu tradisi lokal masyarakat jawa sebelum masuknya agama Islam, yang banyak dipengaruhi oleh perpaduan Hindu-Budha dan kepercayaan lain.Masyarakat Dieng adalah termasuk masyarakat yang masih menjaga kearifan lokal demi menjaga tradisi. Walaupun dalam kehidupan masyarakat Dieng masih merasakan ritual-ritual seperti halnya ritual agama Hindu, ,karena dalam kehidupan masyarakat Dieng sudah terbiasa menjaga sikap toleransi dalam menerima pengaruh adat budaya luar khususnya Hindu Bali.
Artikel Terkait
Lihat SemuaMemahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual
Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]
Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas
Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas. Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]
Analisis Tekstual dan Kontekstual
Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]
Dua Hal yang Bermakna
DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]
Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi
Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas. Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]
Komentar ()
Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.
Masuk ke AkunBelum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!