Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Apakah Minat dan Bakat Perlu untuk Dikembangkan?

Ajeng Anasti
25 Des 2019 · 4" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Remaja harus mengembangkan bakat dan minatnya. Tujuannya, agar remaja itu memiliki keterampilan yang bias dimanfaatkan untuk masa depannya. Dalam jurnal Bakti Masyarakat Indonesia, Suryabrata mengatakan bahwa minat adalah kecenderungan dalam diri individu untuk tertarik pada sesuatu objek atau menyenangi sesuatu objek. Menurut Crow and Crow ada tiga faktor yang menimbulkan minat yaitu faktor yang timbul dari dalam individu, faktor motif sosial dan faktor emosional. Sedangkan bakat menurut Munandar adalah sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dilatih dan dikembangkan supaya dapat terwujud. Kemudian Kartono pun mendefinisikan bakat sebagai segala faktor yang melekat pada individu sejak lahir yang bersifat laten potensial yaitu dapat tumbuh dan berkembang secara lebih besar lagi.

Mungkin,  cerita pengalaman saya ini bisa menjadi referensi bagi para pembaca dalam melakukan pengembangan minat dan bakat. Saya  Ajeng. Saya sangat suka melihat seseorang yang sedang menari, baik secara langsung maupun lewat video, karena menurut saya, menari dapat  mencurahkan susana hati melalui gerakan-gerakannya, dimana dalam suatu tari pasti ada terdapat pesan-pesan tertentu. Tidak semua orang dapat menari, tergantung dari minat dan bakatnya. Namun, tidak ada seorang pun yang tidak memiliki bakat, yang membedakan ialah ada tidak adanya minat untuk mengembangkannya.

Saya sebagai seorang yang tidak memiliki bakat menari, namun saya mempunyai niat yang besar untuk berusaha belajar menari agar saya bisa menjadi seseorang yang berbakat dalam menari. Jika saya sudah memiliki bakat menari, saya harus menunjukkannya ke semua orang agar mereka tahu bahwasannya saya bisa, bahwasannya saya mempunyai bakat menari. Agar semua orang tahu bahwasannya saya bisa, saya harus berani mencoba, karena tersalurnya bakat itu dimulai dari seberapa besarnya keberanian dalam mencoba. Dan jika saya sama sekali tidak berani untuk mencobanya, itu semua hanya menjadi fiktif belaka.

Saya mencoba belajar menari dimulai dengan melihat video-video tari dari CD  dan youtube menggunakan gadget yang saya miliki. Selain itu, saya juga mempelajai metode-metode gerakan  tari untuk pemula dari google dan youtube. Saya belajar menari secara otodidak, dan terkadang saya mengunjungi sanggar tari dan  mengikuti kelasnya. Disana saya diajari dasar-dasar untuk menari. Saya sangat senang berada disanggar itu, hingga ketika saya sudah mengikuti les  tari, sekolah saya mendengar kabar bahwasannya dalam tujuh bulan kedepan, ada acara besar-besaran yang akan diadakan diwilayah tempat tinggal saya yaitu di Kecamatan Marbau.

Acara itu ialah MTQ dan Festival Nasyid, dimana pada pembukaan acara itu, harus ada pertunjukan Drama Tari Kolosal. Drama Tari Kolosal ini berjumlah 150 orang. 100 orang untuk menari dan 50 orang untuk berdrama. Dimana peserta Drama Tari Kolosal ini diambil dari siswa SLTA yang berada di Kecamatan Marbau yang masih duduk di kelas satu dan dua. Dan disaat itu juga saya mengikuti pengrekrutan agar menjadi peserta Drama Tari Kolosal. Dan Alhamdulillahnya saya diterima menjadi peserta Tari Kolosal.

Disaat saya sudah menjadi peserta Tari Kolosal, saya mengikuti latihan selama enam bulan. Dalam seminggu saya latihan hanya dua kali, pada hari sabtu jam 14.00-17.00 dan minggu jam 10.00-17.00. Panas teriknya matahari tidak melunturkan semangatku untuk terus menari. Ini menjadi suatu pengalaman terhebat dalam hidupku, karena disana bukan hanya belajar menari saja, tetapi belajar bagaimana mendisiplinkan waktu dan juga bertanggung jawab atas gelar peserta yang aku miliki.

Pelajaran yang saya dapatkan juga ialah ternyata menari tidak semudah yang saya fikirkan,karena pada saat menari kita harus benar-benar percaya diri, tidak hanya itu saja, banyak gerakan-gerakan yang harus dihapal sesuai dengan tempo lagu. Dan juga pada saat menari, kelenturan tubuh sangat diperhatikan. Walaupun tidak mudah, saya terus belajar dengan sepenuh hati dan penuh keikhlasan, karena bagaimana pun saya harus bertanggung jawab sebagai peserta Tari Kolosal,hingga saya menyelesaikan pertunjukan Drama Tari Kolosal.

Untuk mengembangkan minat dan bakat, kita harus mengetahui terlebih dahulu kelebihan apa yang kita miliki, dan jika kita sudah mengetahui itu, teruslah belajar dan jangan melihat kelemahan yang ada dalam diri kita, karena akan membuang waktu sehingga akan menghambat perkembangan minat dan bakat. Teruslah berusaha karena tidak ada usaha yang mengkhianati hasil, yakinlah kalau kita bisa dan semoga apapun bakat yang kita miliki sekarang ini dapat bermanfaat untuk hidup kita. Semoga artikel ini dapat menjadi motivasi untuk saya dan para pembaca.

 

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan