Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Sejarah Ilmu Falak

Muamar Khadapi
12 Jun 2021 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Ilmu falak atau dalam istilah yunani disebut Astronomi, telah dikenal oleh manusia sejak 3000 tahun sebelum masehi, bahkan disebutkan dalam pendahuluan kitab “khulashatul wafiyah’ bahwa pencetus ilmu falak pertama kali aalah nabi idris, beliau langsung diajarkan oleh Allah melalui wahyu yang menjelskan tentang alam semesta, gugusan bintang dan perhitungan tahun yang pada saat itu belum mampu tergambarkan oleh akal.

Dalam beberapa buku banyak dijelaskan bahwa awal sejarah astronomi berasal dari peradaban babilonia kuno. Astronomi babilonia kuno merujuk pada ilmu perbintangan yang dikembangakan di mesopotamia, daerah yang diapit oleh sungai tigris dan eufrat. Di sana berkembang kerajaan kuno sumeria, akadia, bebilonia dan kaldera (babilonia baru). Astronomi babilonia mendasari banyak tradisi astronomi yang dikembngkan bangsa yunani, india klasik, sasanid (persia), bizantium dan eropa barat. Dasar-dasar astronomi barat ditemukan dimesopotamia, berupa papan liat dengan hukuf paku peninggalan sumeria sekitar 3500-3000 tahun sebelum masehi. Mereka menggunakan kurang lebih 350 tanda gambar dan setiap gambar merupakan satu suku kata. Mereka juga menggunakan sexagesimal (hitungan berbasis 60) sebagai sistem angka. Praktik modern membagi lingkaran kedalam 360 derajat, sehingga mereka bisa menentukan penanggalan 12 bulan dalam setahun dan tiap bulannya terdiri 30 hari.

Baca juga:

Biografi Pengarang Kitab Falak Nusantara

Gambaran tentang alam semesta telah dapat diketahui sedikit demi sedikit melalui penemuan-penemuan. Para ilmuan pada zaman dulu, untuk lebih mudahnya sejarah perkembangan astronomi terbagi menjadi 4 periode:

Periode prehistoric (sebelum 500 tahun SM)
Pada periode ini, manusia meneliti pergerakan bulan dan bintang dan mempelajarinya untuk menentukan waktu dan sebagai petunjuk arah.

Periode klasikal (500 SM – 1400 M)
Para ilmuan mulai membuat gambaran langit, dengan dengan pengetahuan geometri, mereka membuat model gambaran sederhana yang dapat menerangkan pergerakan langit.

Perode renaissance (1400 M – 1650 M)
Pada periode ini, para ilmuan menemukan ketidakcocokan antara hasil model geometri dengan kenyataan sebenarnya, kemudian mereka memikirkan model baru yang lebih memperhatikan data – data fakta yang dihasilkan dri pengamatan dengan menggunakan teleskop.

Baca juga:

Pengaruh Kecemerlangan Langit Terhadap Perhitungan Waktu Shalat

Periode modern (1650 M – sekarang)
Para ilmuan mulai meneliti hukum – hukum alam (seperti hukum gravitasi) yang mendasari penelitian terhadap pegerakan yang ada di langit. Teknologi terbaru seperti Teleskop, alat-alat optik dan matematika kalkulus semakin mempermudahkan pemahaman tentang alam semesta.

Sumber; https://almaidahfalak.wordpress.com/2015/04/13/sejarah-ilmu-falak

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan