Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Kampung Seni Penuh Arti

Linda Rahmawati
02 Nov 2018 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Sukoharjo – Kampung seni, wah dengar kata seni sudah pasti selalu menarik dan bikin penasaran ya. Bagaimana jika bukan hanya nyeni, namun juga bermakna tinggi?. Nah ini ada salah satu kampung yang menarik di daerah Sukoharjo, tepatnya di desa Gatak, Madegondo, Sukoharjo.

Gagasan kampung seni ini , bermula dari seorang pemuda seni asli gatak, bernama Akbar Firmansyah alias Jolodong atau Mas Joy panggilan akrabnya. Mas Joy memulai gagasannya membuat kampung seni dengan mengecat tembok disekitar kampung mengunakan dana pribadinya. Namun seiring dengan berjalnnya waktu. Kampung Gatak ini mengikuti salah satu lomba kampung anti hoax, yang diikuti 50 kampung se Soloraya. Lomba dapat dikerjakan salam bentuk mural, seni instalasi, atau memanfaatkan barang bekas, dan lain lain, untuk Kampung Gatak sendiri memilih Mural.

Dengan mengikuti lomba tersebut, dimana dahulu hanya Mas Joy saja yang mengerjakan muralnya, namun sekarang banyak pemuda gatak yang membatu Mas Joy untuk memperindah Kampung Seni tersebut. Serta dana untuk membeli perlengkapan mural berasal dari kas pemuda setempat. Proses pembuatan yang dilakukan tidak mengganggu waktu para pemuda disana, mural dilakukan saat waktu senggang, dan dilakukan pada malam hari saja. Berwal dari megikuti lomba inilah Kampung Gatak menjadi kampung seni yang penuh arti. Bukan hanya nyeninya saja yang ditampilka. Namun juga pesan yang mendalam melalui mural yang dilukiskan didinding warga.

Konotasi kampung memang selalu melekat pada esensi gotong royong, guyup rukun. Namun diera sekarang sudah mulai mengikis hal-hal tersebut karena adanya berita hoax diluat sana. Kemudian permuda Kampung Gatak membuat trobosan baru, dengan menjaga kampunya tetap guyup, menghindarkan dari kekejaman hoax yang memecah belah. Menyampaikan pesan-pesan yang selalu dapat dilihat dan diingat saat berada dikampungnya, dengan karya seni yang ditampilkan pada dinding rumah warganya. Hingga saat ini sudah ada 8 dinding warga yang menyampaikan pesan anti hoax ini dengan 12 karya mural pemuda.

“Dengan adanya kampung anti hoax berarti sebisa mungkin masyarakat berusaha untuk tidak menyebarkan berita bohong/berita yang belum tentu benar. Harapannya masyarakat membudayakan membaca dan menyaring dulu apakah berita yg diterima itu hoax atau tidak, dan perlu dishare atau tidak. Agar masyarakat juga tidak resah/bingung dengan berbagai berita yg diterima. Biasakan menyaring berita dulu jgn asal share sher karena berita yg disebarkan akan dimintai pertanggung jawaban diakhirat” Ujar Hikma salah satu pembuda yang ikut andil dalam pembuatan Mural.

Kampung Seni ini juga dapat kalian kunjungi lho untuk melihat langsung karya dan pesan yang disampaikan. Bukan hanya sekedar foto-foto doag, dengan kalian foto disalah satu mural disana, dan kalian upload dimedia sosoal. Secara sadar ataupun tidak kalian sudah mengingatkan teman kalian yang melihat untuk mencegah menyebarkan berita hoax. Sekecil apapun yang kita lakukan, hal itu akan membawa perubahan. Penasaran? Langsung aja ke Kampung Seni Solo Baru, buat yang tinggalnya jauh, bisa liat-liat dulu galeri IG-nya di @kampungseni.solobaru. Suoharjo

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan