Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

SEJARAH ADANYA KARAWITAN “MUDO IROMO” di KAKI LERENG LAWU

Muhammad Yusuf
01 Nov 2018 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Berada di bagian kaki lereng gunung lawu, desa Anggrasmanis merupakan salah satu kelurahan di kecamatan jenawi kabupaten Karanganyar. Di dukuh Glagah sendiri juga memiliki banyak kebudayaan jawa yang masih melekat di kehidupan masyarakat hingga saat ini. Seperti bancaan, selapanan, nyatus, nyewu , kondangan, megengan, dan lain-lainnya. Selain itu , di dukuh Glagah sendiri terdapat kebudayaan jawa yang masih eksis dan dijaga hingga saat ini, yaitu kebudayaan jawa Gamelan dan Wayang, bahkan Gamelan dan wayang di dukuh Glagah sampai saat ini juga masih digunakan sebagai penambah perekonomian warga dukuh Glagah dengan mendirikan karawitan jawa bernama “Mudo Iromo” .
Menurut pimpinan karawitan Mudo Iromo saat ini bapak Parto Parno, awal mula adanya karawitan mudo iromo ini dimulai ketika mbah diyo sentono yang merupakan salah satu warga dukuh Glagah yang membeli sepaket gamelan dari mbah karto yang merupakan warga dukuh demping yang merupakan tetangga desa Dukuh glagah. Setelah itu, gamelan di dukuh glagah dilestarikan hingga saat ini , dan saat ini sudah berada pada generasi penerus ke 3 dari paguyuban karawitan mudo iromo sendiri. Awal mula adanya karawitan mudo iromo ini bisa dibilang cukup sederhana, karena tidak ada dari anggota-anggotanya yang merupakan lulusan dari seni dan tidak ada gurunya, jadi paguyuban ini ada karena dari masing-masing warga dukuh Glagah memiliki kesukaan terhadap gamelan jawa dan adanya saling ajak untuk latihan bareng tanpa harus memandang siapa yang lebih hebat. Hingga pada akhirnya karena tiap-tiap warga memiliki kesenangan terhadap gamelan jawa dan saling ajak untuk latihan, akhirnya para warga sepakat untuk mendirikan Paguyuban karawitan jowo mudo iromo. Dimana karawitan ini bisa dibilang karawitan yang langka, karena selain melestarikan kebudayaan jawa, karawitan ini anggotanya juga berasal dari satu kampung yang sama dan masih memiliki ikatan saudara.
hingga pada akhirnya kebudayaan jawa yang dilestarikan tidaklah menjadikan seseorang kehabisan waktu, melainkan justru dapat digunakan oleh masyarakat sekitar selain sebagai media hiburan kesenian kebudayaan juga dapat digunakan sebagai penunjang perekonomian warga masyarakat yang melestarikan kebudayaan tersebut. jadi pada intinya melestarikan kebudayaan itu membangun bukannya menghancurkan dan melalaikan. .
.
video : https://www.youtube.com/watch?v=DowG3E_Lyc0&t=59s

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan