Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Secuil Indonesia di Desa Sapen

01 Apr 2024 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

     Negara Indonesia adalah negara majemuk yang dianugerahkan Tuhan dengan keanekaragaman budaya. Dengan kondisi negara berbentuk kepulauan, dengan jumlah pulau lebih dari ribuan ini dihuni oleh masyarakat yang memiliki suku, ras, agama, dan etnis yang berbeda-beda. Hal inilah yang membuat Indonesia memiliki keberagaman kebudayaan. Masyarakat Indonesia harus mampu hidup berdampingan antara satu dengan lainnya.

     Keberagaman kebudayaan menjadi kekayaan dan keindahan tersendiri bagi Indonesia. Namun, sering kali perbedaan budaya ini juga dapat menjadi ancaman dan hambatan yang menantang persatuan bangsa Indonesia. Indonesia dianggap rentan terhadap isu konflik hingga perpecahan. Sila ketiga Pancasila, yakni persatuan Indonesia memiliki nilai nasionalisme dalam tiap butir pengamalannya. Dengan adanya sikap nasionalisme mengutamakan kepentingan dan keselamatan bangsa maka persatuan dan kesatuan akan terwujud.

     Sapen, sebuah desa kecil yang terletak di ujung timur utara Kabupaten Sukoharjo. Kehidupan masyarakat di desa ini sangat tentram di antara kebisingan lalu-lintas kendaraan bermotor lintas kabupaten. Masyarakat yang tinggal di desa ini mayoritas beragama islam, hanya ada segelintir orang yang beragama non-islam.

     Salah satu keluarga yang beragama minoritas di desa ini, yaitu agama kristen. Di keluarga ini hanya terdiri 2 orang saja, sepasang suami istri, tanpa seorang anak bahkan sanak saudara. Panggil saja pak Temy dan ibu Temy. Membaur begitu saja. Tanpa ada sekat agama dalam kemasyarakatan. Pun, terkenal baik dan ramah pada siapa saja.

     Selain itu, masyarakat di sini juga banyak yang berasal dari berbagai suku dan etnis. Bapak Siregar, salah satu contohnya. Beliau  adalah salah satu perangkat desa yang berasal dari suku Batak. Sebagai pemberi pelayanan publik, ia tidak pernah semena-mena dan memilih-milih saat melaksanakan tugasnya. Ia tampak begitu akrab dengan seluruh warga desa Sapen.

     Ada juga seorang keluarga yang berasal dari Papua. Hidup damai bahagia tanpa pernah mendapat diskriminasi dan perlakuan berbeda. Beliau bernama bapak Bram. Sebagai salah satu warga desa Sapen, ia selalu berkontribusi dalam semua kegiatan sosial kemasyarakatan. Beliau adalah salah satu orang yang bersemangat saat mengikuti kerja bakti. Bapak Bram tidak pernah mendapatkan perilaku negatif dari masyarakat setempat, justru beliau sangat diterima di sini.

     Desa Sapen adalah secuil Indonesia. Tentunya dengan keberagaman adalah ciri khasnya. Keberagaman adalah hal yang tak terelakkan, sehingga bukan masalah mayoritas atau minoritas apabila membicarakan tujuan hidup bersama. Jika tujuan hidup bersama, maka bukan masalah perbedaan atau persamaan yang dicarikan solusi, melainkan asas keberasamaan demi kerukunan dan kesejahteraan yang menjadi tujuan.

     Akhirnya, kita dapat melihat desa Sapen dan juga desa-desa yang lain dapat menempatkan keberagaman menjadi modal kekuatan untuk bisa mewujudkan persatuan dan kesatuan Indonesia secara menyeluruh. Sebuah perbedaan janganlah menjadi penghalang bagi kita semua untuk bersatu

 

Nama: Clara Faradias Ningtyas Monic

Sekolah: SMAN 1 Mojolaban

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan