Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Perbedaan Bukan Penghalang

01 Apr 2024 · 4" baca
WhatsApp Facebook Twitter

     Terdapat dua agama berbeda dalam sebuah ikatan keluarga yaitu Islam, Kristen. Meskipun terdapat perbedaan agama, seluruh anggota keluarga dapat menghargai pilihan satu sama lain. Bahkan, terdapat satu hal yang sangat menarik perhatianku ketika membicarakan tentang keberagaman beragama yang ada di keluarga tetanggaku yaitu, tetanggaku dapat menjalankan kehidupan rumah tangga dengan baik, meskipun mereka berdua memiliki kepercayaan agama yang berbeda.

    Istrinya beragama Islam dan suaminya beragama Kristen, meskipun berbeda namun mereka tetap bisa bertoleransi pada pilihan agama satu sama lain. Sejujurnya sampai suaminya meninggal, aku belum pernah menjumpai mereka bertengkar karena permasalahan perbedaan agama.

     Tentunya jiwa toleransi yang diajarkan mereka, membuat anak dan cucunya juga bisa bertoleransi pada agama yang dipercayai oleh orang lain. Sejujurnya aku merasa sangat bersyukur melihat keluarga besar mereka bisa bersatu meskipun memiliki agama yang berbeda.

     Aku belum pernah sama sekali menjumpai tindakan diskriminasi yang dapat menyakiti hati, karena faktanya semua anggota keluarga memiliki ikatan kebersamaan dalam sebuah keberagaman. Sungguh aku merasa bahwa keberagaman menjadi sangat indah, jika semua orang memiliki jiwa dalam bertoleransi satu sama lain.

    Aku pribadi pernah memiliki pengalaman secara langsung terkait jiwa toleransi yang dimiliki oleh tetanggaku. Kejadian ini terjadi pada bulan Ramadan, waktu itu aku sedang berkunjung ke rumah tetanggaku tersebut.

    Si bapak memiliki kepedulian yang sangat tinggi pada ibadah yang istrinya jalankan, padahal istrinya dan sibapak memiliki agama yang berbeda. Meskipun tidak menjalankan ibadah puasa, ternyata si bapak rela bangun jam 2 pagi hanya untuk menemani sang istri masak menu sahur untuk dirinya. Bahkan sibapak selalu menemani istrinya dalam menjalankan ibadah sahur dan berbuka.

    Sungguh rasanya bahagia ketika melihat sibapak memiliki kepedulian pada agama yang istrinya percayai. Sibapak sangat paham akan pentingnya bulan Ramadan bagi umat Islam, beliau tahu bahwa ini merupakan suatu kewajiban yang harus dijalankan. Aku ketika main di rumah tetanggaku tersebut, istrinya pernah bilang ketika dirumah sang istri tidak pernah menjumpai sekalipun sang suaminya makan dan minum diwaktu puasa. Tentunya ini dilakukan agar sang istri tidak tergoda untuk membatalkan puasa, sehingga sang istri dapat menjalani kewajiban puasa dengan baik.

     Ketika merayakan hari besar agama masing-masing, pihak anggota keluarga tersebut yang tidak merayakan akan menyempatkan waktunya untuk memberikan pesan ucapan perayaan. Bahkan, tidak hanya sekedar memberikan ucapan, ada kalanya mereka memutuskan ikut berkontribusi membantu kesuksesan perayaan. Tentu ini menjadi sebuah bukti bahwa seluruh anggota keluarga tetanggaku memiliki rasa toleransi yang tinggi pada keberagaman beragama.

     Jujur adanya kehidupan berdampingan dalam beragama tanpa sedikitpun memiliki rasa kebencian pada agama yang dianut oleh anggota keluarga yang lain. Kalau ditanya terkait cara aku bisa bertoleransi pada diversity (perbedaan), sejujurnya ini berkat didikan dari ibuku. Sejak aku masih kecil, ibuku selalu memberikan pemahaman dan pengetahuan pada diriku bahwa keberagaman merupakan satu hal yang baik dan perlu untuk tetap dijaga.

     Aku diminta untuk tidak pernah memandang rendah pilihan orang lain, meskipun pilihan mereka berbeda dengan pilihanku. Aku selalu diminta untuk menghormati dan menghargai perbedaan baik agama, suku, bahasa, ras dan budaya yang dipercaya oleh orang lain. Meskipun awalnya merasa kesulitan, tetapi setelah berjalannya waktu aku bisa menjadi sosok yang bertoleransi, bagiku kuncinya hanya satu yaitu membiasakan diri.

     Sekarang aku tidak pernah mempermasalahkan akan sebuah perbedaan, karena menurutku semua orang memiliki kebebasan dalam memilih. Bahkan, aku merasa sangat sedih jika masih ada di antara kita yang tidak bisa menghormati dan menghargai perbedaan. Aku berharap rasa toleransi terkait keberagaman juga bisa dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia. Percayalah bahwa sangat penting bagi kita semua untuk menanamkan rasa toleransi dalam sebuah keberagaman.

     Aku berpesan pada teman-teman semua untuk tidak pernah mempermasalahkan keberagaman, karena sebenarnya keberagaman adalah satu hal yang sangat indah. Aku percaya bahwa Negara Indonesia dapat menjadi lebih baik, ketika masyarakatnya sudah bisa untuk memiliki jiwa toleransi dalam sebuah perbedaan pilihan.

 

Nama : Anggun Fatikhah Aulia

Asal sekolah : SMA Negeri Gondangrejo

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan