Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Identitas Baru, Banyak Pasangan Menikah Namun Tidak Ingin Memiliki Anak, Ini Alasan Mereka

Candra Bi
17 Jun 2021 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Anda mungkin pernah dengar pengakuan mengenai kemauan untuk mempunyai turunan dan memberinya cucu ke orang-tua pada mereka yang telah menikah.

Untuk beberapa orang, bersamaan pertambahan umur dan info, pengakuan itu beralih menjadi pertanyaan. Antara mereka yang menanyakan, pada akhirnya ada yang memutuskan untuk tidak mempunyai turunan atau childfree.

Alasan Pasangan Menikah Namun Tidak Ingin Memiliki Keturunan

Suatu waktu , pak Ustadz  Hanif, salah satu pemilik Jasa Nikah Siri Solo , pernah bercerita bahwa beberapa pasangan yang ia nikahkan berencana untuk tidak memiliki anak (childfree) dan ada pula yang menunda cukup lama untuk memiliki keturunan. Banyak alasan mereka , beberapa diantaranya :

Berbahagia dengan Adopsi Anak

Pasangan yang tidak menginginkan keturunan menjelaskan ide mengenai pengaturan komunitas memang tidak gampang diterima orang. Mereka memiliki pendapat jika di tengah-tengah semua pembicaraan mengenai sumber energi terbarukan dan trend vegetarian, tidak ada yang sanggup membayar kelebihan komunitas. Bagi Mereka jika tidak harus mempunyai anak biologis bila ingin menyayangi seorang anak. 

Walau ada bermacam alasan, aspek terpenting pasangan  saat memilih untuk tidak mempunyai anak. childfree yang mereka kerjakan ialah tidak mempunyai anak biologis, hingga tidak tutup peluang mereka untuk mengusung anak di saat kedepan.

Ingin Tetap Mengejar Karir

Misal Saja sebagai wartawan yang perlu siap bekerja setiap waktu. memiliki keluarga dan mempunyai anak ialah hal dengan tanggung jawab besar, karena ada nilai-nilai penting yang perlu dirumuskan bersama.

Depresi Sosial

frustrasi sosial yang kemungkinan diterima oleh anak di tengah-tengah kuatnya konservatisme, penghakiman, dan persekusi.

Anggapan Terlalu Banyaknya Penduduk Di Bumi 

Ledakan warga dunia memang jadi perhatian banyak faksi. Federasi Bangsa-Bangsa (PBB) pernah memprediksi pada 2030, warga bumi akan capai 8,6 miliar dan bertambah jadi 9,8 miliar pada 2050. Jumlah ini diprediksikan bertambah jadi 11,2 miliar di tahun 2100.

Menurut PBB, kenaikan komunitas terus akan bersambung tiap tahunnya, bahkan juga dengan anggapan jika tingkat kesuburan terus akan turun. Sudah pasti perkembangan warga itu memunculkan beberapa karena, seperti ekonomi, kesehatan, dan pelindungan sosial.

Pemerintahan Cina, misalkan, mengaplikasikan peraturan Satu Anak untuk menangani perkembangan warga. Mereka juga dapat menahan beberapa ratus juta kelahiran semenjak 1980. Cina yang awalnya riskan banjir dan kelaparan, sekarang sanggup penuhi keperluan pangan dan pengajaran warganya.

Ketakutan Akan Masa Depan

Over crowding ialah satu wilayah kurang cukup besar untuk menangani jumlahnya warga, hingga susah untuk mempunyai rumah yang pantas, cari nafkah, dan berasa nyaman di ruangan individu. Saat itu, ledakan komunitas ialah saat sumber daya yang dipakai makin tipis dan produksi sampah tidak imbang dalam jumlah yang sanggup diatur.

 

Tidak tahu mana benar salahnya argumen diatas , namun itulah hal yang banyak disampaikan orang yang menikah , baik yang menikah secara resmi ataupun menikah siri (menikah secara agama). Bagaimana pendapat Anda?

 

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan