Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Kenapa Harus Toleransi?

04 Apr 2023 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Murid yg bersekolah di SMK 3 Sukoharjo berusia 16 th dan bertingkat di kelas 11 TKRO, ya murid tersebut bernamakan Michael Hernandes.S yg memili cita” untuk dapat membangun suatu usaha

Ya saya orang yg saat ini sudah tidak memiliki orang tua, ya itu yg menjadikan perbedaan saya dengan teman” seperantaran saya

Saya ingin bersekolah dengan bersungguh sungguh untuk bisa sukses dan membanggakan orang tua saya yg sudah tiada.

Inilah kisahku di sekolah yg terkadang menjadi bahan pembullyan teman-teman saya. Konflik yg saya hadapi ialah. Diluar perkiraan saya, saya memiliki teman yg kurangnya toleransi akan saya, ya saya sering terbully dikarenakan tidak nemiliki orang tua, perkataan ataupun nyinyiran beliau terhadap saya sudah pasti membuat sakit hati dan kecewa. Contoh kata” kasar beliau ialah”yah bapaknya ditanam kayak singkong” dengan konteks candaan, walau pun itu berkonteks bercanda, tetapi itu tetap kurangnya toleransi akannya kurangnya yg saya miliki. Bukan sekali dua kali membercandai orang tua saya, bahkan terkadang mereka mengolok olok perbedaan fisik, yg mungkin berbeda dari mereka, contoh nya yaitu warna kulit saya yg lebih gelap dibandingkan teman-teman saya. Saya pernah sempat berfikir negatif terhadap teman saya, kenapa mereka tidak memiliki toleransi terhadap orang lain.

Hingga suatu hari saya pergi ke event Jejepangan dan menemukan banyak orang, Entah kenapa saya lebih merasa nyaman di event tersebut dibanding sekolah, tentu saya juga mendapatkan banyak teman dari event tersebut mulai dari cosplayer,pengunjung biasa dan bahkan saya dapat bertemu dengan pacar saya dari event tersebut,saya pernah berfikir buruk/negative terhadap teman saya dikarenakan masihnya tertanam pikiran buruk orang lain terhadap saya, tetapi saya salah menilai teman event saya, mereka orang yg welcome terhadap sesama dan menjunjung tinggi toleransi perbedaan,saya juga sering keluar berpergian bersama teman event saya dibanding teman sekolah, diluar perkiraan saya merasa bahwa teman-teman saya disini memiliki toleransi dan pengertian terhadap perasaan orang lain,ya walau kadang hanya bercanda sedikit tapi saya bisa memakluminya, kami pun berteman dengan solid tanpa memandang perbedaan kita mau itu dari Agama,perbedaan fisik,DLL. Tetapi siapa sangka mereka datang dan menggerakan hatiku dan dapat membuatku berpikir lebih positif, bahkan saya sudah meninggalkan kebiasaan overthinking dan insecure terhadap diri saya sendiri. Mereka selalu ada di saat saya butuhkan, dan sebaliknya(saling memberikan feedback terhadap pertemanan)

Saya mulai berpikir “Aku tidak dapat menilai buruk teman yg bahkan baru saya temui,Aku juga tidak boleh berfikir negative terhadap orang lain, dikarenakan orang memiliki sifat yg berbeda beda, mau itu orang yg toleransi akan perbedaan maupun orang yg kurangnya toleransi

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 years lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 years lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 years lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 years lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 years lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan