Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Perbedaan Ras Tidak Menjadi Pembatas

01 Apr 2024 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

“tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu.”- Gus Dur

     Toleransi atau tasamuh adalah suatu perilaku atau sikap manusia yang “tidak menyimpang dari hukum berlaku” di suatu negara, di mana seseorang menghormati atau menghargai setiap tindakan yang dilakukan oleh orang lain selama masih dalam batasan tertentu. Toleransi atau toleran secara bahasa kata ini berasal dari bahasa latin tolerare yang berarti “menanggung”, “menerima dengan sabar”, atau “membiarkan”. Sikap toleransi dapat menghindari terjadinya diskriminasi seperti rasisme walaupun banyak terdapat kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat. Toleransi terjadi karena adanya keinginan-keinginan untuk sedapat mungkin menghindarkan diri dari perselisihan yang saling merugikan kedua belah pihak. ( https://g.co/kgs/aU4Mq8p )

     Berbicara soal toleransi, tentu hal tersebut banyak kita temui di kehidupan sehari-hari. Baik toleransi dalam agama, toleransi pendapat, toleransi aliran agama, toleransi antar ras, toleransi antar budaya, dan masih banyak lagi. Mengenai toleransi antar ras, saya pernah menjumpai fenomena tersebut. Saat saya sedang duduk di bangku SMP, saya mempunyai teman sekelas yang memiliki ras berbeda dengan rata-rata teman sekelasnya, sebut saja namanya Adi. Adi memiliki ras yang berbeda dengan rata-rata teman sekelasnya. Dia memiliki kulit yang hitam, tubuh besar, dan mata sipit. Namun, dia anak yang percaya diri dan menerima perbedaan tersebut. Dia juga anak yang pintar, di beberapa pelajaran dia mendapat nilai yang unggul dari teman sekelasnya.

     Adi seorang anak yang pandai bergaul, dia tidak membeda-bedakan dalam berteman. Terkadang dia mendapat teman yang iseng memperlakukannya, suatu hari temannya pernah memanggilnya “ireng” yang artinya “hitam” dalam bahasa Jawa. Adi mendengar panggilan tersebut bersikap biasa saja dan bahkan ikut menertawakannya, dia merasa julukan tersebut bukanlah hal yang masalah baginya karena yang temannya katakan memang benar dan ia menyadari hal itu. Temanya mengatakan seperti itu bukan mereka tidak suka ataupun membenci, mereka masih menjadi teman baik dan tidak ada masalah di antara mereka. Keduanya masih berkabar dan saling membantu.

     Dari fenomena tersebut kita menyadari bahwa dengan adanya perbedaan tidak membuat seseorang menjadi dikucilkan, perbedaan justru menciptakan ciri khas setiap manusia. Toleransi mengajarkan kita bagaimana cara menerima perbedaan serta meminimalisir terjadinya konflik perpecahan sosial. Kita harus menerima perbedaan, dengan itu kita akan lebih mencintai diri sendiri dan belajar menghargai perbedaan yang ada.

 

Nama : Rani Nahari Az Zahro

Sekolah : SMAN GONDANGREJO

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan