Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

INDUSTRI MEDIA DI KUASAI JAKARTA

madian syukur
06 Des 2018 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

JAKARTA Aneh tapi sudah terjadi, terlalu sering mendenger tentang apapun soal Jakarta. Ngefans sama artis Jakarta, nonton sinetron setting Jakarta, dengerin music Band Jakarta bahkan ngomong pake gaya Bahasa anak Jakarta, semisal pakai kata lo, gue,lo, gue. Seperti inilah keadaan yang bisa di sebut jakarta sentris, dimana Jakarta sebagai pusat perhatian dalam segala hal apapun itu, infrastruktur, ekonomi, politik, industri media dll.

Sudah sangat jelas yang paling mendominasi hal seperti ini tidak lain dan tidak bukan adalah pengaruh dari media, dan media yang paling berpengaruh adalah Televisi.

Sentralisasi Industri ini punya masalah keadilan ekonomi dan keadilan informasi

Semua media televisi ini mendapatkan uang dari iklan. Raja Iklan Indonesia Akses yangbegitu luas serta bisa siaran scara Nasional dan sudah pasti uang yang di dapat bakal ngumpul di Jakarta. Jelas sekali tapi untungnya orang – orang Jakarta, pengusaha Jakarta dan yang di gaji orang – orang Jakarta dan upah orang yang dari luar Jakarta hanya jadi Kontributor yang nggak seberapa besar gajinya dibanding yang di Jakarta.

Keadaan di jakarta dengan banyak stasiun televisi yang berdiri memusat dengan jumlah yang cukup banyak dan industri televisi yang besar, jelas sekali tidak membuka lapangan pekerjaan untuk orang – orang di luar Jakarta, walaupun ada televisi lokal akan tetapi tetap masih kalah bersaing dan lama kelamaan televisi lokal bisa gulung tikar pada akhirnya, kalau yang dilakukan adalah sperti ini.

Sementara informasi yang di tayangan televisi itu tidak seimbang, jadi lebih banyak pemberitaan di jakarta dibandingkan di daerah. Dapat kita lihat pada Pilkada kemaren, saat ada Pilkada di Jakarta, Pilkada di daerah lain tidak terlalu ke ekspos media jadinya orang – orang di daerah lain justru lebih peduli Pilkada yang ada di Jakarta dan kerena Jakarta lebih dominan sehingga pemberitaan di daerah tidak terlalu di pedulikan, sehingga keterlibatanya masyarakat untuk daerahnya itu minim.

Mau sampai kapan keadaan ini berlangsung, padahal hampir 95% “rumah tangga kelas menengah” masyarakat indonesia mempunyai dan menonton Televisi. Orang Indonesia 4-5 jam menonton tv tiap hari. Masyarakat indonesia akan terus di suguhkan keadaan yang hanya bersifat memusat dari suguhan tayangan yang ada di Jakarta, 

Pemerataan tentang pemberitaan kepada publik yang ada di daerah seharusnya bisa ekspose masyarakat umum, peran penting media tidak seharusnya hanya memusat di Ibu Kota saja.

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan