Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

HIKAYAT KERIS HOROR MENJELAJAH SURO

madian syukur
12 Nov 2018 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Bulan suro bisa juga disebut 1 Muharram sebagai Tahun Baru Islam dan sebagai hari besar hari yang baik memanjakan keris untuk memperoleh perawatan, kenapa harus bulan Suro? hal unik dan lumayan mistis mengarah ke horor -horor sedikit juga dengann ritual sakral masyarakat jawa menyuci atau memebersihkan keris ini.

Satu Suro adalah hari pertama dalam kalender Jawa di bulan Sura atau Suro, di mana bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriyah, karena Kalender jawa yang diterbitkan Sultan Agung mengacu penanggalan Hijriyah yaitu (Islam). satu Muharram sendiri adalah hari pertama dalam Kalender Hijriyah dan ditetapkan sebagai Tahun Baru Islam yang merupakan bulan yang amat dimuliakan dalam Islam.

Satu suro sendiri biasanya diperingati pada malam hari setelah magrib pada hari sebelum tangal satu biasanya disebut malam satu Suro, hal ini karena pergantian hari Jawa dimulai pada saat matahari terbenam dari hari sebelumnya, bukan pada tengah malam. dalam malam satu Suro sendiri banyak acara adat istiadat orang Jawa atau ritual – ritual tertentu yang dilakukan :

1. ngumbah keris, (nyuci keris)

2. Kirab kerbau bule di Keraton Surakarta

3. Mubeng Beteng di Keraton Yogyakarta

4. Tirakatan Malam Satu Suro

5. Tapa Bisu Tahun Baru Islam Satu Suro

Beda lagi disatu Muharam dalam Islam yang biasa untuk menigkatkan ketakwaan diri :

1. Puasa

2. Berdoa

3. Tidak berbuat zalim

4. Introspeksi diri

5. Memeperbanyak sedekah

Dengan pemaparan tentang Suro dan Tahun Baru Islam Kkeduanya memiliki kebiasaan yang dilakukan sebagai perayaan, ada beberpa penjelasan yang sudah mulai jelas kenapa kedua hari besar yang dirayakan masyarakat islam jawa. pemilihan waktu sangat pasti untuk perawatan keris dengan wewangian bunga dan segala jenis keperluanya.

Salah satu ritual paling popular saban malam satu Suro adalah ngumbah keris (membersihkan keris). Ritual ini adalah tradisi mencuci/membersihkan keris pusaka bagi orang yang memilikinya. Dalam tradisi masyarakat Jawa, ngumbah keris menjadi sesuatu kegiatan spiritual cukup sakral.

Kenapa tiap malam Satu Suro kebanyakan orang Jawa atau para kolektor pusaka selalu ‘ngumbah gaman/kersi’ miliknya? Karena seperti yang sudah dijelaskan, bahwa 1 Muharram adalah malam penuh keramat, malam penuh dengan kekuatan magis dan beberpa yang memang adalah hari besar yang baik, sebaik- baiknya malam. Karena pusaka-pusaka itu juga dikeramatkan, makanya perlu dirituali di malam 1 Suro, agar kekuatan gaibnya bertambah. Selain itu, kemenyan atau dupa dipergunakan saat ritual jamasan pusaka akan dilakukan.

Keris dengan segala macam keindahanya baik bentuk rupa dan dari rasa penciptnya merupakan sesuatu seni tinggkat tinggi, sakral, unik dan mempunyai kekutan magis. lestarikan rawat dan banggalah indonesia mempunyai alat yang sangat indah terlahir dari masyarakat Jawa, keanekaragaman dan filosofi adat istiadat terus di jungjung tinggi.

 

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan