Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Berbeda namun Terikat

02 Apr 2023 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

“Jika beragama, ketahuilah: semua agama mengajarkan kasih sayang, kejujuran, toleransi dan keadilan. Pelajari nilai-nilai agama itu dan praktikkan dengan bangga.” Salah satu quotes yang dapat membuka pikiran kita mengenai keberagaman.

Namaku Jea Afiva, sebut saja namaku dengan Jea, usiaku 17 tahun, sekarang saya duduk di bangku kelas 11 SMA Negeri Kerjo. Saya suka jika bertemu dengan teman-teman baru, sejak kecil saya sudah berteman dengan teman yang memiliki perbedaan agama dengan saya.

Dari sini cerita saya dimulai, Orang tua saya mempunyai saudara yang berbeda agama. Mereka sangat akrab dan sangat membantu satu sama lain, tidak memandang perbedaan yang ada. Dari kecil saya juga selalu bermain dengan Shalom, anak dari saudara saya yang berbeda agama. Shalom dan saya sangat akrab, sangat bersaudara. Shalom dan saya juga bermain dengan baik bersama teman-teman yang lain.

Salah satu toleransi di persaudaraan/pertemanan kita, ketika saya melakukan kewajiban saya sebagai seorang muslim yaitu shalat, kita berhenti bermain dan Shalom akan menunggu saya sampai selesai. Dan ketika hari minggu tiba, Shalom akan beribadah ke gereja terlebih dahulu dan saya menunggu di rumah, selesai beribadah di gereja saya dan shalom akan kembali bermain bersama.

Disaat masing-masing melaksanakan perayaan agama, kita selalu bergantian memberikan ucapan. Contohnya saat shalom sedang merayakan hari natal, saya akan memberikan ucapan selamat hari natal sebagai bentuk menghormati dan menghargai sesama, begitupun sebaliknya Shalom akan melakukan yang sama kepada saya. Hal itu sudah biasa dilakukan sejak dahulu, seperti yang di ajarkan orang tua kita.

Perbedaan sudah menjadi alur hidup saya sejak kecil, sampai kelas 11 sekarang saya pun memiliki teman baik yang berbeda agama. Di kelas saya, 11 MIPA 2 terpilih menjadi kelas yang memiliki keberagaman agama, terdapat agama Islam, Kristen, Katolik dan Hindu. Meskipun agama kita berwarna-warni, itu tidak menghambat pertemanan kita dikelas, kita saling menghargai dan menghormati satu sama lain.

Saya sangat suka berada di kelas saya sekarang, memiliki toleransi yang sangat tinggi. Salah satunya, saya berteman baik dengan Marsendha, teman saya yang beragama hindu. Marsendha dan saya sebenarnya sudah kenal sejak SMP, akan tetapi kita baru berteman baik saat masuk SMA ini.

Marsendha dan saya selalu bersama, mengerjakan tugas, belajar kelompok, dan hal lain yang bisa kita lakukan bersama. Hal unik yang terjadi dari pertemanan saya dan Marsendha adalah ketika saya tidak ada teman untuk pergi ke mushola, Marsendha akan menemani saya pergi ke mushola, Dia akan menunggu di teras mushola.

 Sebenarnya saya dan teman lain yang berbeda agama juga berteman dengan baik. Jika di kelas pasti selalu ada kata “circle pertemanan”, di kelas saya semua membaur menjadi satu, persatuan di kelas saya lah yang sangat saya banggakan. Hal ini dapat menambah pengetahuan saya tentang toleransi antar sesama.

Dari pengalaman saya di atas, dapat disimpulkan bahwa kita berbeda, kita berteman, mengapa tidak? Meskipun kita berbeda, pertemanan tetap bisa berjalan dan bahkan tidak akan menghambat pertemanan tersebut. Kita juga bisa memiliki banyak cerita dan pengalaman dari teman-teman kita yang berbeda agama.

 

 

 

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan