Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Kelebihan Dan Kekurangan Mobil Listrik Yang Dapat Anda Ketahui

01 Jun 2023 · 4" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Sebelum melakukan pembelian, ada baiknya mengetahui kelebihan dan kekurangan mobil listrik. Ini penting, agar Anda tidak menyesal nantinya. Bukan berarti kendaraan bertenaga baterai itu buruk. Tentu saja ada beberapa kelebihan dari mobil listrik. 

Sebut saja biaya pengisian baterai yang murah, dan tidak memiliki emisi gas buang. Ambil contoh Indonesia belum memiliki fasilitas pengisian baterai umum yang memadai. Kemudian harga resmi kendaraan berlistrik masih cenderung mahal. Agar tidak menyesal setelah membeli, sebaiknya pertimbangkan secara detail kelebihan dan kekurangan mobil listrik yang bisa Anda ketahui.

Kelebihan Dan Kekurangan Mobil Listrik

Biaya Isi Baterai Lebih Murah Daripada Isi Bensin

Membahas kelebihan dan kekurangan mobil listrik, dimulai dari kelebihannya terlebih dahulu. Salah satu hal yang membuat kendaraan jenis ini menarik adalah murahnya biaya pengisian baterai. Sebagai gambaran untuk Anda, mengisi baterai Hyundai Ioniq hingga penuh dari posisi minimum membutuhkan biaya sekitar Rp 60 ribu (1 kWh = Rp 1.400). Kemudian untuk kemampuan berjalan menggunakan mobil ini dengan kondisi baterai penuh yaitu 373 Km. 

Dengan kata lain, per kilometer perjalanan hanya dikenakan biaya Rp. 160. Murah bukan? Coba bandingkan dengan mobil berbahan bakar bensin. Secara umum, untuk mesin berkapasitas 1500 cc rata-rata konsumsi bahan bakarnya adalah 12 km/liter. Harga bensin RON 92 berkisar Rp. 9.000 per liter. Artinya untuk pergi per kilometer dikenakan biaya Rp. 750.

Fasilitas Pengisian Baterai Belum Memadai

Penggunaan baterai memang menjadi kelebihan dan kekurangan mobil listrik. Meski biaya isi ulangnya murah, namun memakan banyak tegangan listrik. Misalnya, jika Anda ingin mengisi ulang baterai Hyundai Ioniq di rumah, Anda memerlukan minimal 2.200 VA. Itupun dengan catatan, tidak diperbolehkan mengaktifkan peralatan listrik lain yang membutuhkan daya besar seperti pompa air, mesin cuci, setrika, dan lain sebagainya. 

Jadi kalau mau aman harus ada listrik di rumah dengan daya minimal 4.400 VA. Itu untuk charging baterai, tidak bisa untuk sementara waktu. Butuh waktu 14 jam dari posisi minimum hingga posisi penuh. Dominasinya masih di Jakarta dan jumlahnya terbatas. Padahal, jika Anda melakukan pengisian daya di SPKLU dengan mode fast charging di SPKLU, baterai mobil listrik Hyundai Ioniq dapat terisi penuh dari kondisi minimal hanya dalam waktu sekitar 1 jam 30 menit.

Harga Mobil Listrik Masih Mahal

Di Indonesia, harga mobil listrik masih cenderung mahal. Apalagi, di sisi lain, mobil dengan mesin bensin konvensional jauh lebih murah. Mobil resmi low cost green car atau LCGC seperti Daihatsu Ayla, Toyota Calya, Suzuki Karimun Wagon R masih dijual dengan harga di bawah Rp. 200 juta. Harga yang mahal memang bisa menjadi kelebihan dan kekurangan mobil listrik. 

Disebut kelebihan, karena terasa eksklusif bagi orang yang memilikinya. Sedangkan dari segi kekurangannya, dengan harga yang mahal, tentunya mobil listrik belum bisa menjadi produk massal yang digunakan banyak orang.

Bila Terjadi Kerusakan, Belum Banyak Bengkelnya

Masalah selanjutnya adalah masalah perbaikan. Jika ada kerusakan, hanya bengkel resmi yang tersedia untuk menanganinya. Maklum, ini merupakan teknologi baru di sektor otomotif Tanah Air. Akibatnya, tak banyak mekanik yang bisa menanganinya. Berbeda dengan mobil konvensional berbahan bakar minyak yang bisa ditangani bengkel pinggir jalan sekalipun. 

Kemudian suku cadangnya juga melimpah, dari versi original hingga KW. Namun, pabrikan tahu betul untuk membuat konsumen tidak terlalu bingung tentang masalah ini. Sebut saja Hyundai yang berani memberikan garansi baterai selama 8 tahun atau 160.000 Km.

Polusi Jadi Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik

Pembahasan selanjutnya mengenai kelebihan dan kekurangan mobil listrik terkait dengan polusi yang ditimbulkan. Hal ini sebenarnya masih menjadi perdebatan. Banyak orang mengira mobil listrik tidak memiliki emisi gas buang sehingga lebih ramah lingkungan. Jika dari samping tidak mengeluarkan asap berbahaya dari knalpot, tentu saja benar. Ini karena mobil ditenagai oleh baterai, tidak memiliki knalpot. 

Hanya saja perlu Anda ketahui, polusi akibat penggunaan mobil tidak hanya berasal dari gas buang saja. Ban bergesekan dengan aspal, kemudian terkikisnya kampas rem juga menimbulkan polusi udara. Padahal dalam hal ini, mobil listrik masih lebih baik dari mobil konvensional berbahan bakar minyak. Kini potensi polusi terbesar dari penggunaan mobil listrik justru dari baterai. 

Demikian ulasan tentang Kelebihan Dan Kekurangan Mobil Listrik Yang Dapat Anda Ketahui seperti yang dilansir Bp77 Slot, semoga bermanfaat.

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan