Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Solopos dan Semangat Ruang Demokrasi

JunaidiKhab
16 Nov 2015 · 4" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Oleh: Junaidi Khab*
Solopos merupakan media yang pertama kali saya kenal dari searching di Google. Di Google saya cari media yang kemungkinan besar hidup di setiap daerah. Salah satunya yaitu di Solo Jawa Tengah. Akhirnya saya menemukan Solopos online. Untuk memastikan ruang publik di Solopos, saya menanyakan pada teman-teman, misalkan Mutimmatun Nadhifah yang kuliah di IAIN Surakarta, Solo. Sebagaimana ceritanya, di Solopos bukan hanya menyajikan berita-berita terkini, tapi juga menyajikan rubrik opini dan mimbar mahasiswa yang dikhususkan bagi mahasiswa yang memiliki ide kreatif dan cerdas yang di-publish setiap hari Selasa.

Kata Mutim, setiap hari Ahad ada rubrik sastra yang diisi oleh para penulis kreatif. Seperti rubrik cerpen, puisi, esai, dan resensi atau ulasan buku. Namun, yang paling saya suka dari Solopos, media ini dengan konsisten memberikan ruang bagi mahasiswa. Sehingga, pada kolom opini yang tergolong harus berupa tulisan ide berkelas berat dengan analisis kuat tak menjadi persoalan bagi mahasiswa yang ingin mengutarakan gagasannya, baik dengan ulasan analitik atau sederhana. Yang penting idenya bagus dan membangun, itu sepertinya yang diprioritaskan oleh Solopos.

Setelah saya tahu tentang rubrik apa saja yang disediakan oleh Solopos bagi para pembaca, maka saya mencoba untuk menuangkan ide atau gagasan menjadi tulisan di tingkat mahasiswa karena pada saat itu saya masih berstatus mahasiswa. Kemudian saya mengirimnya ke Solopos. Ternyata benar, tulisan saya dimuat di Solopos tentang prinsip penulisan buku dan tugas kuliah yang tak jauh berbeda. Saya sangat merasa bangga, karena ide yang saya narasikan dalam bentuk tulisan masih ada yang menghargai. Bahkan ditanggapi oleh Tri Hariyanti – Mahasiswi Universitas Muhammadiyah – Solo. Pada Selasa Legi, 7 Januari 2014 tulisan saya dimuat di Solopos dengan judul Budaya Literer untuk Melawan Penjajahan.

Kemudian, saya tahu tulisan dimuat kadang dari media online Solopos. Kadang juga dari teman-teman di Jawa Tengah. Kadang juga tanya pada mbak Mutim, tapi jarang memberikan informasi, katanya sibuk dengan kuliah. Ya sudah, saya cari e-paper Solopos di internet untuk memastikan tulisan saya. Satu hal lagi yang membuat saya senang, tulisan saya yang dimuat ternyata mendapat honorarium yang dikirim vie wesel pos ke kampus. Akhirnya saya sedikit banyak dikenal di kampus.

Satu alasan saya mengirim tulisan ke Solopos, yaitu karena di media ini ada rubrik mahasiswa yang mudah diisi oleh siapa pun dari kalangan mahasiswa. Media-media lain tidak seperti Solopos. Mereka tidak menyediakan ruang untuk mahasiswa dalam mengkreasikan idenya. Jadi, setiap ada gagasan khususnya yang berkaitan dengan dunia kampus dan mahasiswa saya menuliskannya sebaik mungkin. Kemudian saya kirim ke Solopos. Selain itu, Solopos satu-satunya media yang menyediakan ruang bagi mahasiswa secara baik dan komprehensif. Memang ada sebagian media yang menyediakan rubrik bagi mahasiswa, tapi tidak konsisten dan temanya pun ditentukan. Sehingga mahasiswa seperti tertekan untuk membuat artikel.

Saya pikir, Solopos masih memberikan ruang demokrasi bagi para pembaca. Selain memang ada kolom surat untuk pembaca, ruang bagi mahasiswa ini merupakan cermin dari bentuk sistem demokrasi yang diimpikan oleh masyarakat Indonesia secara menyeluruh. Jika rubrik bagi mahasiswa ditiadakan, kemungkinan besar mahasiswa yang memiliki ide cemerlang sulit untuk mengekspresikan gagasannya. Sehingga, pemuda yang terdiri banyak mahasiswa tidak memiliki ruang sebagai agen perubahan di media. Maka dari itu, Solopos perlu diacungi jempol dengan kekonsistenannya tetap memberikan ruang bagi mahasiswa.

Bagi saya yang berada di Surabaya untuk mengakses Solopos versi cetaknya sangat kesulitan. Padahal, informasinya sangat saya butuhkan karena berita sekitar Jawa Tengah pasti dimuat di dalamnya. Saya selalu ingin membaca rubrik berita terkini Jawa Tengah, opini, dan rubrik untuk mahasiswa. Sehingga, dengan intens saya selalu membuka internet dan membaca Solopos melalui media online-nya. Sebenarnya, saya merasa masih kurang maksimal. Tapi, tidak ada cara lain selain membaca versi online-nya. Dengan membaca Solopos, wawasan saya bertambah luas. Selain membaca media-media yang ada di sekitar Surabaya dan umumnya Jawa Timur, saya juga bisa membaca media Jawa Tengah dengan berita yang lebih membuka pikiran lebih luas.

Meskipun Solopos memiliki jarak yang sangat jauh dengan tempat tinggal saya di Surabaya, namun membaca sajian artikel dan beritanya seakan menjadi candu bagi saya. Saya merasa sangat sedih ketika versi e-paper Solopos tidak update. Saya merasa sangat sedih ketika link e-paper Solopos tidak bisa saya buka, alias versi e-paper-nya sudah tidak di-update lagi. Satu-satunya cara hanya membaca berita online-nya.

* Menulis banyak artikel berupa esai, cerpen, resensi, opini, dan berita.

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
5 tahun lalu • 2" baca

Beberapa Point yang harus dilakukan di saat sedot wc

Anda harus memerhatikan beberapahal ketika akan menggunakan jasa sedot WC. Hal ini akan membuat Anda tidak mudah tergiur dengan penipuan. Setelah itu, ketika taha ppengerjaan, Anda juga harus memerhatikan tiap tahap pengerjaannya di bawah ini agar mendapat hasil yang maksimal. 1.      Janjian waktu proses pengerjaan Kalau Anda ingin pengerjaan proses sedot wc bisa berjalan lancar dirumah. […]

0 0
Hesty Salsabila
7 tahun lalu • 1" baca

Cerita Ku Hari Ini

Malam hari ini kita akan mendengar kisah kehidupan penjaga club di jakarta, dimana dirinya telah menjalani perkerjaan ini selama lebih dari 15 tahun. Dalam kurun waktu tersebut dirinya sudah mengetahui banyak sejarah diskotik terkenal di jakarta, namun semua saat ini sudah hanya tinggal kenangan seperti arti dibalik sebuah mimpi panjang. Saat ini dirinya telah pensiun […]

0 0
Dive Direktori
7 tahun lalu • 4" baca

Cara Meningkatkan Pencarian Website di Google

Hampir semua web master mengharapkan situsnya (website / blog) berada di halaman pertama ketika kata kunci (keyword) tertentu diketikkan di mesin pencari. Menurut sebuath riset, hanya 10% peluang pengguna mengklik halaman kedua. Sehingga berbagai macam cara, trik dan strategi dilakukan agar situsnya selalu tampil di halaman pertama. Divedigital.ID menawarkan jasa backlink authority untuk meningkatkan performa […]

0 0
ririndiahutami
11 tahun lalu • 3" baca

TANTANGAN UNTUK MENGHASILKAN KARYA?

Pengalamanku dengan Solopos berawal dari saya dipinang oleh seorang laki-laki yang usianya dua tahun lebih tua dari saya. Setiap hari suami selalu pergi ke kios koran untuk membeli beberapa koran termasuk koran Solopos. Dari situlah sedikit demi sedikit saya mulai membuka-buka koran tersebut. Awalnya hanya membuka kemudian membaca satu berita, dua berita, tiga berita, empat […]

0 0
fauzisukri
11 tahun lalu • 9" baca

Bersama Solopos

Mungkin akan terdengar aneh, kelak, atau barangkali cukup menakjubkan: menulis pengalaman berkoran cetak di suatu era yang cukup cepat bergerak ke media digital, dari paper society ke paperless society. Memang sudah cukup banyak yang meramalkan, mesti sungguh belum begitu yakin apalagi diyakini penuh, bahwa era media cetak sudah menjelang nasib senjakala. Abad 18, dan khususnya […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan