Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Pengalaman belajar daring saat pandemi

13 Apr 2023 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Pengalaman belajar daring saat pandemi

 

 

Saya menjadi siswa di SMP N 1 NGARGOYOSO, kegiatan pembelajaran dilaksanakan di rumah masing-masing akibat adanya pandemi COVID-19. Betapa inginnya diriku mengenakan seragam dan belajar di sekolah bersama teman-teman baruku. Bahkan liburan akhir tahun pelajaran pun, aku tidak bisa kemana-mana 

 

Tiba-tiba handphoneku berdering. Aku berteriak kegirangan setelah mengeceknya, lantaran dalam pesan singkat tersebut berisikan informasi bahwa pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan di bulan Agustus mendatang dengan syarat harus mematuhi protokol kesehatan dan mendapat persetujuan dari orang tua/wali.

 

Hari yang paling aku nanti-natikan, Selasa (10/08/2021) adalah hari pertamaku mengikuti proses pembelajaran tatap muka di sekolah walau terbatas. Sesampaiku di sekolah, aku disambut oleh guruku di gerbang sekolah dan diarahkan untuk mencuci tangan serta dicek suhu badanku dengan menggunakan thermogun. Jika pada thermogun menunjukkan angka di atas 37 derajat Celsius, maka harus masuk ke ruangan isolasi yang disediakan sekolah dan tidak dapat mengikut proses pembelajaran tatap muka di kelas.  Untungnya, suhu badanku 36,2 derajat Celsius. Aku pun bergegas menuju ruang kelas. Saat aku berdiri di depan pintu kelas, aku disapa oleh teman-temanku yang duduk saling berjauhan. Kamipun berkenalan lebih lanjut dan saling berbagi pengalaman selama pandemi COVID-19. Ada yang harus membantu orang tuanya terlebih dahulu kemudian mengikuti proses pembelajaran secara daring, ada pula yang harus berbagi waktu menggunakan handphone dengan adik-adiknya untuk belajar, terkadang ada materi yang sangat sulit dipahami padahal sudah mencari beberapa penjelasan di berbagai sumber dan juga sudah bertanya via whatsapp dengan guru mata pelajaran yang bersangkutan, bahkan adapula yang tidak mengikuti pembelajaran dengan alasan kuotanya habis. Berbagai kendala yang dialami selama pembelajaran daring yang membuat beberapa diantara kami menganggap bahwa pembelajaran daring ini membosankan dan hanya cocok untuk siswa(i) yang kemampuan ekonomi keluarganya menengah ke atas.

 

Hari yang paling aku nanti-natikan, Selasa (10/08/2021) adalah hari pertamaku mengikuti proses pembelajaran tatap muka di sekolah walau terbatas. Sesampaiku di sekolah, aku disambut oleh guruku di gerbang sekolah dan diarahkan untuk mencuci tangan serta dicek suhu badanku dengan menggunakan thermogun. Jika pada thermogun menunjukkan angka di atas 37 derajat Celsius, maka harus masuk ke ruangan isolasi yang disediakan sekolah dan tidak dapat mengikut proses pembelajaran tatap muka di kelas.  Untungnya, suhu badanku 36,2 derajat Celsius. Aku pun bergegas menuju ruang kelas. Saat aku berdiri di depan pintu kelas, aku disapa oleh teman-temanku yang duduk saling berjauhan. Kamipun berkenalan lebih lanjut dan saling berbagi pengalaman selama pandemi COVID-19. Ada yang harus membantu orang tuanya terlebih dahulu kemudian mengikuti proses pembelajaran secara daring, ada pula yang harus berbagi waktu menggunakan handphone dengan adik-adiknya untuk belajar, terkadang ada materi yang sangat sulit dipahami padahal sudah mencari beberapa penjelasan di berbagai sumber dan juga sudah bertanya via whatsapp dengan guru mata pelajaran yang bersangkutan, bahkan adapula yang tidak mengikuti pembelajaran dengan alasan kuotanya habis. Berbagai kendala yang dialami selama pembelajaran daring yang membuat beberapa diantara kami menganggap bahwa pembelajaran daring ini membosankan dan hanya cocok untuk siswa(i) yang kemampuan ekonomi keluarganya menengah ke atas.

 

Tiba-tiba bel berbunyi yang berarti proses pembelajaran hari ini telah selesai. Kami diarahkan untuk langsung kembali ke rumah masing-masing dan diperingatkan untuk selalu menjaga protokol kesehatan serta tidak mampir kemana-mana

 

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan